Hushang


Hūshang (هوشنگ, transliterasi Hōšang; dalam bahasa Persia Tengah Hōšang, dalam bahasa Avesta 𐬵𐬀𐬊𐬱𐬌𐬌𐬀𐬢𐬵𐬀 atau Haošyaŋha) adalah salah seorang raja dan pahlawan awal dalam mitologi Iran. Ia muncul dalam sumber-sumber Avesta, Persia Tengah, serta teks Persia dan Arab berbasis masa Sasanian. Bersama Jamshid, Keyumars, dan Tahmuras, Hushang termasuk tokoh “manusia/ raja pertama” dalam berbagai tradisi Iran. Dalam Avesta, ia disebut Haoshyangha dan bergelar Paradhāta (Persia: Pishdad atau “yang pertama menetapkan hukum”). Gelar ini pada mulanya hanya dipakai untuk dirinya, tetapi kemudian dipakai untuk seluruh wangsa pertama Iran, yakni Dinasti Pishdadian. Menurut Shahnameh karya Ferdowsi—yang merujuk sejarah tradisional akhir masa Sasanian—Hushang adalah raja kedua Dinasti Pishdadian sekaligus cucu Keyumars, manusia dan raja pertama.[1]
Asal nama
Dalam Avesta, nama Hushang ditulis Haoshyangha. Bagian kedua nama ini dulu ditafsirkan sebagai -šyaŋh (dari ši- “tempat tinggal” dan -aŋh “menghasilkan”), sehingga berarti “pencipta tempat tinggal yang baik” atau “pembawa peradaban”. Ada pula tafsiran lain yang mengaitkannya dengan -šiiah- (varian dari čiia- “memilih”), sehingga nama keseluruhan menjadi “pilihan yang baik” dalam arti religius. Gelar Paradhāta atau Pishdad pada masa Sasanian ditafsirkan sebagai “yang pertama kali menetapkan hukum kerajaan”. Sebagian ahli modern menerima makna itu, sementara yang lain menganggapnya berarti “yang ditempatkan di awal” alias manusia pertama. Nama ini juga mirip dengan Paralatos, leluhur bangsa Paralatae atau Scythia Kerajaan menurut mitologi Scythia. Dalam sumber Arab, ia disebut Ushanj atau Ushhanj.[1]
Sumber-sumber
Hushang dikenal dari teks-teks Avesta (terutama dalam Yasht dan Vendidad), karya Persia Tengah seperti Denkard dan Bundahishn, serta kronik Arab karya Al-Tabari, Al-Tha'alibi, dan Al-Biruni. Dalam Shahnameh Ferdowsi, kisahnya dikembangkan lebih luas. Ia tidak memiliki padanan dalam tradisi India, sehingga dianggap tokoh khas Iran.[1][2]
Kedudukan dalam tradisi
Kedudukan asli Hushang agak kabur. Ia tampaknya pernah dianggap sebagai “raja pertama dunia” dalam beberapa cabang tradisi Iran kuno. Dalam Yasht-Yasht tua, daftar raja atau pahlawan yang menerima anugerah ilahi selalu dimulai dari namanya. Hal ini menunjukkan bahwa pada masa penyusunan Yasht tersebut, Hushang dianggap sebagai raja pertama.[1] Namun, dalam Shahnameh, ia ditempatkan sebagai penerus Gayomard (Keyumars). Meski begitu, Ferdowsi masih memakai ungkapan “sejak zaman Hushang” untuk merujuk “sejak raja pertama”, dan mengutip Khosrow Parviz yang menyebut agama Iran sebagai “Agama Hushang”.[1]
Dalam tradisi yang lebih tua (tampaknya) yang tercatat di Fravardin Yasht, daftar raja dimulai dari Yima (Jamshid) dan berakhir pada Kavi Hausrava (Kay Khosrow), sementara Hushang disebut sebagai salah satu pahlawan gagah berani. Di semua versi, ia digambarkan mengalahkan para daeva (setan atau dewa palsu) serta pemuja mereka.[1]
Kisah dalam Shahnameh
Menurut Ferdowsi, Hushang adalah putra Siamak dan cucu Keyumars. Ia menjadi penasehat kesayangan kakeknya. Setelah Siamak dibunuh iblis, Hushang membalas dendam, memperoleh cahaya kerajaan (farr atau khvarenah), menaklukkan pasukan Ahriman, lalu naik takhta selama empat puluh tahun. Ia dianggap penemu peleburan besi, pembangunan, penjinakan binatang, irigasi, dan pertanian. Cerita populer yang kemudian ditambahkan ke Shahnameh menceritakan penemuan api secara tak sengaja: ketika melempar batu api untuk membunuh ular hitam berbisa, batu itu mengenai batu lain, memercikkan api. Hushang lalu mengajarkan cara membuat api kepada rakyatnya dan mendirikan perayaan Sadeh untuk memperingatinya.[1][3]
Beberapa sumber juga mengaitkan Hushang sebagai pendiri kota Susa dan Babilon, serta pencetus perayaan Tirgan dan Khorram-ruz. Dalam tradisi Arab, Hisham ibn al-Kalbi menyebutnya keturunan Nabi Nuh melalui Sam.[1]
Lihat pula
Referensi
- ^ a b c d e f g h A. Shapur Shahbazi (2004). "HŌŠANG". Encyclopædia Iranica Online. Diakses tanggal 26 November 2025.
- ^ Yarshater, Ehsan (2000) [1983]. "Iranian National History". The Cambridge History of Iran. Vol. 3(1). Cambridge University Press. hlm. 420–422. ISBN 978-0-521-20092-9.
- ^ Yarshater, Ehsan (2000). The Cambridge History of Iran. Vol. 3(1). Cambridge University Press. hlm. 371, 421.
Pranala luar
- A King's Book of Kings: The Shah-nameh of Shah Tahmasp, katalog pameran Metropolitan Museum of Art (tersedia lengkap dalam PDF), memuat materi tentang Hushang
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


