Huygens (kawah)
| Planet | Mars |
|---|---|
| Diameter | 467 km |
| Eponim | Christiaan Huygens |
Huygens adalah kawah tumbukan di permukaan Mars yang dinamai menurut ahli astronomi, matematika, dan fisika asal Belanda, Christiaan Huygens. Kawah ini merupakan kawah tubrukan terbesar kelima yang dapat diidentifikasi di Mars setelah Utopia, Hellas, Argyre, dan Isidis, dserta menjadi kawah terbesar yang masih mempertahankan struktur tepi (rim) yang relatif utuh. Huygens berdiameter sekitar 467,25 km dan berlokasi pada koordinat 304,42° Bujur Barat dan 13,88° Lintang Selatan, termasuk dalam wilayah kuadran Iapygia.[1]
Citra orbit yang diperoleh dari wahana antariksa menunjukkan keberadaan saluran bercabang (branched channels) di sekitar kawah ini. Struktur tersebut dianggap sebagai indikator geomorfologi yang kuat mengenai keberadaan aliran air dalam jumlah signifikan pada masa awal sejarah Mars. Keberadaan saluran-saluran ini juga memunculkan hipotesis mengenai kemungkinan lingkungan yang mendukung kehidupan mikroba purba ketika air masih melimpah di permukaan planet tersebut. Salah satu contoh morfologi saluran yang paling representatif tampak pada bagian tepi kawah dalam citra yang diperoleh instrumen THEMIS.[2][3][4]
Kawah kecil pada tepi Huygens ditemukan mineral karbonat, terutama karbonat kalsium dan karbonat besi. Material tersebut tersingkap akibat peristiwa tumbukan yang membuka lapisan bawah permukaan yang sebelumnya tertimbun sejak pembentukan kawah Huygens.[5][6] Kehadiran karbonat dipandang sebagai indikator bahwa Mars pada masa lampau memiliki atmosfer karbon dioksida yang lebih tebal serta tingkat kelembapan yang tinggi, karena mineral karbonat hanya terbentuk dalam lingkungan yang mengandung air dalam jumlah signifikan. Penemuan ini diidentifikasi melalui instrumen Compact Reconnaissance Imaging Spectrometer for Mars (CRISM) pada wahana Mars Reconnaissance Orbiter. Sebelum penemuan karbonat, instrumen CRISM telah mengamati keberadaan mineral tanah liat di wilayah yang berdekatan. Kedua jenis mineral tersebut terbentuk melalui proses pelapukan kimia dalam kondisi lingkungan yang lembap. Temuan ini mendukung model geologi yang menyatakan bahwa Mars pada masa awal evolusinya, beberapa miliar tahun yang lalu, memiliki iklim yang lebih hangat dan basah sehingga memungkinkan terbentuknya karbonat melalui interaksi antara air cair dan atmosfer yang kaya karbon dioksida. Endapan karbonat tersebut kemudian tertimbun oleh proses geologis sebelum akhirnya tersingkap kembali akibat rangkaian tumbukan yang lebih muda. Sebagai perbandingan, di Bumi mineral karbonat ditemukan secara luas dalam bentuk batu gamping.[7]
Gambar
-
Mosaik wahana Viking 1 yang menampilkan sebagian wilayah kawah Huygens. -
Peta topografi berbayang (shaded relief) kawah Huygens. -
Peta topografi berbayang kawah Huygens dengan penanda lokasi penemuan karbonat. -
Lembah-lembah bercabang pada tepi kawah Huygens, sebagaimana tampak pada citra instrumenTHEMIS .
-

-
Bagian tepi timur kawah Huygens dengan saluran dendritik yang memanjang menjauhi tepian kawah.
Referensi
- ^ "MARS – Huygens". planetarynames.wr.usgs.gov. Diakses tanggal 2025-12-09.
- ^ "Huygens Crater | Mars Odyssey Mission THEMIS". themis.asu.edu. Diakses tanggal 2025-12-09.
- ^ "Crater Rim - NASA Science" (dalam bahasa American English). 2003-01-30. Diakses tanggal 2025-12-09.
- ^ "Huygens Crater - NASA Science" (dalam bahasa American English). 2007-07-06. Diakses tanggal 2025-12-09.
- ^ Wray, J., dkk. 2016. Orbital evidence for more widespread carbonate‐bearing rocks on Mars. Journal of Geophysical Research: Planets: 121, Issue 4
- ^ Wray, James J.; Murchie, Scott L.; Bishop, Janice L.; Ehlmann, Bethany L.; Milliken, Ralph E.; Wilhelm, Mary Beth; Seelos, Kimberly D.; Chojnacki, Matthew (2016). "Orbital evidence for more widespread carbonate-bearing rocks on Mars". Journal of Geophysical Research: Planets (dalam bahasa Inggris). 121 (4): 652–677. doi:10.1002/2015JE004972. ISSN 2169-9100.
- ^ JPL.NASA.GOV. "Some of Mars' Missing Carbon Dioxide May be Buried - NASA Jet Propulsion Laboratory". www.jpl.nasa.gov. Diakses tanggal 2025-12-09.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


