Herbartianisme

Herbartianisme adalah sebuah filosofi, gerakan, dan metode pendidikan yang secara longgar didasarkan pada pemikiran pendidikan dan pedagogi pendidik Jerman Johann Friedrich Herbart, dan berpengaruh pada pedagogi sekolah Amerika pada akhir abad ke-19 ketika bidang pendidikan berupaya menjadi sebuah ilmu. Herbart menganjurkan metode pengajaran yang memperkenalkan ide-ide baru secara bertahap dan terpisah. Sekitar seperempat abad setelah kematiannya, gagasan Herbart dikembangkan lebih lanjut dalam dua aliran pemikiran Jerman yang kemudian diwujudkan dalam metode yang digunakan di sebuah sekolah praktik di Jena, yang menarik perhatian para pendidik dari Amerika Serikat. Herbartianisme kemudian digantikan oleh pedagogi baru, seperti yang dikembangkan oleh John Dewey.

Penjelasan

Herbartianisme adalah pendekatan pedagogis yang banyak digunakan dalam pengajaran remaja dan memiliki pengaruh besar terhadap pedagogi sekolah di Amerika Serikat pada abad ke-19.[1] Johann Friedrich Herbart, pendiri aliran ini, menekankan pentingnya menjaga integritas individualitas siswa selama proses pendidikan serta menekankan pelatihan moral sebagai bagian integral dari pembelajaran.[2] Tujuan utama dari Herbartianisme adalah membantu siswa dalam proses belajar mereka, dimulai dari keadaan tanpa pengetahuan hingga mencapai pengetahuan yang lengkap dan terstruktur.[3]

Metode pedagogis Herbart dibagi menjadi beberapa langkah sistematis: persiapan, penyajian, asosiasi, generalisasi, dan aplikasi.[1]

Persiapan: Pada tahap ini, guru memperkenalkan materi baru dengan mengaitkannya pada pengetahuan atau minat siswa yang sudah ada, sehingga menumbuhkan ketertarikan terhadap materi baru.

Penyajian: Materi baru disajikan secara konkret atau material, sehingga siswa dapat memahami konsep melalui contoh nyata.

Asosiasi: Materi baru dibandingkan dengan pengetahuan sebelumnya untuk menemukan kesamaan dan perbedaan, sehingga siswa dapat memahami perbedaan dan keunikan materi yang dipelajari.

Generalisasi: Materi baru diekstrapolasikan melampaui ciri konkret dan materialnya, memungkinkan siswa memahami prinsip atau konsep yang lebih luas.

Aplikasi: Setelah materi terserap dan dipahami secara internal, siswa menerapkannya dalam berbagai aspek kehidupan mereka, bukan hanya secara utilitarian, sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan relevan dalam konteks kehidupan sehari-hari.[1]

Melalui proses sistematis ini, siswa diharapkan dapat mencapai pengetahuan yang lengkap terhadap kurikulum yang diajarkan. Herbartianisme juga menyediakan terminologi untuk teori didaktik dan berkontribusi pada peningkatan profesionalisme guru, dengan memberikan kerangka kerja metodologis yang jelas untuk perencanaan dan pelaksanaan pengajaran.[4]

Referensi

  1. ^ a b c "Encyclopædia Britannica". Wikipedia (dalam bahasa Inggris). 2025-11-06.
  2. ^ "Everyday Use of Herbartianism". The Journal of Education. 40 (5 (979)): 93–94. 1894. ISSN 0022-0574.
  3. ^ "CATHOLIC ENCYCLOPEDIA: Herbart and Herbartianism". www.newadvent.org. Diakses tanggal 2025-11-11.
  4. ^ Fujimoto, Kazuhisa (2014). "The Development of C. A. McMurry's Type Study: Emergence of a Unit Development Theory Embedding Teacher Training". Educational Studies in Japan. 8: 117–128. doi:10.7571/esjkyoiku.8.117.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement