Isolasi sosial

Isolasi sosial adalah pemisahan suatu hal dari hal lain atau usaha untuk memencilkan manusia dari manusia lain. Keadaan tersebut berbeda dari kesendirian, yang merefleksikan kurangnya kontak temporer dan sukarela dengan manusia lain di dunia. Isolasi sosial dapat menjadi masalah bagi orang-orang dari berbagai usia, meskipun dampaknya dapat berbeda menurut kelompok usia.[1] Isolasi sosial bisa terjadi karena berbagai alasan seperti tinggal jauh dari keluarga dan teman, rasa malu, kurang percaya diri dan keterampilan sosial, dan kesulitan membuat koneksi baru.Orang yang terisolasi secara sosial sering merasa tersisih, ditolak, dan tidak bahagia.[2]

Klien yang mengalami isolasi sosial. biasanya ditandai dengan adanya afek datar, afek sedih, lesu, kontak mata kurang, menolak berinteraksi dengan orang lain atau lingkungan sekitar, menarik diri, merasa tidak nyaman ditempat umum, dan merasa asyik dengan pikirannya sendiri.[3]

Pemanfaatan IoT dalam Mengurangi Isolasi Sosial

Kemajuan Internet of Things (IoT) memberikan berbagai solusi untuk mengurangi dampak tersebut dengan menciptakan konektivitas yang melampaui batas ruang dan waktu. Melalui perangkat cerdas seperti panggilan video, aplikasi komunitas online, sensor kesehatan, hingga chatbot pendamping virtual, individu dapat tetap berinteraksi, memantau kondisi kesehatannya, serta merasa lebih dekat dengan keluarga dan lingkungan sosialnya.

Meskipun bermanfaat, penggunaan IoT yang berlebihan menimbulkan tantangan baru berupa ketergantungan digital, kecemasan, serta berkurangnya interaksi tatap muka.[4] Untuk itu, literasi digital, pemanfaatan komunitas virtual, serta regulasi yang jelas diperlukan agar IoT berfungsi sebagai sarana yang sehat dalam menjaga relasi sosial dan mencegah isolasi.

Penanganan Isolasi Sosial Menggunakan Internet of Things

Pada era modern, isolasi sosial menjadi permasalahan serius yang dihadapi oleh populasi manusia, terutama pada lansia. Lansia yang aktif menggunakan pemanfaatan teknologi digital  memiliki tingkat  kesejahteraan hidup lebih tinggi. Namun, hanya sekitar 30% lansia yang aktif memanfaatkan penggunaan digital. Kesenjangan ini berpotensi sebagai dampak negatif yang dapat menimbulkan isolasi sosial. Oleh karena itu, diperlukan penanganan yang tepat dalam mengatasi isolasi sosial pada lansia.

Penggunaan internet menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi isolasi sosial pada lansia.  Media sosial kini menjadi salah satu alat utama yang mampu mempererat hubungan sosial meskipun terdapat hambatan jarak geografis .[5] Aplikasi seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram dapat menjadi sarana komunikasi yang efektif untuk membantu meminimalisir isolasi sosial pada lansia. Dengan adanya interaksi sosial yang terhubung melalui platform online, seperti panggilan video, bertukar pesan, dan partisipasi dalam diskusi komunitas digital dapat membantu lansia mengurangi perasaan kesepian, tetapi tetap meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Meskipun penggunaan internet menjadi solusi dalam penanganan isolasi sosial, tetapi sebagian besar lansia masih mengalami kesulitan dalam memahami cara kerja perangkat digital. Oleh karena itu, diperlukan literasi digital untuk meningkatkan pemahaman lansia dalam penggunaan internet. Pembentukan komunitas program pelatihan literasi digital yang mencakup sosialisasi, pelatihan interaktif, penerapan teknologi, pendampingan personal, serta evaluasi berkelanjutan dapat menjadi solusi efektif dalam peningkatan kemampuan literasi digital pada lansia.Program tersebut dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam berbagai aspek pada kehidupan sosial lansia.

Referensi

  1. ^ Khullar, Bhruv. "How Social Isolation Is Killing Us". The New York Times. The New York Times. Diakses tanggal January 26, 2017.
  2. ^ RAIHAN ALGHIFARI, MUHAMMAD (2023). "Representasi Sepi Dalam Bentuk Film Mokumenter Eksperimental Dengan Judul Tulisan Berlisan". Open Library Telkom University.
  3. ^ Piana, Elma; Hasanah, Uswatun; Inayati, Anik (2021-12-18). "PENERAPAN CARA BERKENALAN PADA PASIEN ISOLASI SOSIAL". Jurnal Cendikia Muda (dalam bahasa American English). 2 (1): 71–77.
  4. ^ Helsper, E.J. "Digital Connection and Social Disconnection: The Socio-Psychological Paradox of IoT in Society".
  5. ^ Andriati, Dea Andini; Patria, Muhammad (2025-02-17). "Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Sarana Interaksi Sosial Bagi Lansia di Sekolah Ramah Lansia, Kelurahan Jatisampurna, Kota Bekasi". Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia. 5 (1): 119–124. doi:10.52436/1.jpmi.3384. ISSN 2775-3026.

Bacaan tambahan

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement