JL-1
| JL-1 | |
|---|---|
JL-1 di Museum Angkatan Laut Tiongkok. Foto diambil 10 Maret 2023. | |
| Jenis | Rudal balistik berbasis kapal selam |
| Negara asal | |
| Sejarah pemakaian | |
| Masa penggunaan | 1986–? |
| Digunakan oleh | Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat |
| Sejarah produksi | |
| Perancang | Akademi Teknologi Propulsi Roket Tiongkok |
| Tahun | Akhir 1970-an |
| Diproduksi | 1980-an |
| Jumlah produksi | Tidak diketahui |
| Spesifikasi | |
| Berat | 14.700 kg |
| Panjang | 10,70 m |
| Diameter | 1,34 m |
| Daya jelajah | 1.700 km (JL-1), 2.500 km (JL-1A) |
| Sistem pemandu |
Inersial, astronomi, dan satelit |
| Akurasi | ~600 m CEP |
| Alat peluncur |
Kapal selam (Type 031, Type 092) |
Julang-1 (Hanzi: 巨浪-1; harfiah: "Huge Wave-1"), disingkat JL-1 dan dikenal oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat dengan penamaan CSS-N-3, adalah rudal balistik berbasis kapal selam pertama yang dikembangkan oleh Republik Rakyat Tiongkok.[1]
Penelitian dan pengembangan rudal ini dimulai pada tahun 1967, sementara desain rinci diselesaikan pada awal dekade 1970-an. Peluncuran uji coba pertama dari darat dilakukan pada 30 April 1982, diikuti oleh peluncuran dari laut menggunakan kapal selam kelas Golf (Project 629A) pada 12 Oktober 1982.
Perancang umum sistem senjata ini adalah Huang Weilu (Hanzi: 黄纬禄; 1916–2011), seorang ilmuwan terkemuka dalam bidang teknologi rudal Tiongkok.[1] Ia didampingi oleh akademisi Chen Deren (Hanzi: 陈德仁; 1922 – 21 Desember 2007), yang menjabat sebagai wakil kepala perancang. Proses perakitan rudal dilakukan di Pabrik 307, yang kini dikenal sebagai Nanjing Dawn Group Limited Liability Company (Hanzi: 南京晨光集团有限责任公司).[1]
JL-1 resmi dioperasikan pada tahun 1986, dan menjadi bagian dari sistem persenjataan kapal selam nuklir kelas Xia. Kapal selam ini dilengkapi dengan 12 tabung peluncuran vertikal, menjadikannya kapal selam strategis pertama Tiongkok dengan kapabilitas serangan nuklir dari laut.
Desain dan Teknologi[2]
Julang-1 dirancang sebagai rudal balistik berbasis kapal selam dengan dua tahap pendorong berbahan bakar padat, menjadikannya sistem senjata yang lebih andal dan cepat dalam peluncuran dibandingkan rudal berbahan bakar cair. Rudal ini memiliki panjang sekitar 10,7 meter, diameter 1,34 meter, dan berat peluncuran sekitar 14.700 kilogram.
Dengan sistem pemandu gabungan—terdiri dari navigasi inersia, koreksi celestial, dan pembaruan berbasis satelit. JL-1 mampu mencapai target sejauh 1.700 kilometer (varian JL-1A dapat mencapai hingga 2.500 kilometer), dengan akurasi yang diperkirakan memiliki deviasi melingkar (CEP) sekitar 600 meter. Hulu ledaknya membawa satu kepala nuklir dengan daya ledak antara 200 hingga 1.000 kiloton. Desain ini merepresentasikan upaya awal Tiongkok dalam mengembangkan kemampuan second-strike berbasis laut untuk memperkuat postur deterrent strategisnya.
Uji Coba dan Peluncuran[2]
Pengembangan JL-1 melalui serangkaian uji coba intensif sejak awal 1980-an. Peluncuran darat pertama berlangsung sukses pada 17 Juni 1981 dari fasilitas peluncuran di Taiyuan (Wuzhai), menandai validasi awal dari sistem propulsi dan pemandunya. Uji peluncuran berikutnya dilakukan dari tabung simulasi peluncur pada 7 Januari dan 22 April 1982, juga di Taiyuan. Uji coba peluncuran bawah air pertama dilakukan pada 7 Oktober 1982 dari kapal selam diesel-listrik Type 031 (kelas Golf), tetapi gagal akibat kehilangan kendali yang menyebabkan rudal dihancurkan secara otomatis. Lima hari kemudian, pada 12 Oktober 1982, peluncuran berhasil dilakukan dari kapal selam yang sama di Laut Bohai, menandai uji bawah air pertama yang sukses.
Setelah pengujian tambahan, peluncuran dari kapal selam nuklir Type 092 (kelas Xia) dilakukan pada 28 September 1985, tetapi kembali mengalami kegagalan. Dua peluncuran berikutnya pada 15 dan 27 September 1988 akhirnya berhasil, memastikan kemampuan operasional rudal JL-1 dari platform strategis bawah laut. Keberhasilan ini memungkinkan finalisasi desain rudal dan penerimaan sistem ke dalam layanan operasional Angkatan Laut Tiongkok.
Varian[3]
Versi dasar JL-1 adalah rudal dua tahap berbahan bakar padat dengan jangkauan sekitar 1.700 kilometer. Dalam pengembangan berikutnya, Tiongkok memperkenalkan varian JL-1A yang memiliki peningkatan pada sistem navigasi dan jangkauan maksimum hingga 2.500 kilometer. JL-1A diyakini dilengkapi dengan sistem pemandu yang lebih canggih, menggabungkan panduan inersial, astronomi, dan satelit untuk meningkatkan akurasi hingga sekitar 600 meter CEP (Circular Error Probable).
Meskipun hanya membawa satu hulu ledak dengan daya ledak antara 200 hingga 1.000 kiloton, JL-1 dan varian lanjutannya dirancang untuk memberikan kemampuan serangan balik strategis dari bawah laut. Namun, keterbatasan jangkauan JL-1 membuat rudal ini secara strategis inferior dibanding rudal balistik kapal selam (SLBM) negara lain. Hal ini mendorong Tiongkok untuk mengembangkan penerus JL-1, yaitu JL-2, dengan jangkauan antar-benua dan kemampuan muatan ganda.
Referensi
- ^ a b c China Military - Huang Weilu
- ^ a b "中国JL-1(CSS-N-3)潜射弹道导弹_JuLang 1 (CSS-N-3) Submarine-Launched Ballistic Missile_GlobalMil-环球防务网". globalmil.com. Diakses tanggal 2025-04-05.
- ^ "JL-1". Weaponsystems.net (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-04-05.
Bacaan Lanjutan
- Norris, Robert, Burrows, Andrew, Fieldhouse, Richard "Nuclear Weapons Databook, Volume V, British, French and Chinese Nuclear Weapons, San Francisco, Westview Press, 1994, ISBN 0-8133-1612-X
- Lewis, John Wilson and Xue Litai, "China's Strategic Seapower: The Politics of Force Modernization in the Nuclear Age," Stanford, 1994.
Lihat Pula
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


