Hesperoptenus blanfordi
| Hesperoptenus blanfordi | |
|---|---|
| Status konservasi | |
| Risiko rendah | |
| IUCN | 9975 |
| Taksonomi | |
| Kelas | Mammalia |
| Ordo | Chiroptera |
| Famili | Vespertilionidae |
| Genus | Hesperoptenus |
| Spesies | Hesperoptenus blanfordi Dobson, 1877 |
Kelelawar Blanford (Hesperoptenus blanfordi) adalah spesies kelelawar vesper. Spesies ini dapat ditemukan di Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, dan Thailand, tempat ia hidup di berbagai jenis habitat berhutan. IUCN menilai status konservasinya sebagai berisiko rendah.
Taksonomi
Kelelawar Blanford pertama kali dideskripsikan pada tahun 1877 oleh ahli zoologi dan dokter bedah angkatan darat asal Irlandia, George Edward Dobson, yang bertugas di India dan merupakan pakar mamalia kecil, terutama kelelawar. Ia menamainya Hesperoptenus blanfordi untuk menghormati ahli geologi dan zoologi Inggris, William Thomas Blanford, yang merupakan anggota Survei Geologi India dan kemudian menerbitkan karya tentang fauna India.[1]
Deskripsi
Kelelawar Blanford adalah kelelawar vesper berukuran kecil dengan tubuh yang kekar dan lengan depan pendek, sepanjang 24 hingga 29 milimeter (0,94 hingga 1,14 inci). Kepalanya meruncing dan gigi seri keduanya bergeser ke arah dalam. Bulu cokelat gelapnya halus dan mengilap, dan terdapat bantalan kulit menebal berwarna gelap di pangkal ibu jari.[2]
Sebaran
Kelelawar Blanford ditemukan di daratan Asia Tenggara dan Kalimantan. Sebarannya mencakup Myanmar bagian timur, Thailand, dan Malaysia Semenanjung. Spesies ini juga terdapat di beberapa bagian Kamboja, Laos, dan Vietnam, serta telah diamati di beberapa lokasi di Kalimantan bagian timur. Ini merupakan spesies kelelawar yang cukup jarang dan ditemukan di hutan dataran rendah yang lembap, hutan dipterokarpa yang lebih kering, hutan perbukitan, serta gua batu kapur. Spesies ini sering berada di dekat aliran sungai dan sungai kecil, dan hidup dalam koloni kecil berisi hingga sepuluh individu.[3]
Status
Kelelawar Blanford memiliki sebaran yang luas dan diduga memiliki jumlah populasi total berukuran sedang. Tren populasinya tidak diketahui, tetapi tidak ada ancaman khusus yang terdeteksi dan spesies ini digambarkan sebagai spesies yang mampu beradaptasi dengan berbagai jenis habitat. Spesies ini terdapat di sejumlah kawasan lindung dan setiap penurunan populasi total kemungkinan terjadi pada tingkat yang rendah, sehingga Uni Internasional untuk Konservasi Alam menilai status konservasinya sebagai berisiko rendah.[3]
Referensi
- ^ Bo Beolens; Michael Watkins; Michael Grayson (2009). The Eponym Dictionary of Mammals. JHU Press. hlm. 44. ISBN 978-0-8018-9533-3.
- ^ Francis, Charles M.; Barrett, Priscilla (2008). A Field Guide to the Mammals of South-East Asia. New Holland Publishers. hlm. 64. ISBN 978-1-84537-735-9.
- ^ a b Senawi, J.; Hutson, A.M.; Kingston, T.; Francis, C.; Banks, P.; Csorba, G. (2019). "Hesperoptenus blanfordi". 2019 e.T9975A22076582. doi:10.2305/IUCN.UK.2019-3.RLTS.T9975A22076582.en. ;
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


