Jan Cock Blomhoff

Infobox orangJan Cock Blomhoff

Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran5 Agustus 1779 Suntingan nilai di Wikidata
Amsterdam Suntingan nilai di Wikidata
Kematian15 Agustus 1853 Suntingan nilai di Wikidata (74 tahun)
Amersfoort Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaankolektor seni, direktur, agen komersial Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
Pasangan nikahTitia Bergsma Suntingan nilai di Wikidata
AnakJohannes Cock Blomhoff (mul) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Orang tuaJohannes Blomhoff (en) Terjemahkan Suntingan nilai di WikidataDorothea Cock (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Penghargaan
Jan Cock Blomhoff - pengurus ("opperhoofd") Dejima, koloni dagang Belanda di pelabuhan Nagasaki, Jepang, bersama putranya, Johannes, di pelukan Petronella Muns, seorang ibu susu Belanda. (pelukis tak diketahui)
Jan Cock Blomhoff dan istrinya, Titia Bergsma; putranya, Jantje; seorang ibu susu, dan dua pembantu Jawa. Lukisan Jepang, circa 1817.

Jan Cock Blomhoff (5 Agustus 1779 – 15 Agustus 1853) adalah pengurus ("opperhoofd") Dejima, koloni dagang Belanda di pelabuhan Nagasaki, Jepang, 1817 - 1824,[1] menggantikan Hendrik Doeff.

Pada masa kerja pertamanya di pulau ini (1809–1813), ia menjalin hubungan dengan seorang perempuan Jepang dan keduanya dikaruniai seorang anak (meninggal tahun 1813).

Setibanya Dejima untuk kedua kali pada bulan Agustus 1817, ia didampingi istrinya, Titia Bergsma (menikah tahun 1815); putranya, Johannes; Petronella Muns, seorang ibu susu Belanda; dan seorang pembantu Indonesia. Perempuan dan anak-anak asing tidak diperkenankan tinggal di Jepang saat itu. Mereka menetap sampai Desember 1817. Dalam waktu singkat saja, para seniman yang belum pernah melihat perempuan asing langsung tertarik dengan keluarga mereka. 500 lukisan keluarga ini pun tersebar ke seluruh Jepang.

Lihat pula

Catatan kaki

  1. ^ Historiographical Institute. (1988). Historical documents relating to Japan in foreign countries, Vol. I, p. 65.

Referensi

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement