Jaringan erektil
Jaringan erektil merupakan jaringan tubuh yang memiliki banyak ruang vaskular, atau jaringan kavernosa, yang dapat membengkak atau terkongesti oleh darah.[1][2] Walaupun demikian, jaringan yang tidak memiliki atau kekurangan jaringan erektil (seperti labia minora, vestibulum, vagina, dan uretra) juga dapat digambarkan mengalami pembengkakan darah, yang sering kali berkaitan dengan gairah seksual.[2]
Pada organ seksual


Jaringan erektil terdapat pada genitalia luar seperti korpus kavernosum penis dan homolognya pada klitoris, yang juga disebut sebagai korpus kavernosum klitoris.[2] Selama ereksi penis atau ereksi klitoris, korpus kavernosum akan terisi penuh oleh darah arteri, sebuah proses yang disebut sebagai tumesensi.[3] Hal ini dapat dihasilkan dari berbagai rangsangan fisiologis, baik internal maupun eksternal. Proses stimulasi ini juga dikenal sebagai gairah seksual. Korpus spongiosum penis merupakan struktur tubular tunggal yang terletak tepat di bawah korpus kavernosum pada pria. Bagian ini juga dapat sedikit membengkak oleh darah, namun tidak sebesar korpus kavernosum.
Pada hidung
Jaringan erektil terdapat di bagian anterior septum nasi[4] dan melekat pada konka nasalis di hidung. Siklus hidung terjadi saat jaringan erektil pada satu sisi hidung mengalami kongesti (pembengkakan), sementara sisi lainnya mengalami dekongesti. Proses ini dikendalikan oleh sistem saraf otonom, di mana dominasi sistem parasimpatis dikaitkan dengan kongesti, dan sistem simpatis dikaitkan dengan dekongesti.[5][4] Durasi satu siklus dapat sangat bervariasi antarindividu; Kahana-Zweig dkk. menemukan rentang antara 15 menit hingga 10,35 jam, dengan rata-rata tercatat sebesar 2,15 ± 1,84 jam.[4]
Jenis lainnya
Jaringan erektil juga ditemukan pada spons uretra dan spons perineum.[2] Adapun ereksi puting susu bukanlah disebabkan oleh jaringan erektil, melainkan oleh kontraksi otot polos di bawah kendali sistem saraf otonom.
Referensi
- ^ "Erectile tissue". medical-dictionary.thefreedictionary.com. Diakses tanggal June 28, 2012.
- ^ a b c d Yang, Claire; J. Cold, Christopher; et al. (April 2006). "Sexually responsive vascular tissue of the vulva". BJUI. 97 (4): 766–772. doi:10.1111/j.1464-410X.2005.05961.x. PMID 16536770.
- ^ Bab 35 dalam: Walter F., PhD. Boron (2003). Medical Physiology: A Cellular And Molecular Approach. Elsevier/Saunders. hlm. 1300. ISBN 978-1-4160-2328-9.
- ^ a b c Kahana-Zweig, Roni (6 Oktober 2016). "Measuring and Characterizing the Human Nasal Cycle". PLOS ONE. 11 (10) e0162918. National Library of Medicine. Bibcode:2016PLoSO..1162918K. doi:10.1371/journal.pone.0162918. PMC 5053491. PMID 27711189.
- ^ Eccles, R (1983). "Sympathetic control of nasal erectile tissue". European Journal of Respiratory Diseases. Supplement. 128 (Pt 1): 150–154. PMID 6578066.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


