Hayat Sindi
(2012) | |
| Nama dalam bahasa asli | (ar) حياة سندي |
|---|---|
| Biografi | |
| Kelahiran | 6 November 1967 Makkah |
| Duta Amal UNESCO | |
| Oktober 2012 – | |
| Member of the Consultative Assembly of Saudi Arabia (en) | |
| | |
| Data pribadi | |
| Agama | Islam Sunni |
| Pendidikan | Newnham College, Cambridge Institut Teknologi Massachusetts King's College London Universitas Harvard |
| Kegiatan | |
| Spesialisasi | Riset medis |
| Pekerjaan | peneliti |
| 20 Januari 2020 | World Economic Forum Annual Meeting 2020 (en) |
Penghargaan
| |
Hayat Al Sindi (bahasa Arab: حياة سندي; lahir 6 November 1967) adalah seorang ahli bioteknologi dan ilmuwan medis Arab Saudi yang merupakan salah satu anggota perempuan pertama dari Majelis Permusyawaratan Arab Saudi.[1] Dia terkenal karena berkontribusi besar pada pengujian medis dan bioteknologi di tempat perawatan. Pada 2012, Arabian Business menetapkannya sebagai orang Arab paling berpengaruh ke-19 di dunia dan perempuan Arab paling berpengaruh kesembilan.[2] Pada 2018, dia terdaftar sebagai salah satu dari 100 Women (BBC).[3]
Kehidupan awal dan pendidikan
Sindi terlahir di Makkah, Arab Saudi. Ia tidak belajar bahasa Inggris sampai ia memutuskan untuk pindah dengan tujuan kuliah. Pada 1991, dia membujuk keluarganya untuk mengizinkannya melanjutkan studi ke Inggris. Setelah satu tahun belajar bahasa Inggris dan belajar untuk mendapatkan gelar A-level, ia diterima di King's College London. Sindi lulus dengan gelar sarjana di bidang farmakologi pada 1995. Selama di King's College, ia adalah penerima Penghargaan Putri Anne untuk karya sarjana tentang alergi. Pada 2001, Sindi menjadi perempuan Saudi pertama yang meraih gelar PhD di bidang bioteknologi dari Universitas Cambridge dan kemudian melanjutkan studinya di MIT dan Universitas Harvard.
Berdasarkan wawancaranya dengan Arab News, Sindi sempat diingatkan oleh seorang ilmuwan senior di Cambridge untuk menanggalkan hijabnya jika ingin berhasil. Namun, dia bertahan, ia meyakini bahwa agama, warna kulit, atau jenis kelamin seseorang tidak berpengaruh terhadap kontribusi ilmiah.[4] Sindi kemudian meraih gelar doktor di bidang bioteknologi dari Newnham College, Cambridge pada 2001. Sindi menjadi perempuan Saudi pertama yang diterima di Universitas Cambridge di bidang bioteknologi, dan perempuan pertama dari negara Arab di Teluk Persia yang menyelesaikan gelar doktor di bidang tersebut.[5]
Karier
Sindi merupakan peneliti tamu di Universitas Harvard, oleh karenanya, ia sering bepergian antara Jeddah, Boston, serta Cambridge, Massachusetts. Pekerjaannya di laboratorium di Harvard mengantarnya untuk terlibat dalam sebuah film dokumenter yang didukung oleh Kantor Eksekutif Presiden Amerika Serikat. Bersama empat koleganya, ia mempromosikan pendidikan sains di kalangan anak muda. Bersamaan dengan kegiatan ilmiahnya, Sindi berpartisipasi dalam berbagai acara yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sains di kalangan perempuan dan anak perempuan, khususnya di Arab Saudi dan dunia Muslim pada umumnya. Dia juga tertarik dengan isu brain drain, dan menjadi pembicara yang diundang di Jeddah Economic Forum 2005.[6]
Referensi
- ^ Muhammad, Irfan; Aziz, Afshan (2013-01-17). "Hayat Sindi to women: Opt for a career in science". Arab News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-16.
- ^ "100 most powerful Arab women 2012 - Arabian Business: Latest News on the Middle East, Real Estate, Finance, and More". www.arabianbusiness.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-16.
- ^ "BBC 100 Women 2018: Who is on the list?" (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2018-11-19. Diakses tanggal 2025-03-16.
- ^ Broomhall, Elizabeth (2012-04-15). "Hayat Sindi interview: A passion for science - Arabian Business: Latest News on the Middle East, Real Estate, Finance, and More". www.arabianbusiness.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-16.
- ^ Hafiz, Talat Zaki (2012-12-24). "Hayat Sindi – The Saudi global icon". Saudigazette (dalam bahasa English). Diakses tanggal 2025-03-16. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ^ Jabarti, Somayya (2005-02-22). "A Nation's Intellectual Capacity: Brain Drain or Brain Gain?". Arab News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-18.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


