Hatred (permainan video)

Hatred
Permainan video Hatred dengan tokoh utama The Antagonist
Versi pertamaJune 1, 2015
GenreShoot 'em up
Informasi pengembang
PengembangDestructive Creations
PengarahJarosław Zieliński
PenulisHerr Warcrimer
Perancang
  • Jakub Stychno
  • Arkadiusz Filip
KomponisAdam Skorupa
PenerbitDestructive Creations
Pemrogram
  • Piotr Bąk
  • Tomasz Widenka
Portal permainan video
Sunting di Wikidata • L • B • PW
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Hatred merupakan permainan video yang dikembangkan oleh Destructive Creations, studio asal Polandia, dan dirilis untuk PC berbasis Windows pada tahun 2015. Gim ini dikategorikan sebagai penembak isometrik dan menampilkan tema kekerasan ekstrem. Pemain mengendalikan seorang karakter antagonis yang digambarkan memiliki kebencian mendalam terhadap dunia di sekitarnya. Alur permainan berfokus pada aksi kekerasan terhadap warga sipil maupun aparat penegak hukum, termasuk elemen penggunaan taktis manusia sebagai perisai. Pihak pengembang menyatakan bahwa Hatred dikembangkan sebagai bentuk reaksi terhadap kecenderungan “politically correct” dalam industri permainan video, serta dimaksudkan untuk menghadirkan pengalaman bermain yang berbeda dengan menempatkan tokoh utama sebagai figur antagonis dengan latar kebencian yang kuat.[1][2]

Pengumuman Hatred kepada publik melalui sebuah trailer pada Oktober 2014 segera memicu kontroversi dan kritik luas, termasuk dari kalangan yang sebelumnya dikenal menentang kekerasan dalam permainan video. Trailer tersebut dinilai menampilkan kekerasan ekstrem, dengan adegan karakter utama melakukan pembunuhan terhadap warga sipil maupun aparat kepolisian. Menyusul reaksi tersebut, Valve selaku pengelola platform distribusi digital Steam sempat menghapus Hatred dari program Steam Greenlight, meskipun gim ini telah memperoleh ribuan suara dukungan. Seorang perwakilan Valve menyatakan bahwa berdasarkan konten yang ditampilkan di Greenlight, perusahaan memutuskan untuk tidak mendistribusikan permainan tersebut melalui Steam. Sikap ini sejalan dengan Epic Games yang meminta agar nama dan logonya tidak lagi dikaitkan dengan pemasaran gim tersebut karena tidak terlibat dalam pengembangan maupun mendukung proyek tersebut. Tidak lama kemudian, keputusan tersebut ditinjau ulang setelah CEO Valve, Gabe Newell, ikut campur dan mengembalikan Hatred ke Greenlight. Dalam surat elektronik kepada CEO Destructive Creations, Jarosław Zieliński, Newell menyebut bahwa penghapusan awal tersebut merupakan kekeliruan, serta menegaskan bahwa Steam bertujuan menyediakan sarana bagi pembuat konten dan pengguna, bukan bertindak sebagai penentu selera. Destructive Creations menyatakan bahwa keputusan penghapusan awal itu tidak memengaruhi proses pengembangan maupun arah kreatif gim, serta menyampaikan keterkejutannya atas besarnya dukungan yang datang dari komunitas.[1]

Alur permainan

Tangkapan layar dari trailer di mana karakter utama "The Antagonist" menggunakan pelontar api (flame thrower) untuk membinasakan karakter lain di dalam permainan video.

Permainan ini diklasifikasikan sebagai gim tembak-menembak twin-stick shooter yang menempatkan pemain sebagai tokoh antagonis. Karakter utama yang tidak disebutkan namanya digambarkan menyatakan misi untuk membunuh sebanyak mungkin warga sipil sebelum kematiannya sendiri datang. Alur permainan mengikuti perjalanan karakter tersebut di lingkungan perkotaan, dengan fokus pada aksi kekerasan berskala besar.[2]

Setelah menyelesaikan bagian tutorial singkat, pemain ditempatkan di area jalanan, di mana warga sipil bereaksi dengan berteriak dan melarikan diri. Pemain kemudian dapat bergerak bebas di dalam peta permainan, dengan sejumlah lokasi tertentu ditandai sebagai area sasaran tambahan, seperti pesta rumah, prosesi pemakaman, dan supermarket. Sepanjang permainan, tersedia berbagai jenis senjata, termasuk senjata api, granat, pelontar api dan bom Molotov. Pemain juga dapat menggunakan kendaraan tertentu untuk berpindah lokasi dengan lebih cepat. Tingkat kekacauan yang ditimbulkan memengaruhi respons pihak berwenang, yang secara bertahap meningkatkan upaya untuk menghentikan pemain.[3]

Sistem kesehatan atau "nyawa" dalam gim ini dapat dipulihkan melalui mekanisme eksekusi terhadap karakter non-pemain yang berada dalam kondisi sekarat. Mekanisme tersebut dilaporkan menuntut ketepatan bidikan. Seiring berjalannya permainan, pemain menghadapi jumlah aparat penegak hukum yang terus bertambah, dengan opsi menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia. Representasi karakter utama menunjukkan bahwa tindakan kekerasan dilakukan tanpa ekspresi penyesalan.[3]

Permainan ini terdiri atas tujuh level. Selama progresi, pemain memperoleh akses ke persenjataan baru dan berhadapan dengan musuh yang semakin kuat, termasuk unit bersenjata berat yang terkadang menyerang dari luar area pandang layar. Tingkat kesulitan juga dipengaruhi oleh elemen desain, seperti indikator kerusakan yang minim dan keterbatasan informasi mengenai arah serangan musuh. Secara visual, gim ini menggunakan palet warna hitam-putih yang diselingi efek ledakan dan darah, yang menciptakan suasana suram namun dapat mengurangi keterbacaan lingkungan permainan. Kecerdasan buatan musuh digambarkan sederhana, dengan perilaku warga sipil dan aparat yang berulang. Pada tahap akhir, kemunculan musuh bersenjata berat yang semakin sering membentuk pola permainan yang berfokus pada konfrontasi kekerasan berkelanjutan.[3]

Pengembangan

Permainan video Hatred buatan Destructive Creations dengan dominasi palet warna hitam putih yang mewakili kecemasan, ketakutan dan misantropi.

Destructive Creations beranggotakan sekitar sepuluh orang yang berbasis di Gliwice, Polandia, dengan Jarosław Zieliński menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO). Gim ini dirilis pada tahun 2015 untuk platform PC berbasis Windows. Zieliński menyatakan bahwa tim pengembang memperkirakan trailer permainan akan menarik perhatian publik, namun tidak mengantisipasi skala reaksi negatif dan kontroversi yang kemudian muncul.[4]

Kontroversi menguat setelah perilisan trailer yang menampilkan seorang pria berambut panjang melakukan aksi pembunuhan massal terhadap warga sipil. Perdebatan semakin meluas ketika diketahui bahwa Zieliński dan beberapa anggota tim tercatat menyukai sejumlah halaman organisasi di Facebook yang dikaitkan dengan pandangan radikal yang mendorong penciptaan tokoh utama misantropis. Menanggapi hal tersebut, Zieliński menyatakan bahwa ia tidak mengetahui adanya unsur ekstremisme dalam organisasi-organisasi tersebut dan menegaskan bahwa tanda “suka” di media sosial tidak serta-merta mencerminkan dukungan ideologis.[4]

Terkait pendekatan kreatif permainan, Zieliński menjelaskan bahwa Hatred tidak dirancang untuk memberikan pengalaman yang bersifat menghibur. Pengembang secara sadar menghindari penggunaan musik metal atau hardcore yang lazim digunakan dalam gim bertema kekerasan, dan memilih musik dark ambient untuk membangun suasana muram. Menurut Zieliński, pendekatan ini bertujuan menciptakan nuansa kesedihan dan kebencian, serta menampilkan karakter utama sebagai figur tanpa empati, tanpa upaya untuk membenarkan tindakannya. Ia menyatakan bahwa pemain diharapkan mempertanyakan motivasi karakter tersebut, seraya menegaskan bahwa penggambaran kekerasan dalam gim tidak harus berkaitan dengan latar belakang pribadi pengembang.[4]

Hatred memperoleh perhatian dan dukungan dari berbagai komunitas daring yang aktif di forum diskusi, termasuk kelompok yang terlibat dalam perdebatan seputar #Gamergate, aktivis hak-hak pria, serta sejumlah kalangan sayap kanan, yang tertarik pada tema kekerasan nihilistik dalam permainan ini. Pada saat yang sama, perilisan gim tersebut juga menuai kritik terkait konteks waktunya, mengingat perdebatan #Gamergate yang tengah berlangsung dan menyoroti isu perlakuan terhadap kritikus budaya yang bukan laki-laki dan bukan kulit putih. Zieliński kemudian mengungkapkan rencana pengembangan sekuel berjudul Hatred 2, yang direncanakan menampilkan tiga karakter yang dapat dimainkan dengan latar dan identitas yang berbeda.[4]

Referensi

  1. ^ a b "Gabe Newell Steps in to Reinstate Controversial Shooter on Steam". GameSpot (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-15.
  2. ^ a b Campbell, Colin (2014-10-16). "The worst trailer of the year revels in slaughtering innocents". Polygon (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-15.
  3. ^ a b c "Hatred review". Eurogamer.net (dalam bahasa Inggris). 2015-06-04. Diakses tanggal 2025-12-15.
  4. ^ a b c d Usmani, Basim (2014-11-07). "Meet the Creator of the Year's Most Hated Video Game". VICE (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-16.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement