Hutan Hujan Tropis Petungkriyono Pekalongan
Artikel ini tidak memiliki pranala ke artikel lain. (September 2025) |
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (September 2025) |
Hutan Petungkriyono berbatasan langsung dengan Kecamatan Doro di bagian utara, Kabupaten Batang di sebelah timur, Kabupaten Banjarnegara di bagian selatan, dan Kecamatan Lebakbarang di sisi baat. Dari pusat kabupaten, kita bisa melewati Kecamatan Doro. Hutan belantara, Udara sejuk, pohon rindang, jalan yang berada di antara tebing dan jurang, dan kalau beruntung kita bisa bertemu primata hutan.
Dengan ketinggian berkisar 500—1.700 mdpl. Berlokasi sekitar 34 kilometer dari pusat kabupaten, Hutan Petungkriyono juga masih merupakan bagian dalam satu bentang Pegunungan Dieng, Jawa Tengah. Hutan ini masih sangat asri dan memiliki curah hujan serta kelembapan yang relatif tinggi dengan intensitas curah hujan mencapai 34,8 mm per hari atau sekitar 2.000 mm per tahun.
Hutan Petungkriyono secara hukum merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perum Perhutani. Pengelolaan hutan ini berada di bawah Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Pekalongan Timur melalui Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Doro. Terdapat sembilan desa yang berada di sekitar hutan Petungkriyono, yakni Desa Curugmuncar, Gumelem, Kasimpar, Kayupuring, Simego, Songgodadi, Tlogohendro, Tlogopakis, dan Yosorejo.
Mengenal Hutan Petungkriyono
Hutan hujan tropis berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, terutama sebagai rumah bagi keanekaragaman hayati, sumber makanan, dan penyerap emisi karbon. Salah satu hutan hujan tropis yang masih terjaga di Indonesia adalah Hutan Petungkriyono. Didukung dengan pemandangan yang indah serta budaya masyarakat lokal yang menarik, Petungkriyono menjadi objek wisata yang diminati oleh berbagai kalangan. Untuk menjaga kelestarian Hutan Petungkriyono serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup berdampingan dengan hutan serta keanekaragaman hayati di dalamnya, Genau Indonesia berinisiatif menyediakan layanan pariwisata berkelanjutan melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Hutan Petungkriyono terletak di bagian selatan wilayah Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, dengan luas mencapai 6.000 hektare. Sebagai salah satu hutan hujan yang masih tersisa di Indonesia, Petungkriyono menjadi rumah bagi berbagai jenis flora dan fauna.
Spesies hewan yang dapat ditemui di dalamnya antara lain primata endemik owa jawa (Hylobates moloch), lutung jawa (Trachypithecus auratus), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), dan surili (Presbytis comata). Di Hutan Petungkriyono juga masih sering ditemukan spesies langka elang jawa (javan hawk-eagle), trenggiling sunda (Manis javanica), burung rajaudang kalung-biru (Alcedo euryzona), dan harimau jawa (Panthera pardus) yang sering dikira telah punah. Selain itu, berbagai pohon berusia puluhan tahun tumbuh subur di dalam hutan ini, bersama berbagai jenis tanaman lain, seperti Kantong Semar (Nepenthes sp.), Pakis Hutan, dan Aren.[1]
Habitat burung Julang Emas (Aceros undulatus),Kemunculan banyak Capung saat pagi hari seperti jenis Euphaea variegata ini menjadi tanda bahwa udara di hutan tersebut masih bersih dan sehat, Ada pula Laba-Laba yang berperan mengendalikan populasi serangga serta invertebrata lainnya agar ekosistem di hutan tersebut tetap stabil, Selain satwa, juga terdapat spesies epifit, terestrial, paku-pakuan, dan pohon yang mampu menjaga tata air dan kesuburan tanah. Seperti Paku Pohon atau Paku Tiang (Cyathea contaminans) ini. Termasuk ada tumbuhan Liana yang hidup dengan menumpang pada pohon sebagai penopang untuk mendapatkan sinar Matahari. Liana bukan tumbuhan parasit. Selain keanekaragaman hayati yang terjaga, iklim di hutan tersebut juga stabil. Tetap sejuk secara mikro dan makro ditengah perubahan iklim yang terjadi secara masif.[2]
Referensi
- ^ Fitriani, Titis (21 Mei 2024). "Upaya Genau Indonesia Menjaga Hutan Petungkriyono dengan Pariwisata Berkelanjutan". https://greennetwork.id/. Diakses tanggal 30 Agustus 2025.
- ^ Kencana, Dhana. "12 Potret Keanekaragaman Hayati di Hutan Hujan Tropis Pekalongan". https://rainforestjournalismfund.org/. Diakses tanggal 30 Agustus 2025.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


