Hutan Pendidikan dan Penelitian Biologi Universitas Andalas
Artikel ini tidak memiliki pranala ke artikel lain. (April 2025) |
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (April 2025) |
Topik artikel ini mungkin tidak memenuhi kriteria kelayakan objek geografi. (Februari 2025) |
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. (Februari 2025) |
HPPB dicirikan oleh tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi, meliputi berbagai spesies tumbuhan dan hewan, termasuk beberapa spesies endemik Sumatera. Meskipun banyak spesies telah terdokumentasi, beberapa masih belum teridentifikasi. Sebuah penyelidikan terkini di wilayah tersebut memperkirakan keberadaan sekitar 530 spesies pohon, dengan famili yang dominan adalah Euphorbiaceae, Moraceae, Fagaceae, dan Lauraceae. Penelitian tentang keanekaragaman tumbuhan di HPPB juga telah dilakukan oleh para peneliti yang berafiliasi dengan Herbarium Universitas Andalas (ANDA). Penelitian ini mengidentifikasi 25 spesies paku epifit, 34 spesies anggrek liar, dan 21 spesies dari famili Zingiberaceae. Secara keseluruhan, perlu dicatat bahwa lebih dari separuh spesies tumbuhan tergolong sebagai tumbuhan buah, sehingga menyediakan makanan bagi fauna pemakan buah.
Dalam hal keanekaragaman fauna, kawasan ini menjadi rumah bagi berbagai spesies, termasuk lima spesies rayap, tiga puluh spesies semut, dua puluh satu spesies laba-laba, dua puluh tiga spesies capung, dan lima puluh satu spesies kupu-kupu (Rhopalocera). Selain itu, terdapat delapan belas spesies amfibi, delapan spesies ular, dan minimal enam puluh spesies mamalia. Khususnya, beberapa spesies primata menghuni atau bermigrasi secara musiman di dalam kawasan HPPB. Di antaranya, siamang (Hylobates agilis), yang dikenal karena vokalisasinya yang merdu dan kantung vokalnya yang menonjol, merupakan satwa asli Sumatera. Siamang (Symphalangus syndactylus) juga ada; kedua spesies tersebut menunjukkan panggilan vokal yang berbeda dan berbagi habitat yang tumpang tindih, meskipun dengan rentang geografis yang terbatas di dalam HPPB. Siamang sebagian besar ditemukan di wilayah selatan, sedangkan Symphalangus syndactylus sebagian besar terletak di bagian utara HPPB pada ketinggian yang tinggi. Lutung sumatera jambul hitam, yang dikenal secara lokal sebagai Simpai (Presbytis melalophos), relatif umum di daerah ini, sehingga lebih mudah diamati dan didengar selama mencari makan. Selain itu, lutung keperakan (Trachypithecus cristatus), yang biasa disebut lutung, dilaporkan menghuni tepian sungai barat laut di sepanjang Sungai Sekayan, meskipun kepadatan populasinya rendah. Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dan Beruk (M. nemestrina) juga ada, dengan monyet ekor panjang biasanya menunjukkan ukuran kelompok yang lebih kecil dibandingkan dengan Beruk. Namun, monyet ekor babi diketahui berkeliaran sementara di wilayah HPPB.
Referensi
Rizaldi,. W. Novarino, Nurainas M. Idris, J. Nurdin and Mairawita (2018). An Introduction to The Biological Education and Research Forest of Andalas University. Andalas Press University. field. http://repo.unand.ac.id/14506/
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


