Hubungan Qatar dengan Taiwan

Hubungan Qatar dengan Taiwan

Qatar

Taiwan

Hubungan Qatar dengan Taiwan merujuk pada hubungan bilateral antara Qatar (secara resmi Negara Qatar) dan Taiwan (secara resmi Republik Tiongkok). Qatar tidak memiliki pengakuan diplomatik formal terhadap Taiwan; meskipun demikian, kedua negara telah mengembangkan hubungan ekonomi praktis—terutama perjanjian gas alam cair (LNG) jangka panjang—dan secara berkala terlibat dalam kontroversi politik atau media mengenai status internasional Taiwan.

Sejarah

Tidak ada catatan publik mengenai pengakuan diplomatik resmi antara Qatar dan Taiwan. Kementerian Luar Negeri Taiwan tidak mencantumkan Qatar di antara sekutu diplomatik resminya.[1]

Kantor perwakilan

  • Taiwan tidak memiliki kedutaan atau kantor perwakilan di Doha yang diakui secara publik di tingkat diplomatik.
  • Tanggung jawab yurisdiksi Kementerian Luar Negeri Taiwan menunjukkan bahwa kantornya di Arab Saudi (Kantor Perwakilan Ekonomi dan Kebudayaan Taipei) mencakup Qatar di antara negara-negara Timur Tengah lainnya dalam praktiknya.[2]

Kerja sama ekonomi

Perkembangan penting baru-baru ini dalam hubungan ekonomi Qatar–Taiwan adalah kesepakatan energi jangka panjang. Pada Juni 2024, Qatar menandatangani perjanjian pasokan gas alam cair (LNG) selama 27 tahun dengan perusahaan energi negara Taiwan, CPC Corporation, di mana Qatar akan memasok empat juta ton LNG per tahun.[3]

Perselisihan politik dan simbolik

Beberapa kontroversi terkait penamaan atau pengakuan telah muncul:

  • Pada tahun 2022, selama persiapan Piala Dunia FIFA di Qatar, Taiwan keberatan disebut sebagai "Taiwan, Provinsi Tiongkok" dalam sistem aplikasi kartu Hayya, yang berfungsi sebagai kartu identitas/visa masuk.[4][5] Keesokan harinya, situs tersebut mengganti sebutan itu dengan hanya "Taiwan", termasuk bendera Taiwan.[6]
  • Terdapat pula pemberitaan publik yang menimbulkan kekhawatiran mengenai ketergantungan Taiwan pada Qatar untuk impor LNG, khususnya mengingat risiko keamanan energi, dengan para analis memperingatkan bahwa Qatar dapat mengalami tekanan eksternal dari Tiongkok untuk menghentikan pasokan mereka jika terjadi perang.[7][8]

Referensi

  1. ^ "MOFA regrets Qatar name change". Taipei Times. June 22, 2022. Diakses tanggal 12 September 2025.
  2. ^ West Asia Area, Bureau of Consular Affairs, Ministry of Foreign Affairs (Republic of China)
  3. ^ "Qatar signs 27-year gas supply deal with Taiwan's CPC". Taipei Times. 6 June 2024. Diakses tanggal 12 September 2025.
  4. ^ Qarjouli, Asmahan (15 June 2022). "Taiwan condemns Qatar for 'unacceptable' World Cup labelling". Doha News. Diakses tanggal 12 September 2025.
  5. ^ "Taiwan condemns Qatar for 'politicising' World Cup amid China spat". Reuters. 15 June 2022. Diakses tanggal 12 September 2025.
  6. ^ "Qatar changes World Cup app labelling for Taiwan following complaint". Doha News. 16 June 2022. Diakses tanggal 12 September 2025.
  7. ^ "China could exploit Qatari LNG supply: think tank". Taipei Times. 9 September 2025. Diakses tanggal 12 September 2025.
  8. ^ Chung, Lawrence (14 September 2025). "Taiwan faces 'dangerous possibility' as it relies on Qatar and others for energy". South China Morning Post. Diakses tanggal 12 September 2025.

Lihat pula

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement