Hutan Lindung Muara Gembong

Hutan Lindung Muara Gembong adalah kawasan ekosistem mangrove di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang memiliki fungsi utama sebagai pelindung lingkungan seperti mencegah abrasi dan intrusi air laut, serta menjadi habitat berbagai satwa, meskipun telah mengalami banyak perambahan dan konversi lahan sehingga luasannya berkurang drastis dari luas awal yang jauh lebih besar.[butuh rujukan]
Hutan mangrove alami di Muara Gembong seluas 10.481,15 ha sudah sangat berkurang, sebagian besar kawasan ini sebesar ± 93,5%, yang tidak begitu dipengaruhi oleh pasang surut, telah diokupasi/dirambah menjadi daerah tambak dan lahan pertanian oleh masyarakat.[butuh rujukan]
Dengan luasan Zona Perlindungan seluas ± 2.284,60 ha., Zona Pemanfaatan seluas ± 2.715,40 ha. Tanah timbul di wilayah pesisir dengan luas ± 1.257,8 ha yang telah ditunjuk oleh Menteri Kehutanan telah mengalami abrasi seluas ± 211,8 ha. Sebagian lain dan Kawasan Hutan Lindung Ujung Krawang (Muara Gembong) seluas ± 5.479,80 ha dapat diperuntukkan bagi kepentingan non kehutanan.[butuh rujukan]
Hutan lindung tersebut telah lama dirambah oleh masyarakat, Departemen Kehutanan sebagai institusi yang memiliki kewenangan pengaturan penggunaan lahan kawasan hutan tidak berniat menerbitkan kebijakan melepaskan kawasan hutan lindung begitu saja. Apalagi di Pulau Jawa di mana luas hutan sudah sangat terbatas, dan sangat vital diperlukan untuk perlindungan ekosistem dan lingkungan.[1]
Sejarah Hutan Lindung Muara Gembong[2]
Hutan lindung Muara Gembong berawal dari tanah partikelir yang kemudian berubah status menjadi tanah negara bebas pada tahun 1949. Bupati Bekasi kemudian menyerahkan tanah seluas 9.311 ha tersebut kepada Kepala Dinas Kehutanan Jakarta Raya. Menteri Pertanian kemudian menetapkan lahan eks partikelir Cabangbungin, Pondok Tengah, Babakan, Pangkalan, dan Terusan sebagai hutan tetap seluas 9.311 ha.[butuh rujukan]
Berita Acara Tata Batas (BATB) kelompok hutan Ujung Karawang KPH Bogor dibuat tanggal 2 Februari 1957 dan disahkan 31 Mei 1957 seluas 10.481,1 ha. Pemerintah kemudian menambah kawasan hutan tersebut seluas 1.123 ha karena ada tanah timbul (beting). Kawasan ini merupakan muara Sungai Citarum yang memiliki hulu di kawasan bendungan Jatiluhur.[butuh rujukan]
Fungsi Hutan Lindung Muara Gembong
- Fungsi ekologi seperti pencegahan terhadap abrasi, pencegahan intrusi air laut, dan penyediaan habitat satwa
- Fungsi pemanfaatan seperti kegiatan ekowisata, rosot karbon, pendidikan/penelitian, dan perikanan
Ancaman kelestarian

Semakin menyusutnya wilayah kawasan konservasi Hutan Mangrove Muaragembong menjadi ancaman terbesar bagi habitat Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) karena banyaknya pembukaan lahan untuk dijadikan tambak hingga mendekati pinggir pantai. Tidak hanya itu, banyak juga terjadi praktik perburuan Lutung Jawa menggunakan senapan. Para pemburu biasanya berpura-pura berkemah di sekitar area konservasi sambil membawa senapan untuk menembaki Lutung di atas pohon.[3]
Selain perburuan ilegal, faktor penyusutan kawasan hutan mangrove yang berdampak pada berkurangnya sumber makanan Lutung menyebabkan hewan dilindungi tersebut banyak yang ditemukan mati karena berkelahi berebut makanan.
Upaya pelestarian
Sekelompok masyarakat Kampung Beting RT 003/002, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong. Menanam bibit mangrove di tepian tambak guna melestarikan ekosistem di wilayah pesisir pantai. Bibit pohon mangrove ditanam secara tepat dengan jarak sekitar 1,5 hingga 2 m. Jarak tersebut sangat penting untuk pertumbuhan pohon mangrove lebih besar[4].
Referensi
- ^ "Perhutani Pertahankan Hutan Lindung Mangrove Muara Gembong". Perhutani. 2010-08-09. Diakses tanggal 2025-09-29.
- ^ "Pantai Beting, Kritisnya Hutan Payau Muaragembong". Bisotisme. 2014-11-25. Diakses tanggal 2025-09-29.
- ^ "NASIB KAWASAN KONSERVASI LUTUNG JAWA DI MUARAGEMBONG | ANTARA Foto". antarafoto.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-29.
- ^ "Pelestarian Wilayah Pesisir Muara Gembong dengan Menanam Mangrove". www.bekasikab.go.id. Diakses tanggal 2025-09-29.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


