Isabelle Dinoire

Isabelle Dinoire (3 Februari 1967 - 22 April 2016) adalah seorang wanita Prancis yang menjadi orang pertama di dunia yang menerima transplantasi sebagian wajah. Operasi bersejarah ini dilakukan pada tanggal 27 November 2005 untuk memperbaiki wajah yang hancur akibat serangan anjing.[1] [2]

Latar Belakang Kasus

Pada bulan Mei 2005, Dinoire pingsan setelah meminum obat tidur dalam jumlah besar. Saat dia tidak sadarkan diri, Labradornya mencoba membangunkannya. Selama upaya ini, anjing tersebut menggigit wajah Dinoire, menyebabkan kerusakan parah pada hidung, bibir, dan dagunya. Lukanya begitu luas sehingga dokter mengatakan rekonstruksi wajah konvensional tidak akan memberikan hasil fungsional atau kosmetik.[2]

Operasi transplantasi bersejarah

Dinoire menjalani operasi transplantasi wajah selama 15 jam di Rumah Sakit Universitas Amiens, Prancis. Tim medis dipimpin oleh ahli bedah Profesor Jean-Michel Dubernard dan Profesor Bernard Devauchelle.

Donor: Jaringan wajah diperoleh dari donor batang otak yang telah meninggal.

Prosedur: Dokter mencangkok jaringan wajah berbentuk “segitiga” yang terdiri dari hidung, mulut, dan dagu untuk menggantikan bagian wajah Dinoire yang hilang.

Pasca operasi: Pada bulan Februari 2006,

Dinoire membuat penampilan publik pertamanya pada konferensi pers. Meski pidatonya belum sempurna, ia mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan hidup kedua yang diberikan kepadanya.[1][2]

Kehidupan setelah operasi dan tantangan medis

Meskipun operasinya dianggap sukses secara teknis, Dinoire akan menghadapi tantangan psikologis dan fisik yang besar selama sisa hidupnya. Ia harus mengonsumsi obat penekan sistem kekebalan tubuh (imunosupresan) seumur hidup agar tubuhnya tidak menolak jaringan donor. Di tahun-tahun terakhir hidupnya, tubuh Dinoire mulai menunjukkan tanda-tanda penolakan implan. Konsumsi obat kuat dalam jangka panjang juga berdampak pada kesehatan, terutama menyebabkan munculnya penyakit kanker. [1][2]

Kematian

Isabelle Dinoire meninggal pada 22 April 2016 pada usia 49 tahun. Rumah sakit tidak mengumumkan kematiannya hingga beberapa bulan kemudian untuk melindungi privasi keluarga. Tim medis mengatakan dia meninggal karena penyakit kanker ganas yang sulit diobati, kemungkinan diperparah dengan obat anti penolakan yang diminumnya selama 11 tahun.[1][2]

Dampak dalam Kedokteran

Kasus Dinoire membuka jalan bagi lusinan operasi transplantasi wajah lainnya di seluruh dunia, termasuk di Amerika Serikat, Spanyol, dan Türkiye. Meskipun awalnya kontroversial secara etika, prosedur ini kini diakui sebagai solusi medis bagi pasien dengan cacat wajah parah yang tidak dapat diperbaiki dengan bedah kosmetik konvensional.[1]

Referensi

  1. ^ a b c d e "Penerima transplantasi wajah pertama meninggal dunia". BBC News Indonesia. 2016-09-06. Diakses tanggal 2026-04-12.
  2. ^ a b c d e "Penerima Transplantasi Wajah Pertama Meninggal Dunia". detik news Indonesia. 2016-09-07. Diakses tanggal 2026-04-12.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement