Identifikasi korban bencana

Identifikasi korban bencana (Inggris: disaster victim identification, disingkat DVI) adalah proses mengidentifikasi jenazah yang meninggal dalam insiden kematian massal seperti kecelakaan pesawat atau ledakan bom.[1][2] Proses ini dapat memakan waktu untuk menghindari kesalahan identifikasi. Teknik yang digunakan meliputi pengambilan sidik jari, identifikasi data gigi, dan profil DNA.

Proses DVI biasanya mengikuti pendekatan empat fase yang terstruktur: pemeriksaan tempat kejadian, pengumpulan data post-mortem, pengumpulan data ante-mortem, dan rekonsiliasi. Tim DVI khusus, biasanya terdiri dari ahli patologi forensik, ahli odontologi, ahli sidik jari, dan analis DNA, dikerahkan untuk mengelola proses ini. Koordinasi antara badan internasional dan nasional umum terjadi selama bencana skala besar, dengan protokol standar yang dipandu oleh organisasi seperti INTERPOL, yang mengeluarkan pedoman DVI pertamanya pada tahun 1984 dan terus memperbaruinya secara berkala.

Referensi

  1. ^ "Disaster victim identification". College of Policing.
  2. ^ "Disaster Victim Identification (DVI)". Interpol.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement