I Swear (film)

I Swear
Poster penayangan di bioskop
SutradaraKirk Jones
Produser
  • Georgia Bayliff
  • Kirk Jones
  • Piers Tempest
Ditulis olehKirk Jones
Pemeran
Penata musikStephen Rennicks
SinematograferJames Blann
PenyuntingSam Sneade
Perusahaan
produksi
  • Tempo Productions
  • One Story High
DistributorStudioCanal
Tanggal rilis
  • 7 September 2025 (2025-09-07) (TIFF)
  • 10 Oktober 2025 (2025-10-10) (United Kingdom)
Durasi120 menit[1]
NegaraBritania Raya
BahasaInggris

I Swear adalah film drama biografi Skotlandia yang disutradarai, ditulis dan diproduseri oleh Kirk Jones. Film ini diangkat dari kisah nyata John Davidson, seorang pria asal Skotlandia yang hidup dengan sindrom Tourette parah, dan menyoroti kehidupannya sebelum serta sesudah film dokumenter televisi John's Not Mad tahun 1989, pada masa ketika kondisinya tersebut nyaris belum dikenali.[2] Film ini dibintangi oleh Robert Aramayo sebagai Davidson, dengan Maxine Peake, Shirley Henderson dan Peter Mullan sebagai pemeran pendukung. Penampilan Scott Ellis Watson dalam film ini merupakan debutnya sebagai aktor dengan memerankan Davidson muda.

I Swear ditayangkan perdana di Festival Film Internasional Toronto 2025 pada 7 September 2025, dan dirilis di Inggris oleh StudioCanal pada 10 Oktober 2025.

Plot

Pada tahun 1983, John Davidson yang berusia 12 tahun tinggal bersama keluarga kelas pekerjanya di Galashiels, sebuah kota di perbatasan Skotlandia. John bercita-cita menjadi pemain sepak bola dan baru saja memulai masa sekolahnya di Galashiels Academy. Namun, tepat saat seorang pemandu bakat akan memantau kemampuannya sebagai penjaga gawang, John mulai mengalami gejala tics (gerakan spontan) dan echolalia (pengulangan kata) yang tidak terkendali. Bukannya mendapat bantuan, kepala sekolah justru menghukumnya dengan memukul tangan John menggunakan ikat pinggang. Cedera fisik dan gejala tics tersebut membuat performa sepak bolanya menurun drastis, hingga mengecewakan ayahnya. Kondisi John semakin memburuk saat ibunya mengusirnya dari meja makan karena ia meludah sembarangan. Tak lama kemudian, John dan saudara-saudaranya diberi tahu bahwa ayah mereka telah pergi meninggalkan keluarga. Merasa bersalah sebagai penyebab kepergian ayahnya, John mencoba mengakhiri hidup dengan berjalan ke sungai, namun ia berhasil diselamatkan dan terbangun di rumah sakit.

Tiga belas tahun kemudian, pada 1996, John yang kini berusia 25 tahun masih tinggal bersama ibunya dan secara resmi didiagnosis mengidap Sindrom Tourette. Meski sudah mengonsumsi obat-obatan, gejala tics-nya tetap menjadi sumber rasa malu yang besar. Hidupnya mulai berubah saat Murray, teman sekolahnya, pulang dari Australia karena ibunya, Dotty, didiagnosis menderita kanker hati. Dotty, yang merupakan seorang perawat kesehatan mental, menyadari kondisi John dan menanyakan soal pengobatannya. Ia pun meminta John untuk tinggal bersama keluarga mereka. Di bawah bimbingan Dotty, John mulai berhenti mengonsumsi obat-obatan secara bertahap. Dotty berpesan agar John tidak perlu meminta maaf atas kondisinya kepada orang-orang yang sudah paham bahwa perilaku tersebut memang di luar kendalinya. Namun, tantangan tetap ada. Saat diajak Murray ke klub malam, John yang sedang asyik berdansa tidak sengaja menyenggol minuman orang lain hingga pecah akibat tic yang dialaminya. Perkelahian pun pecah, dan John harus bermalam di sel tahanan atas tuduhan penganiayaan.

Dotty kemudian menawari John pekerjaan sebagai asisten pengurus gedung komunitas setempat bernama Tommy. Tommy menerima John apa adanya dan tidak bereaksi terhadap kata-kata kotor yang dilontarkan John, kecuali saat John tanpa sengaja memukul anjingnya. John mengira ia telah merusak kesempatannya, namun keluarga Murray memberinya kejutan: ia tetap mendapatkan pekerjaan itu. Selain itu, kabar baik datang karena tumor di hati Dotty ternyata jinak. Sayangnya, kebahagiaan itu sesaat terganggu ketika John dikeroyok dua preman di jalan setelah ia tanpa sengaja meneriakkan kata kasar kepada seorang wanita. Di rumah sakit, Dotty kembali menguatkan John dan meyakinkan bahwa pekerjaannya tetap menanti. Seiring berjalannya waktu, John semakin akrab dengan Tommy. Mereka berbagi pandangan bahwa masalah utamanya bukanlah Tourette yang diidap John, melainkan kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengetahui penyakit tersebut. Saat persidangan tiba, John batal menjadi saksi karena ia tak henti-hentinya berkata-kata kasar saat hakim memintanya bersumpah. Namun, kesaksian Tommy berhasil membebaskan John; ia berargumen bahwa jika seorang tuna netra yang tidak sengaja menumpahkan minuman, tentu masalahnya tidak akan menjadi besar. Tak lama setelah itu, John menemukan Tommy meninggal dunia di rumahnya. Meski sedih dan sempat mengira akan dipecat, John justru dipromosikan untuk menggantikan posisi Tommy.

Titik balik kariernya dimulai ketika sebuah keluarga meminta John bertemu dengan putri mereka yang juga mengidap Tourette. Menyadari pengaruh positifnya, John mulai mengadakan acara pertemuan para pengidap Tourette di gedung komunitas tempatnya bekerja, memberikan ceramah di sekolah-sekolah, hingga ke kantor polisi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Dedikasinya membuat John diundang ke Istana Holyrood pada tahun 2019 untuk menerima penghargaan MBE dari Ratu Inggris. Setelah menerima penghargaan tersebut, John menemui ibunya untuk berdamai dengannya. Sang ibu pun meminta maaf atas sikap kerasnya di masa lalu dan tidak tahu apa yang terbaik untuk John.

Pada tahun 2023, John berpartisipasi dalam penelitian di Universitas Nottingham untuk mencoba sebuah alat terapi baru. Alat tersebut terbukti ampuh menenangkan gejalanya, bahkan ia bisa tetap tenang selama berada di perpustakaan universitas. Dalam perjalanan pulang di kereta, John mulai berani menyapa dan mengobrol dengan orang asing, menunjukkan rasa percaya diri yang semakin tumbuh.

Film ini diakhiri dengan cuplikan asli John Davidson—yang merupakan subjek dari beberapa film dokumentar BBC, termasuk John’s Not Mad—serta pesan penutup tentang betapa pentingnya pemahaman masyarakat dalam mendukung para pengidap Tourette.

Pemeran

Produksi

Syuting dimulai di Glasgow dan sekitarnya pada bulan Juli hingga September 2024[3], dan selesai pada bulan Agustus.[4]

Pada 27 Agustus 2024, Robert Aramayo diumumkan akan membintangi film tersebut.[4] Pada 6 November, Peter Mullan juga dipastikan turut tampil.[5]

Penghargaan

Penghargaan / Festival Tanggal Kategori Penerima Hasil Ref.
British Independent Film Awards 30 November 2025 Film Independen Inggris Terbaik Kirk Jones, Georgia Bayliff dan Piers Tempest Nominasi [6]
Sutradara Terbaik Kirk Jones Nominasi
Peran Utama Terbaik Robert Aramayo Menang
Peran Pendukung Terbaik Peter Mullan Nominasi
Maxine Peake Nominasi
Scott Ellis Watson Nominasi
Penampilan Luar Biasa Nominasi
Skenario Terbaik Kirk Jones Nominasi
Pemilihan Pemeran Terbaik Lauren Evans Menang

Referensi

  1. ^ "I Swear (15)". BBFC. 22 September 2025. Diakses tanggal 28 September 2025.
  2. ^ McLean, Pauline (20 September 2025). "I was the poster boy for Tourette's and swore in front of the Queen". BBC Scotland, Arts Correspondent, BBC News, BBC (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 October 2025. Diakses tanggal 3 October 2025.
  3. ^ Tabbara, Mona. "Why authenticity was a top priority for the UK team behind Tourette syndrome biopic 'I Swear'". Screen (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-17.
  4. ^ a b Yossman, K. J. (2024-08-27). "'Rings of Power' Star Robert Aramayo Set as Lead in Kirk Jones' Tourette's Biopic 'I Swear' (EXCLUSIVE)". Variety (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-07-10.
  5. ^ Seigh, Steve (2024-11-06). "Maria Bakalova and Peter Mullan to star in a Christmas Eve thriller about a mother escaping a psychotic Santa in No Way Off". JoBlo (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-07-10.
  6. ^ Ford, Lily; Szalai, Georg (3 November 2025). "British Independent Film Awards: 'My Father's Shadow' and 'Pillion' Lead Nominations". The Hollywood Reporter. Diakses tanggal 3 November 2025.

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement