Juha Christensen
| Juha Christensen | |
|---|---|
| Kebangsaan | Finlandia |
| Pekerjaan | Aktivis perdamaian, negosiator |
| Dikenal atas | Perdamaian Aceh |
Juha Christensen dikenal sebagai pengusaha, filantropis [1] dan negosiator berkebangsaan Finlandia. Ia ikut berperan dalam proses negosiasi perdamaian konflik Aceh tahun 2005 [2][3][4] dan terlibat dalam kesepakatan pembebasan seorang pilot Selandia Baru, Phillip Mark Mehrtens, yang disandera oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) pada peristiwa krisis penyanderaan Nduga tahun 2023.[5]
Kehidupan
Sebelum terlibat dalam proses perdamaian Aceh, Christensen bekerja sebagai seorang eksekutif perusahaan farmasi.[3] Ia lancar berbicara bahasa Indonesia[6] karena pernah tinggal selama beberapa dekade di Indonesia.[7][8][9]
Keterlibatan dalam proses perdamaian Aceh
Christensen telibat dalam proses perdamaian Aceh atas inisiatifnya sendiri. Pada bulan Juni 2003, ia pergi ke Stockholm dan memulai diskusi dengan para pemimpin Gerakan Aceh Merdeka .[9][10] Selanjutnya pada bulan Februari 2004 ia menghubungi Martti Ahtisaari, mantan Presiden Finlandia, yang ia kenal secara pribadi,[11] agar Martti Ahtisaari ikut terlibat dalam negosiasi perdamaian.[10] Tidak hanya itu, Christensen juga mempertemukan Farid Husain,[12] yang saat itu menjabat Menteri Kesehatan Indonesia, dengan Ahtisaari dan CMI (Crisis Management Initiative) Finlandia.
Selama proses negosiasi, Christensen sangat aktif [6][7] dan sebagai hasilnya, ditandatangani sebuah perjanjian perdamaian di Helsinki pada tanggal 15 Agustus 2005.[13][14]
Perannya terus berlanjut hingga tahun 2006 sebagai penasihat khusus Misi Pemantauan Aceh (AMM).[15]
Pasca proses perdamaian, Christensen juga ikut dalam negosiasi penyerahan diri dan pelucutan senjata Din Minimi,[16][17] dan 30 pengikutnya pada tahun 2015.[18][19][20][21]
Pada tahun 2017, Christensen bersama beberapa temannya mendirikan Pacta (Architecture Peace and Conflict Transformation Alliance) di Finlandia. Ia menjabat sebagai manajer umum di organisasi tersebut.[15][22]
Selain itu ia juga diundang untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian dan Rekonsiliasi Asia sebagai anggota pendiri.[23][24]
Referensi
- ^ Farid Husain; Salim Shahab (journalist.) (2007). To See the Unseen: Scenes Behind the Aceh Peace Treaty. Health & Hospital Indonesia. ISBN 978-979-15936-0-1.
- ^ Post, The Jakarta. "Juha Christensen: Committed to peace".
- ^ a b Natalie Ralph (25 September 2015). Peacemaking and the Extractive Industries: Towards a Framework for Corporate Peace. Greenleaf Publishing. hlm. 220–. ISBN 978-1-78353-247-6.
- ^ Jacob Bercovitch; Kwei-Bo Huang; Chung-Chian Teng (28 August 2008). Conflict Management, Security and Intervention in East Asia: Third-party Mediation in Regional Conflict. Routledge. hlm. 308–. ISBN 978-1-134-14101-2.
- ^ Faturahman, Andi Adam (2024-09-22). Chairunnisa, Ninis (ed.). "Pangkogabwilhan III Akui Keterlibatan Aktivis HAM Finlandia dalam Operasi Pembebasan Pilot Susi Air" [Pangkogabwilhan III Admits Finnish Human Rights Activits Involvement in Susi Air Pilot Rescue Operation]. Tempo. Diakses tanggal 2024-09-22.
- ^ a b Katri Merikallio; Tapani Ruokanen (15 October 2015). The Mediator: A Biography of Martti Ahtisaari. Hurst. hlm. 295–. ISBN 978-0-19-061313-6.
- ^ a b Sumit Ganguly; Andrew Scobell; Joseph Liow (4 December 2009). The Routledge Handbook of Asian Security Studies. Taylor & Francis. hlm. 398–. ISBN 978-1-135-22961-0.
- ^ "Archived copy" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2015-11-29. Diakses tanggal 2017-03-23. Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link)
- ^ a b Malin Akebo (10 November 2016). Ceasefire Agreements and Peace Processes: A Comparative Study. Taylor & Francis. hlm. 118–. ISBN 978-1-317-20412-1.
- ^ a b Martina Klimesova (30 November 2015). Using Carrots to Bring Peace?: Negotiation and Third Party Involvement. World Scientific. hlm. 165–. ISBN 978-981-4699-12-9.
- ^ Peng Er Lam (2 June 2009). Japan's Peace-Building Diplomacy in Asia: Seeking a More Active Political Role. Routledge. hlm. 138–. ISBN 978-1-134-12506-7.
- ^ Antje Missbach (19 September 2011). Separatist Conflict in Indonesia: The long-distance politics of the Acehnese diaspora. Taylor & Francis. hlm. 230–. ISBN 978-1-136-63108-5.
- ^ Sille Stidsen (1 July 2006). The Indigenous World 2006. IWGIA. hlm. 308–. ISBN 978-87-91563-18-8.
- ^ "Archived copy" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2013-04-18. Diakses tanggal 2012-11-26. Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link)
- ^ a b "Team - Pacta".
- ^ "Din Minimi, Most-wanted Aceh insurgent 'Agreed to Surrender after Jokowi Vowed Amnesty'". globejournal.com. 27 January 2020.
- ^ "Amnesti Terhadap Din Minimi Masih Akan Dilaporkan ke Presiden".
- ^ "Kisah Negosiator Finlandia Penghubung Kepala BIN-Din Minimi".
- ^ "Din Minimi, Band of Acehnese Militants Surrender to Indonesia".
- ^ "Salainen operaatio viidakossa – suomalaisvälittäjä sai aseet pois vastarintaryhmältä Indonesiassa". 18 January 2016.
- ^ Tempo.Co (28 January 2016). "Diprotes, Sutiyoso: Amnesti Din Minimi Tetap Diproses".
- ^ Bersama, PT Jaring News Media. "Juha Christensen: Penyelesaian Konflik di Papua Lebih Kompleks - Jaring News".[pranala nonaktif permanen]
- ^ "Pacta News - Asian Peace and Reconciliation Council established – PACTA General Manager, Juha Christensen, a Founding Member".
- ^ "Mr. Juha Christensen - Asian Peace and Reconciliation Council".
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


