Judheg
| Judheg (Worn Out) | |
|---|---|
Official Film Poster Judheg | |
| Sutradara | Misya Latief |
| Produser | Yuda Kurniawan |
| Ditulis oleh | Misya Latief Yuda Kurniawan |
| Penata musik | Kris Sjarif |
| Sinematografer | Rahmat Aji Putra |
| Penyunting | Yuda Kurniawan |
Perusahaan produksi | |
Tanggal rilis | 3 Desember 2025 (World Premiere at Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2025) |
| Durasi | 117 menit |
| Negara | Indonesia |
| Bahasa | Bahasa Ngapak Banyumasan |
Judheg [1] berkisah tentang Warti (16 thn) yang memikul beban terlalu besar di usia remaja: menjadi ibu, tulang punggung keluarga, sekaligus korban dalam rumah tangganya sendiri. Ia mencoba menyusui bayinya, Cahyo, namun stres dan gizi buruk membuat ASI-nya tak keluar.[2]
Sementara itu, suaminya, Supri (17 thn), justru larut dalam judi online dan kekerasan. Dari balik tumpukan bulu mata palsu yang ia rangkai untuk bertahan hidup, Warti mencari kekuatan untuk mengambil keputusan: tetap bertahan dalam rumah tangga beracun, atau pergi demi kehidupan yang lebih layak bagi dirinya dan sang buah hati.[3] [4]
Pemeran
- Darti Yatimah Sebagai Warti
- Sigit Blewuk Sebagai Supri
- M. Adzfar Alkautsar Sebagai Cahyo
- Toto Endargo Sebagai Daryo
- Widhi Astuti Sebagai Sutiyem
- Rone Yuliar Sebagai Waryat
- Dyah Ambarwati Sebagai Rodiyah
- M. Alfi Gopil Sebagai Anto
- Fadilah Sukron Sebagai Jenal
- Nurohman Londer Sebagai Saip
- Ikrom Rifa'i Sebagai Kang Sirin
- Aura Amelia Sebagai Titin
- Artika Rahayu Sebagai Sari
- Nur Zahra Agni Saputri Sebagai Tuti
- Titut Edi Purwanto Sebagai Ki Kasan
- Dan didukung oleh aktor-aktor lokal lainnya.
Produksi
Judheg mencatat sejarah sebagai film panjang pertama dari Purbalingga atau Banyumas Raya yang menggunakan bahasa Ngapak Banyumasan sebagai bahasa utama [5] [6].
Judheg, yang dalam bahasa Indonesia berarti Penat dan judul internasionalnya Worn Out, mengangkat isu yang jarang disentuh secara mendalam: pernikahan dini, kemiskinan, dan kelelahan ibu muda dalam menjalani peran ganda sebagai istri, ibu, sekaligus tulang punggung keluarga. Kisah Tentang Tubuh, Luka, dan Keteguhan ibu usia belia [7]
Debut sutradara Misya Latief ini tayang perdana world premiere di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-20 tahun 2025 dan berkompetisi dalam program Indonesian Screen Awards bersama film-film Indonesia pilihan lainnya[8][9][10]
Penghargaan dan Nominasi
| Penghargaan | Tahun | Kategori | Karya | Hasil |
|---|---|---|---|---|
| Jogja-NETPAC Asian Film Festival | 2025 | Indonesian Screen Award | Judheg/Worn Out | Nominasi |
Referensi
- ^ Rekam Films (03/12/2026). "Official Judheg Instagram". instagram.com.
- ^ Benny Benke (12/11/2025). "JUDHEG, Film Asli Purbalingga Angkat Getirnya Pernikahan Dini, Tayang Perdana di JAFF 2025". jakarta.suaramerdeka.com.
- ^ Rekam Films (08/11/2025). "Judheg Official Film Trailer". youtube.com.
- ^ Whani Darmawan (06/12/2025). "Ulasan Film Judheg (Worn Out) dalam Rangkaian JAFF 2025: Kebodohan, Kemiskinan, dan Cinta Monyet". harian.disway.id.
- ^ infopbg (12/11/2025). ""Judheg": Film Ngapak Pertama dari [[Banyumas]] Raya Siap Tembus Panggung Asia". infopbg.com. ;
- ^ Toto Endargo (25/12/2025). "Judheg: Yang Menarik dan Unik dalam Film "Judheg"". kompasiana.com.
- ^ Mastepedia (10/12/2025). "Ulasan Judheg: Film Banyumas yang Jujur, Sederhana, dan Penuh Realita". mastepedia.com.
- ^ JAFF 20. "Mengulik Kompleksitas Perspektif Perempuan melalui Judheg, Asrama Dara, dan Renoir". jaff-filmfest.org. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ^ Elde Joyosemito. "Film Judheg, Cermin Getir Pernikahan Dini dan Perjuangan Ibu Muda di Tengah Kemiskinan". purwokerto.inews.id.
- ^ Karso Aji (11/12/2025). "REVIEW Judheg: Potret Pedesaan, Luka Rumah Tangga, dan Bias Gender yang Masih Mengakar". nyalanusantara.com.
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


