Jaringan Universitas ASEAN

ASEAN University Network
SingkatanAUN
Tanggal pendirianNovember 1995; 30 tahun lalu (1995-11)
Kantor pusatJamjuree 10 Building, Chulalongkorn University, Phyathai Road, Bangkok, Thailand
Wilayah layanan
Southeast Asia
Jumlah anggota
30 core member universities
165 associate member universities
Executive Director
Choltis Dhirathiti, Ph.D.
Organisasi induk
Association of Southeast Asian Nations (ASEAN)
Situs webwww.aunsec.org

ASEAN University Network (AUN) adalah sebuah asosiasi universitas Asia. AUN didirikan pada November 1995 oleh negara-negara anggota ASEAN, termasuk 13 universitas. Setelah perluasan ASEAN melalui Piagam ASEAN pada tahun 1997 dan 1999, keanggotaan AUN terus meningkat.

Struktur

Jaringan Universitas ASEAN (AUN) adalah sebuah pengaturan antara 30 universitas di sepuluh negara ASEAN. AUN terdiri dari Dewan Pengawas (BOT), universitas-universitas yang berpartisipasi, dan Sekretariat AUN. Dewan Pengawas terdiri dari satu perwakilan dari masing-masing Negara Anggota ASEAN, Sekretaris Jenderal ASEAN, Ketua Subkomite Pendidikan ASEAN (ASCOE), dan direktur eksekutif AUN. BOT bertugas merumuskan kebijakan, menyetujui proposal proyek, mengalokasikan anggaran, dan mengoordinasikan kegiatan implementasi. Dewan mengambil keputusan tentang kegiatan-kegiatan ini berdasarkan konsensus. Universitas-universitas yang berpartisipasi bertugas melaksanakan program dan kegiatan AUN. Ketika AUN didirikan pada tahun 1995, jaringan ini terdiri dari tiga belas universitas dari tujuh negara. Karena masuknya Myanmar, Laos, dan Kamboja ke dalam ASEAN, jaringan ini berkembang menjadi 21 anggota. Meskipun banyak permohonan keanggotaan telah diterima, diputuskan untuk hanya menerima universitas dari negara-negara anggota baru. Namun, negara-negara non-anggota dari kawasan tersebut diundang sebagai pengamat secara berkala. Sekretariat AUN terlibat dalam perencanaan, pengorganisasian, pemantauan, dan evaluasi kegiatan AUN, serta dalam pengembangan ide-ide baru dan penggalangan dana. Kantor tetap Sekretariat didirikan pada tahun 2000 dan berlokasi di kampus Universitas Chulalongkorn di Bangkok. Biaya operasional sekretariat (setidaknya hingga tahun 2005) dialokasikan oleh Pemerintah Thailand.

Pendanaan kegiatan AUN berasal dari pembagian biaya antar universitas peserta atau dari 'mitra dialog' eksternal ASEAN. Mitra dialog tersebut adalah Australia, Kanada, Tiongkok, Uni Eropa, India, Jepang, Selandia Baru, Korea Selatan, Rusia, dan Amerika Serikat. Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) juga memiliki status dialog.

Pertemuan dalam Kerangka Kerja AUN dibiayai oleh tuan rumah dan biaya perjalanan oleh (universitas) peserta, atau oleh universitas dari negara-negara kaya untuk negara-negara miskin.

Perkembangan

Jaringan Universitas ASEAN (ASEAN University Network/AUN) muncul dari gagasan yang sangat ambisius dari para pemimpin ASEAN dan Subkomite Pendidikan ASEAN (ASCOE) untuk mendirikan sebuah Universitas ASEAN. Setahun setelah gagasan ini diluncurkan, menjadi jelas bahwa hal ini akan menimbulkan terlalu banyak masalah terkait pendanaan, lokasi, dan kepemimpinan. Oleh karena itu, pada tahun 1994, diputuskan bahwa pendirian jaringan lembaga-lembaga yang sudah ada akan lebih layak. Pada tahun-tahun awalnya (1995–1999), AUN terutama berfokus pada berbagi pengetahuan dan pengalaman serta pertukaran mahasiswa dan staf skala kecil. Mulai tahun 1999, kegiatan kolaboratif menjadi lebih kompleks dengan program-program seperti pengembangan kurikulum bersama, kerja sama di bidang TIK, dan pembentukan sub-jaringan. Hal ini tidak hanya berlaku untuk kerja sama intra-ASEAN tetapi juga untuk kegiatan dengan mitra dialog.

Hal ini juga menyebabkan pembentukan sekretariat tetap di Bangkok pada Maret 2000. Meskipun telah ada sekretariat sejak tahun 1997, sekretariat ini bersifat sementara. Bersamaan dengan kantor tetap, pendanaan struktural untuk sekretariat juga meningkat. Selain biaya operasional sekretariat AUN, dukungan keuangan untuk kegiatan AUN juga meningkat secara substansial sejak tahun 1999. Selain pertumbuhan dalam hal keuangan, proyek-proyek juga menjadi lebih komprehensif. Secara khusus, program Penjaminan Mutu AUN memiliki tujuan yang sangat ambisius dengan konsekuensi yang melampaui batas-batas disiplin ilmu. Hal ini juga dapat menjadi titik balik dalam arti bahwa melalui proyek-proyek tersebut semua anggota universitas yang berpartisipasi akan terpengaruh. Banyak kegiatan saat ini berfokus pada individu-individu tertentu di universitas, dan banyak mahasiswa dan staf lain yang tidak terlibat dalam kegiatan tersebut tidak mengenal AUN dan kegiatannya. Sebagian besar pertukaran dan pertemuan, misalnya, meskipun berhasil, dampaknya terhadap universitas secara keseluruhan tergolong kecil. Penjelasannya terletak pada karakter kegiatan yang bersifat top-down, dengan keterlibatan yang tinggi dari tingkat pusat universitas (dan di beberapa negara tingkat kementerian) dan hanya keterlibatan yang terbatas dari fakultas.[1]

Anggota inti AUN

Saat ini, AUN terdiri dari 30 universitas anggota inti di 10 negara ASEAN:[2]

Anggota asosiasi AUN

Saat ini, AUN terdiri dari 165 universitas anggota asosiasi di 9 negara ASEAN:[2]

Referensi

  1. ^ Source: Beerkens, H.J.J.G. (2004) Global Opportunities and Institutional Embeddedness; Higher Education Consortia in Europe and Southeast Asia (PhD Dissertation). Enschede: Cheps/UT. Available at: http://www.beerkens.info/files/phd.pdf
  2. ^ a b "AUN Member Universities". ASEAN University Network. Diakses tanggal 10 March 2023.

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement