Imagined Communities
| Pengarang | Benedict Anderson |
|---|---|
| Bahasa | Inggris |
| Diterbitkan | 1983, 1991, 2006 |
| ISBN | ISBN 0860910598 |
Imagined Communities: Reflections on the Origin and Spread of Nationalism adalah sebuah buku yang ditulis Benedict Anderson. Buku ini menganalisis perkembangan nasionalisme dalam kurun waktu dan kawasan yang berbeda di dunia. Dalam buku ini, ia memperkenalkan konsep komunitas terbayang untuk menjelaskan kelompok sosial—khususnya bangsa—dan istilah itu kemudian populer serta menjadi istilah standar dalam ruang lingkup kajian sosial. Buku ini pertama kali terbit tahun 1983 dan diterbitkan ulang pada tahun 1991 dengan bab tambahan dan 2006 dengan beberapa revisi.
Buku ini secara luas dianggap berpengaruh dalam ilmu sosial;[1] Eric Zuelow menyebut buku ini "mungkin buku yang paling banyak dibaca berkaitan dengan nasionalisme".[2]
Argumen historis
Berdasarkan teorinya, Benedict Anderson mendasari klausa perkembangan nasionalisme berdasarkan hal-hal berikut:
- meningkatnya tingkat literasi bahasa vernakular
- gerakan yang menuntut penghapusan konsep kepemimpinan berdasarkan hak ilahi dan hak pewarisan ("konsep ini lahir di era ketika Pencerahan dan Revolusi menghancurkan legitimasi kerajaan dinasti hierarkis yang ditetapkan secara ilahiah....negara-negara bermimpi untuk menjadi bebas...Pengukur dan lambang kebebasan ini adalah negara berdaulat..."
- munculnya kapitalisme percetakan ("konvergensi kapitalisme dan teknologi cetak... standarisasi kalender, jam, dan bahasa nasional diwujudkan dalam buku dan penerbitan surat kabar harian")[3]
Bangsa sebagai Komunitas Terbayang
Menurut Anderson, bangsa adalah hasil dari konstruksi sosial.[4] Bagi Anderson, gagasan tentang "bangsa" relatif baru dan merupakan produk dari berbagai kekuatan sosial-material. Ia mendefinisikan bangsa sebagai "komunitas politik yang dibayangkan—dan dibayangkan sebagai sesuatu yang secara inheren terbatas dan berdaulat".[5] Seperti yang dikatakan Anderson, bangsa adalah "sesuatu yang terbayang karena para anggota bangsa terkecil sekalipun tidak bakal tahu dan takkan kenal sebagian besar anggota lain, tidak akan bertatap muka, bahkan mungkin tidak pula pernah mendengar tentang mereka. Namun toh di benak setiap orang yang menjadi anggota bangsa itu hidup sebuah bayangan tentang kebersamaan mereka."[5] Meskipun anggota komunitas mungkin tidak akan pernah mengenal satu sama lain, secara langsung, mereka mengidentifikasi diri sebagai bagian dari bangsa yang sama dan mungkin memiliki kehendak yang sama. Dalam benak anggotanya, mereka memiliki sebuah gambaran mental tentang kedekatan mereka: kebangsaan yang dirasakan bersama anggota bangsa Anda yang lain ketika "komunitas yang dibayangkan" Anda berkonflik dengan bangsa tetangga atau ketika berpartisipasi dalam acara internasional seperti Olimpiade.
Nasionalisme dan komunitas terbayang
Menurut teori komunitas terbayang Anderson, pemicu utama nasionalisme adalah hilangnya keeksklusifan bahasa tertentu (misalnya Latin) karena masyarakat semakin melek huruf dalam bahasa rakyat; adanya gerakan untuk menghapus pemerintahan berasas agama dan kerajaan yang diwariskan; dan munculnya kapitalisme mesin cetak ("bertemunya kapitalisme dan teknologi percetakan... standardisasi kalender, jam, dan bahasa nasional terwujud lewat buku dan surat kabar harian")[2] Fenomena-fenomena tersebut terjadi bersamaan dengan Revolusi Industri.[2]
Referensi
- ^ Mylonas, Harris; Tudor, Maya (2021-05-11). "Nationalism: What We Know and What We Still Need to Know". Annual Review of Political Science (dalam bahasa Inggris). 24 (1): 109–132. doi:10.1146/annurev-polisci-041719-101841. ISSN 1094-2939.
- ^ a b c "The Nationalism Project: Books by Author A-B". nationalismproject.org. Diarsipkan dari asli tanggal 2006-07-07. Diakses tanggal 2016-04-09.
- ^ "The Nationalism Project: Books by Author A-B". nationalismproject.org.
- ^ "Benedict Anderson" (PDF).
- ^ a b Anderson, Benedict R. O'G. (1991). Imagined communities: reflections on the origin and spread of nationalism (Edisi Revised and extended.). London: Verso. hlm. 6–7. ISBN 978-0-86091-546-1. Diakses tanggal 5 September 2010.
Pranala luar
- A review of the 2006 edition in the London Review of Books, Vol. 28 No. 18 · 21 September 2006, pages 6–8
- A review of the 1983 edition by Anthony Reid published Pacific Affairs, Vol. 58, No. 3 (Autumn, 1985), pp. 497–499
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


