Istana Gerbang Emas

Istana Gerbang Emas atau Istana Kubah Hijau adalah sebuah istana yang dibangun di Bagdad pada masa pemerintahan Khalifah Al-Mansur dalam Kekhalifahan Abbasiyah. Penamaan istana didasarkan oleh lapisan emas pada gerbang istana dan penggunaan kubah berwarna hijau. Bentuk Istana Gerbang Emas adalah segi empat dengan panjang masing-masing sisi sekitar 200 meter. Di samping Istana Gerbang Emas terdapat Masjid Jami' Al-Mansur.
Penamaan
Istilah gerbang emas pada nama Istana Gerbang Emas merujuk kepada lapisan emas yang terdapat pada gerbang istana.[1] Nama lain untuk Istana Gerbang Emas ialah Istana Kubah Hijau.[2] Penamaan Istana Kubah Hijau disematkan karena kubah yang digunakan pada istana berwarna hijau.[3] Kubah hijau pada Istana Gerbang Emas memiliki ukuran yang besar.[4]
Pembangunan dan arsitektur
Istana Gerbang Emas dibangun oleh Kekhalifahan Abbasiyah pada masa pemerintahan Khalifah Al-Mansur.[5] Lokasi pembangunan Istana Gerbang Emas terletak di tengah kota Bagdad. Gaya arsitektur yang diterapkan pada Istana Gerbang Emas ialah arsitektur Persia.[6] Istana Gerbang Emas dibangun berbentuk segi empat dengan panjang masing-masing sisinya sekitar 200 meter. Bahan bangunan yang digunakan untuk membangun Istana Gerbang Emas ialah batu kapur dan batu bata.[7]
Kubah yang terdapat di atas Istana Gerbang Emas dibuat setinggi 130 kaki.[8] Bahan pembuatan kubah istana berupa zamrud berwarna hijau.[9] Pada puncak kubah Istana Gerbang Emas terdapat sebuah patung berbentuk penunggang kuda.[10]
Kegunaan
Istana Gerbang Emas dibangun sebagai tempat tinggal dan tempat menyelenggarakan pemerintahan bagi Khalifah Al-Mansur dan tempat tinggal bagi para penerusnya.[11] Penghuni Istana Gerbang Emas terdiri dari khalifah dan istrinya serta anak-anaknya. Selain itu, Istana Gerbang Emas juga menjadi tempat tinggal bagi para pengawal dan para budak yang bekerja untuk istana.[12]
Lingkungan sekitar
Di samping Istana Gerbang Emas terdapat sebuah masjid yang dibangun untuk menegaskan bahwa Kekhalifahan Abbasiyah memerintah dengan Islam sebagai landasan utamanya. Nama masjidnya ialah Masjid Jami' Al-Mansur. Ukuran Masjid Jami' Al-Mansur adalah 100 × 100 meter dengan kubah setinggi 130 kaki.[5] Di sekeliling Istana Gerbang Emas terdapat rumah-rumah milik rakyat yang dibangun atas izin khalifah. Keberadaan rumah-rumah milik rakyat merupakan kebijakan khalifah untuk tetap hidup berdekatan dan tidak terpisah dari rakyatnya.[13]
Referensi
- ^ Ishak, Zulkarnaen (Januari 2018). Iyubenu, Edi AH (ed.). Fantasmagoria: Citra, Tubuh, Teks. Bantul: Basabasi. hlm. 85. ISBN 978-602-6651-72-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Supriyadi (2015). Renaisans Islam. Jakarta: Penerbit PT Elex Media Komputindo. hlm. 148. ISBN 978-602-02-5876-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Ahmad Rofi', Usmani (Oktober 2016). Dawami, I., dan Intan, N. (ed.). Islamic Golden Stories: Tanggung Jawab Pemimpin Muslim. Sleman: Penerbit Bunyan. hlm. 155. ISBN 978-602-291-266-8. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Bobrick, Benson (Maret 2013). Kejayaan Sang Khalifah Harun ar-Rasyid: Kemajuan Peradaban Dunia pada Zaman Keemasan Islam [The Caliph's Splendor: Islam and the West in the Golden Age of Baghdad]. Diterjemahkan oleh Aunullah, Indi. Jakarta: Pustaka Alvabet. hlm. 212. ISBN 978-602-9193-30-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b al-Azizi, Abdul Syukur (November 2017). Sejarah Terlengkap Peradaban Islam. Kota Yogyakarta: Noktah. hlm. 174. ISBN 978-602-61834-6-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Qorib, M., dan Wirian, O. (2023). Zailani dan Zuliana (ed.). Islam dan Peradaban: Sejarah, Perkembangan, dan Spirit Moderasi Piagam Madinah. Bandung: CV. Bildung Nusantara. hlm. 116. ISBN 978-623-8588-01-5. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Mahasnah, Muhammad Husain (Mei 2016). Zirzis, Achmad (ed.). Pengantar Studi Sejarah Peradaban Islam [Adhwa' ala Tarikh Al-Ulum inda Al-Muslimin]. Diterjemahkan oleh Misbah, Muhammad. Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar. hlm. 235. ISBN 978-979-592-745-7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Nichols, Susan (2017). Al-Karaji: Tenth-Century Mathematician and Engineer (dalam bahasa Inggris). New York: Rosen Publishing Group, Incorporated. hlm. 33. ISBN 978-1-5081-7136-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Donikian, Ardemis (2023). A Vacation in Baghdad and Beyond (dalam bahasa Inggris). Trafford Publishing. hlm. 14. ISBN 978-1-4907-7672-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Hinds, Kathryn (2009). The Palace (dalam bahasa Inggris). Marshall Cavendish Benchmark. hlm. 24. ISBN 978-0-7614-3088-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Le Strange, Guy (2011). Baghdad: During the Abbasid Caliphate (dalam bahasa Inggris). Kota New York: Cosimo, Incorporated. hlm. 32. ISBN 978-1-61640-532-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Kotapish, Dawn (2000). Daily Life in Ancient and Modern Baghdad (dalam bahasa Inggris). Minneapolis: Runestone Press. hlm. 9. ISBN 0-8225-3219-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Pirotta, Saviour (2019). The Golden Horsemen of Baghdad (dalam bahasa Inggris). London: Bloomsbury Publishing. hlm. 139. ISBN 978-1-4729-5597-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


