Indonesia Air Transport
| |||||||
| Didirikan | 1968 | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Penghubung | Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma | ||||||
| Armada | 1 | ||||||
| Tujuan | 4 dijadwalkan | ||||||
| Perusahaan induk | MNC Media | ||||||
| Kantor pusat | Jakarta, Indonesia | ||||||
| Situs web | www | ||||||
Indonesian Air Transport (IAT atau kadang disebut INDAT) adalah maskapai penerbangan dan perusahaan penerbangan yang berbasis di Jakarta, Indonesia. Maskapai ini menyediakan berbagai layanan penerbangan baik untuk industri minyak, gas, dan pertambangan di dalam dan luar negeri di Indonesia dan Asia Tenggara. Basis utamanya adalah Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta.[1] Perusahaan juga memiliki hub sekunder untuk klien industri minyak dan gasnya di Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Kalimantan Timur, dan mengoperasikan layanan terjadwal terbatas dari Bandar Udara Internasional Ngurah Rai di Pulau Bali hingga Pulau Lombok dan Flores. Indonesia Air Transport terdaftar dalam kategori 1 oleh Otoritas Penerbangan Sipil Indonesia untuk kualitas keselamatan penerbangan.[2] Perusahaan ini menyediakan transportasi penumpang dan kargo udara, layanan penyewaan dan penyewaan pesawat, perbaikan pesawat, dan fasilitas pelatihan. IAT juga memasok peralatan teknis penerbangan dan suku cadang. Maskapai ini mengoperasikan berbagai jenis pesawat sayap tetap dan helikopter.[3]
Operasi lainnya termasuk pekerjaan sewa pariwisata, pemetaan foto dan misi survei magnometer, layanan jet eksekutif, dukungan operasi medis dan medevac, kebutuhan kargo udara termasuk operasi dari landasan udara yang pendek atau tidak diperbaiki, fasilitas pemeliharaan di Jakarta dan Balikpapan dan Kalimantan Timur. Indonesia Air Transport memiliki sertifikasi dari Departemen Perhubungan Republik Indonesia dan Eurocopter mengklaim lebih dari 20.000 jam terbang aman dengan helikopter SA365 Dauphin C2.[4]
Sejarah
Maskapai ini didirikan dan mulai beroperasi pada tahun 1968, awalnya untuk melayani penerbangan bagi perusahaan minyak milik negara Pertamina dan kontraktor asing perusahaan minyak lainnya. Maskapai ini dioperasikan oleh PT Indonesia Air Transport (didirikan 2020), yang merupakan hasil spin-off dari perusahaan asli bernama PT MNC Energy Investments Tbk (d/h PT Indonesia Air Transport Tbk) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.[5] Sejak Oktober 2024 perusahaan ini tidak lagi menjadi bagian grup MNC.[6]
Armada
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. (January 2026) |
Armada dari Indonesia Air Transport meliputi:
| Pesawat | Jumlah | Pesanan | Penumpang | Rute |
|---|---|---|---|---|
| Embraer 135 BJ | 1 | 0 | 13 | |
| Atr 42-500 | 1 | 0 | 46 | |
| Total | 2 | 0 | Last updated: 17 January 2026 |
Mantan Armada dari Indonesia Air Transport yang pernah meliputi:
| Pesawat | Jumlah | Pesanan | Penumpang | Rute |
|---|---|---|---|---|
| Dauphin SA 365 N2 (helikopter) | 1 | 0 | 11 | Operasi carter |
| Eurocopter EC 155 B1 (helikopter) | 3 | 0 | 13 | Operasi carter |
| Eurocopter EC 155 B (helikopter) | 1 | 0 | 13 | Operasi carter |
| Fokker 50 | 3 | 0 | 58 | Rute domestik/didaftarkan di IAT sebagai PK-TSN, PK-TSO, PK-TSP |
| ATR 42-300QC | 1 | 0 | 45 | Rute domestik/carter |
| ATR 42-500 | 2 | 0 | 71 | Domestik/Operasi carter, ATR-42-500 perdana dicarter PT Badak NGL. registrasi PK-THT. Satu mengalami Kecelakaan[7] |
| Total | 12 | 0 | Last updated: 17 January 2026 |
Insiden dan kecelakaan
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. (January 2026) |
Pada 17 Januari 2026, Sebuah Pesawat ATR 42-500, Registrasi sebagai PK-THT, Tabrak dekat Daerah Maros dengan 11 Orang di dalam. Awalnya Pernerbangaan ini Menghilang Kontak. [8]
Ekspansi
Pada September 2012, perusahaan ini melakukan perubahan pada Surat Izin Usaha Pererbangan ke Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk menyediakan layanan penerbangan di kelas menengah dengan menjadikan Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara, Bandung sebagai bandar udara penghubungnya.[9]
Tujuan
Jawa
Sumatera
- Bandar Udara Internasional Minangkabau, Padang
- Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang
- Bandar Udara Internasional Polonia, Medan
- Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru
Kalimantan
- Bandar Udara Supadio, Pontianak
- Bandar Udara Susilo, Sintang
- Bandar Udara Iskandar, Pangkalanbun
- Bandar Udara Rahadi Oesman, Ketapang
Sulawesi
- Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar
- Bandar Udara Sorowako, Sorowako
- Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufrie, Palu
Referensi
- ^ "Directory: World Airlines". Flight International. 2007-04-03. hlm. 93.
- ^ ".:: Directorate General of Civil Aviation ::". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-02-22. Diakses tanggal 2010-04-23.
- ^ Company description ft.com, downloaded 19.9.2010
- ^ Pt Indonesia Air Transport - Services accessed 18 September 2010
- ^ Business Profile of Indonesia Transport & Infrastructure Tbk PT
- ^ AR IATA 2024
- ^ https://www.metrotvnews.com/read/NxGCPQxZ-pesawat-atr-42-500-indonesia-air-transport-hilang-kontak-saat-manuver-pendekatan-ke-bandara-hasanuddin
- ^ https://www.metrotvnews.com/read/K5nCRmBV-warga-dengar-suara-ledakan-di-lokasi-diduga-jatuhnya-pesawat-atr-400-indonesia-air-transport
- ^ "November 2012, Indonesia Air Transport Beroperasi". 20 September 2012.
- ^ "Indonesia Air: Jadwal penerbangan". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-06-01. Diakses tanggal 2013-06-05.
Pranala luar
- (Inggris) Situs web resmi
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


