Ibnu Juzayy
Ibnu Juzayy | |
|---|---|
ابن جُزَيّ | |
| Gelar | Syekhul Islam Al-Ḥāfiẓ |
| Kehidupan pribadi | |
| Lahir | 1294 |
| Meninggal | 1340 (umur 45–46) |
| Penyebab kematian | Terbunuh di Pertempuran Tarifa |
| Era | Abad pertengahan |
| Wilayah | Iberia |
| Minat utama | Tafsir, Qiraat, Hadis, Usul fikih, Mazhab teologi Islam, Fikih, Bahasa Arab, Sastra Arab, Puisi |
| Karya terkenal | Al-Tashil li Ulum al-Tanzil Al-Qawanin al-Fiqhiyyah Taqrib al-Wuṣul 'ila Ilm al-Usul |
| Pekerjaan | Ulama, Mufassir, Qiraat, Hakim, Muhaddits, Ahli Ilmu Kalam, Ushul fikih, sastrawan |
| Kehidupan religius | |
| Agama | Islam |
| Denominasi | Sunni |
| Mazhab | Maliki |
| Kepercayaan | Asy'ariyah[1][2] |
| Muslim leader | |
Influenced | |
Muḥammad bin Aḥmad bin ʿAbdullāh bin Yaḥyā bin Yūsuf bin ʿAbdurraḥmān bin Juzayy al-Kalbī al-Gharnāṭī (bahasa Arab: محمد بن أحمد بن عبد الله بن يحيى بن يوسف بن عبد الرحمن بن جُزَي الكلبي الغرناطي), yang lebih dikenal sebagai Ibnu Juzayy (Arab: ابن جُزَيّ), adalah seorang ulama Muslim Sunni Andalusia keturunan Arab. Ia merupakan seorang fakih mazhab Maliki yang terkemuka, ahli teori hukum, mufasir Al-Qur'an, qari, ahli hadis, sejarawan, ahli bahasa Arab, penyair, khatib, orator, serta tokoh sastra.[3][4][5] Ia memperoleh ketenaran sejak usia muda sebagai salah satu ulama terkemuka pada masanya di al-Andalus, dikenal baik karena karya-karya klasiknya maupun karena kematiannya sebagai syahid dalam jihad melawan penaklukan Kristen Spanyol. Ia gugur dalam Pertempuran Tarifa pada tahun 1340.
Silsilah
Asal-usul keluarga Ibnu Juzayy al-Kalbi berasal dari Yaman. Ia merupakan anggota suku Yaman yang dikenal sebagai Kalb al-Quda'iyya. Suku Banu Kalb mencapai Andalusia melalui dua jalur: pertama, melalui para gubernur, yang ditandai dengan masuknya Anbasa bin Suhaym al-Kalbi pada tahun 103 H sebagai gubernur; kedua, melalui para penakluk, yang dipimpin oleh Abu al-Khatar Hussam bin Dirar al-Kalbi pada tahun 125 H. Semua kelompok tersebut berasal dari suku Kalb, meskipun leluhur Ibnu Juzayy al-Kalbi termasuk dalam golongan penakluk. Kakeknya, Sultan Abu Bakr Abdul Rahman Ibnu Juzayy, memperoleh jabatan sebagai pemimpin dan pengelola tunggal wilayah Jaén pada tahun 539 H.[6]
Kehidupan awal
Ibnu Juzayy lahir pada hari Kamis, tanggal 9 Rabi' al-Thani tahun 693 H, yang bertepatan dengan 15 Maret 1294 M, di kota Granada, yang pada saat itu merupakan ibu kota Al-Andalus.[7] Ia berasal dari keluarga terkemuka yang dikenal karena keilmuan dan kesalehannya. Ayahnya, Ahmad Ibnu Juzayy (wafat sekitar 710 H), adalah seorang ulama dan qari. Melalui pengaruh keluarganya inilah ia terdorong untuk menuntut ilmu.[8]
Ibnu al-Khatib berkata: “Ia (semoga Allah merahmatinya) sangat bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, belajar, menulis, dan mengajar, serta mendalami berbagai bidang keilmuan: bahasa Arab, usul fikih, qira'at Al-Qur'an, hadis, sastra Arab, dan tafsir. Ia menghafal serta memahami pendapat para ulama terdahulu dan mempelajari banyak kitab serta rujukan”.[3]
Guru
Gurunya yang terkenal ialah:[8]
- Abu Jaʻfar bin Az-Zubayr
- Abu Al-Hasan bin Samʻoon
- Abu 'Abdullaah bin Al-ʻImaad
Dia juga meriwayatkan dari:[8]
- Abu 'Abdullaah bin Abi ʻAamir bin Rabi'
- Abu Al-Majd bin Abi ʻAli bin Abi Al-Ahwaz
Karier
Setelah tahap ini, Ibnu Juzayy mendedikasikan dirinya untuk mengajar para muridnya Al-Qur'an, kaidah-kaidah qira'at, berbagai riwayat bacaan, serta mengajarkan hadis, khususnya enam kitab hadis utama dalam tradisi Sunni (Kutub al-Sittah), termasuk Muwatta Malik. Ia juga mengajarkan bahasa Arab, tafsir, usul fikih, dan fikih mazhab Maliki. Sejak usia muda, ia telah aktif menulis dan banyak berkarya dalam pemberian fatwa sesuai dengan mazhab Maliki. Ia diangkat sebagai khatib dan memimpin salat di Masjid Agung Granada, meskipun usianya masih muda; masyarakat memuji keilmuan, kesalehan, dan akhlaknya.[7]
Murid
Banyak murid belajar di bawah bimbingannya:
- Lisanuddin Ibnu al-Khatib (d. 776 AH),
- Muhammad bin Muhammad Al-Ansari, dikenal sebagai Ibnu al-Khashab (d. 774 AH),
- Abu Abdullah Al-Shadid (d. setelah 776 AH),
Dan tiga putranya, yaitu:
- Abū ʿAbdallāh Muḥammad Ibn Juzayy (d. 757/1356), seorang katib di bawah Nasrid Sultan Abū l-Ḥajjāj Yūsuf, mengedit Perjalanan Ibnu Batutah atas perintah Marinid Sultan Abu Inan Faris[9]
- Abu Bakr Ahmed bin Muhammad Al-Qadi (d. 758 AH),
- Abu Muhammad Abdullah bin Muhamma
Kematian
Pada tanggal 9 Jumada al-Awwal 741 H, yang bertepatan dengan 30 Oktober 1340 M, Ibnu Juzayy terbunuh dalam Pertempuran Tarifa pada usia 46 tahun. Pertempuran ini terjadi di Andalusia bagian selatan antara pasukan Muslim—yang merupakan aliansi Kesultanan Marinid dan Emirat Granada—melawan pasukan Kristen—yang merupakan aliansi Kerajaan Kastilia dan Kerajaan Portugal. Ibnu Juzayy turut serta bersama pasukan Muslim dan berada di garis depan dalam menyerukan jihad, mendorong mereka untuk berperang serta membangkitkan semangat mereka. Namun, ketika pertempuran berakhir dengan kekalahan pasukan Muslim, Ibnu Juzayy terbunuh dan meninggal sebagai syahid.[10]
Karya
Ibnu Juzayy adalah seorang penulis berbagai bidang, termasuk ilmu tafsir, qira’at, bahasa Arab, hadis, sejarah, fikih, usul fikih, usul agama, serta sejumlah puisi yang tersebar dalam karya-karyanya. Meskipun hidupnya relatif singkat, karya-karyanya meraih ketenaran dan masih banyak dibaca hingga saat ini.[10]
- Al-Tashil li Ulum al-Tanzil ["Mempermudah Ilmu-ilmu Wahyu"] — Kitab ini dianggap sebagai salah satu tafsir Al-Quran terbaik dan paling otentik.
- Al-Qawanin al-Fiqhiyyah ["Hukum-Hukum Fiqih"] — Buku panduan perbandingan yurisprudensi dari empat mazhab Sunni (Maliki, Hanafi, Syafi'i, Hanbali) dengan penekanan pada mazhab Maliki dan catatan tentang pandangan mazhab Hahiri dan lainnya.
- Taqrib al-Wuṣul 'ila Ilm al-Usul ["Jalan Terdekat Menuju Pengetahuan tentang Dasar-Dasar Fiqih Islam"] — Buku populer tentang teori hukum menurut mazhab Maliki.
- Wasilat al-Muslim fī Tahdhīb Ṣaḥīḥ Muslim ["Cara Muslim untuk Memperbaiki Ṣaḥīḥ Muslim"] — Sebuah karya tentang studi hadits.
- Al-Nūr al-Mubayyan fī Qawāʿid ʿAqāʾid al-Dīn ["Cahaya Jelas tentang Prinsip-Prinsip Keyakinan Agama"] — Sebuah risalah tentang akidah dan teologi Islam.
- Al-Mukhtaṣar al-Bārīʿ fī Qirāʾat Nāfiʿ ["Ringkasan yang Baik dari Bacaan Nāfiʿ"] — Sebuah karya ringkas tentang bacaan Al-Qur'an menurut bacaan Nāfiʿ.
- Uṣūl al-Qurrāʾ al-Sittah Ghayr Nāfiʿ ["Prinsip Enam Qari Selain Nāfiʿ"] — Karya lain tentang ilmu bacaan Al-Qur'an.
- Al-Fawāʾid al-ʿĀmmah fī Laḥn al-ʿĀmmah ["Manfaat Umum Mengenai Kesalahan Ucapan Orang Biasa"] — Buku tentang tata bahasa Arab dan ketepatan bahasa.
- Al-Daʿawāt wa al-Adhkār al-Mukharrajah min Ṣaḥīḥ al-Akhbār ["Doa dan Zikir yang Diambil dari Riwayat-riwayat Otentik"] — Kompilasi doa dan zikir otentik.
- Al-Jawāhir al-Ḥisān ["Permata Indah"]
- Kamus Ibnu Juzayy, kumpulan biografi.
Kehidupan pribadi
Ia mempunyai tiga putra. Putranya, Abu Abdullah bin Juzayy, terutama dikenal sebagai penulis yang kepadanya Ibnu Batutah mendiktekan catatan perjalanannya. Ia menulis "Perjalanan Ibn Batutah" (Riḥlat Ibn Baṭūṭah) pada tahun 1352-1355.
Referensi
- ^ Yassin Ghanem Jassim al-Aridi (2024). The Biographical Layers of the Ash'aris: Notable Figures of Ahl al-Sunnah wa'l-Jama'ah. Dar al-Kotob al-'Ilmiyya. hlm. 400–401. ISBN 9786144962350.
- ^ Muhammad ibn 'Alawi al-Maliki (18 July 2008). "The Ash'ari School". As-Sunnah Foundation of America. Diarsipkan dari asli tanggal 12 Jan 2021.
Shaykh al-Islam Ahmad ibn Hajar al-'Asqalani (d. 852/1449; Rahimahullah), the mentor of Hadith scholars and author of the book "Fath al-Bari bi-Sharh Sahih al-Bukhari", which not a single Islamic scholar can dispense with, was Ash'ari. The shaykh of the scholars of Sunni Islam, Imam al-Nawawi (d. 676/1277; Rahimahullah), author of "Sharh Sahih Muslim" and many other famous works, was Ash'ari. The master of Qur'anic exegetes, Imam al-Qurtubi (d. 671/1273; Rahimahullah), author of "al-Jami' li-Ahkam al-Qur'an", was Ash'ari. Shaykh al-Islam Ibn Hajar al-Haytami (d. 974/1567; Rahimahullah), who wrote "al-Zawajir 'an Iqtiraf al-Kaba'ir", was Ash'ari. The Shaykh of Sacred Law and Hadith, the conclusive definitive Zakariyya al-Ansari (d. 926/1520; Rahimahullah), was Ash'ari. Imam Abu Bakr al-Baqillani (d. 403/1013; Rahimahullah), Imam al-'Asqalani; Imam al-Nasafi (d. 710/1310; Rahimahullah); Imam al-Shirbini (d. 977/1570; Rahimahullah); Abu Hayyan al-Gharnati, author of the Qur'anic commentary "al-Bahr al-Muhit"; Imam Ibn Juzayy (d. 741/1340; Rahimahullah); author of "al-Tashil fi 'Ulum al-Tanzil"; and others – all of these were Imams of the Ash'aris.
- ^ a b "Biography of Ibn Juzayy al-Kalbi". islamweb.net (dalam bahasa English). Ministry of Awqaf and Islamic Affairs (Qatar). Diarsipkan dari asli tanggal 20 March 2023. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ^ Al-Zirikli. "Al-'Alam by al-Zirikli". shamela.ws (dalam bahasa Arab). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 August 2021. Diakses tanggal 16 August 2021.
- ^ "عالم الأندلس ابن جزي الغرناطي ومتن عقيدته" [The scholar of al-Andalus Ibn Juzayy al-Gharnati and the text of his creed]. arrabita.ma (dalam bahasa Arab). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 August 2021. Diakses tanggal 25 April 2022.
- ^ Mohamed Fathy Mohamed Abdelgelil 2023, hlm. 19
- ^ a b "Ibn Juzayy al-Maliki (d. 741 AH)". arrabita.ma (dalam bahasa Arab). Muhammadiya Association of Scholars (al-Rabita al-Muhammadiyya lil-'Ulamā' in Morocco). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 August 2021. Diakses tanggal 25 April 2022.
- ^ a b c Mohamed Fathy Mohamed Abdelgelil 2023, hlm. 20
- ^ Elger, R. (2020). Ibn Juzayy, Abū ʿAbdallāh. In K. Fleet, G. Krämer, D. Matringe, J. Nawas and D. J. Stewart (eds.), Encyclopaedia of Islam Three Online. Brill. https://doi.org/10.1163/1573-3912_ei3_COM_30849
- ^ a b Mohamed Fathy Mohamed Abdelgelil 2023, hlm. 21
Bacaan tambahan
- Mohamed Fathy Mohamed Abdelgelil (3 January 2023). Biography of The Interpreter of The Qur'an in Andalusia The World of Qiraat Imam Ibn Juzayy Al-Kalbi. Sultan Sharif Ali Islamic University. hlm. 16–23 – via ResearchGate.
- Ibn Juzayy, Muhammad ibn Ahmad, Tasfiyat al-qulub fi al-wusul ila hadrat 'Allam al-Ghuyub / li-Ibn Juzayy al-Gharnati; dirasat wa-tahqiq Munir al-Qadiri Bu Dashish; taqdim Ahmad al-Tawfiq. al-Tab'ah 1. [Casablanca : s.n.], 1998 ISBN 9981-1951-0-3
- M. Isabel Calero Secall, RULERS AND QĀDĪS: THEIR RELATIONSHIP DURING THE NASRID KINGDOM, in: Journal Islamic Law and Society, Volume 7, Number 2 / June, 2000
- Ibn al-Khatib, al-Ihata fi akhbar Gharnata, ed. M. Inan, 4 vols. (Cairo, 1973–77), I, 157-62;
- Ibn al-Khatib, al-Katiba al-kamina, ed. Ihsan Abbas,(Beirut, 1983), 138-43
- Ibn al-Khatib, al-Lamha al-badriyya fi l-dawla al-nasriyya, ed. Muhibb al-Din al-Khatib, 3rd ed. (Beirut, 1978), 116-18
- Al-Maqqari Nafh al-tib min ghusn al-Andalus al-ratib, ed. I. 'Abbas, Beirut, 1968, t. 8, pp. 40–54
- F.Velazquez Basanta, Retrato jatibiano de Abu Bakr Ya'far Ahmad ibn Yuzayy, otro poeta y qadi al-yama'a de Granada. Anales de la Universidad de Cadiz, IX-X (1992–93), 39-51
- Maria Arcas Campoy, Un tratado de derecho comparado: el Kitàb al-Qawànìn de Ibn Juzayy, pp. 49–57, In: Atti del XIII Congresso dell'Union Européenne d'Arabisants et d'Islamisants (Venezia 1986)he was the one who Ibn Battuta dedicated his life and works to.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


