Hardiwinangun

Hardiwinangun
Bupati Lebak ke-8
Masa jabatan
12 Agustus 1939 – 1944
Gubernur JenderalTjarda van Starkenborgh Stachouwer (1939-1942)
Sebelum
Pendahulu
Gondosaputra
Pengganti
Denda Kusumah
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir(1897-07-16)16 Juli 1897
Pandeglang, Hindia Belanda
Meninggal10 Desember 1945(1945-12-10) (umur 48)
Situragen, Lebak, Indonesia
KerabatAchmad Sampurna (keponakan)
ProfesiPolitisi
Birokrat
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Hardiwinangun (juga ditulis Hardiwinagoen; 16 Juli 1897 – 10 Desember 1945) adalah birokrat dan politisi asal Banten yang pernah menjabat sebagai Bupati Lebak (1939-1944). Ia dibunuh pada tanggal 10 Desember 1945 oleh laskar bersenjata.

Kehidupan awal dan pendidikan

Hardiwinangun lahir di Pandeglang pada tanggal 16 Juli 1897.[1] Dia adalah anak Mantan Bupati Pandeglang Abdoel Gafoer Soerawinangoen.[2] Ia mengenyam bangku pendidikan di ELS dan OSVIA (lulus pada tanggal 2 Juli 1915).[1][3] Dari tahun 1929-1931, ia mengikuti kursus di Bestuursschool (Sekolah Administrasi) di Batavia.[4]

Karier

Hardiwinangun (tengah paling depan) beserta dengan ajudan dan rombongannya sekitar tahun 1939

Seusai tamat dari OSVIA, Hardiwinangun mengawali kariernya sebagai hulpschrijver (penulis pembantu) untuk Patih Serang pada tahun 1915. Dari tahun 1916-1917, ia menjadi Juru Tulis untuk Wedana Leuwidamar dan bekerja di kantor Controleur di Pandeglang.[1]

Pada tahun 1918, ia menjadi mantri polisi di Serang. Dari tahun 1919-1922, ia menjabat sebagai Asisten Wedana Pamarayan dan Mengger.[1] Di lain sisi, ia ditunjuk sebagai sekretaris-bendahara Asosiasi Alumni OSVIA Banten pada bulan Agustus 1921.[5] Ia diberhentikan sebagai Asisten Wedana Mengger karena Kawedanan Mengger dibubarkan.[6] Setelah itu, ia menjadi Asisten Wedana Pagelaran selama dua tahun (1922-1924).[1]

Hardiwinangun bekerja sebagai Asisten Wedana Pandeglang pada tahun 1924.[1] Sebagai Asisten Wedana Pandeglang, ia aktif terlibat dalam pemberantasan Pemberontakan PKI 1926 di Banten.[7][2] Dua tahun kemudian, ia menjabat sebagai Pejabat Wedana Menes.[1] Selama menjabat sebagai Wedana Menes, ia ikut serta dalam penumpasan Pemberontakan PKI dengan menangkap tiga pemberontak di Cisaat yang terlibat dalam Pembantaian Menes pada bulan November 1926.[8] Pada bulan Maret 1929, ia bekerja sebagai Wedana Tomo.[1][9]

Seusai menyelesaikan pendidikan, ia diangkat sebagai Wedana Rengasdengklok pada tanggal 30 September 1931.[10] Ketika menjabat sebagai Wedana Rengasdengklok, ia terlibat dalam penangkapan pemimpin penyerangan Penjara Batujaya, Salam, pada bulan Juli 1932 di Kampung Bungin. Penangkapan Salam terjadi tanpa ada perlawanan karena dia berwasiat bahwa dia rela ditahan oleh wedana.[11] Di samping itu juga, ia juga menjadi Anggota Dewan Kabupaten Karawang.[12] Pada tanggal 17 Maret 1934, ia menjabat sebagai Patih Indramayu.[13] Saat menjabat sebagai Patih Indramayu, ia menjabat sebagai Anggota Dewan Provinsi Jawa Barat pada bulan November 1937.[14]

Bupati Lebak

Pada tanggal 25 Januari 1939, Hardiwinangun ditetapkan sebagai Bupati Lebak.[15] Dia dilantik pada tanggal 12 Agustus di Rangkasbitung.[16] Ia tetap menjabat sebagai Bupati Lebak pada masa pendudukan Jepang hingga tahun 1944 dan posisinya digantikan oleh Denda Kusumah.[17] Di masa pendudukan Jepang, ia mendapatkan pangkat Tihoo Nitoo Gyooseikan pada tanggal 25 September 1943.[18] Di masa kepemimpinannya, ia mendirikan empat sekolah negeri di Cilangkahan dan Leuwidamar.[19]

Organisasi

Hardiwinangoen bergabung dengan Perserikatan Pegawai Politie Boemipoetera. Dia juga pernah mengirimkan surat kepada Wiranatakusumah V yang menjabat sebagai ketua PPPB sebuah usulan untuk mereformasi PPPB supaya organisasi ini tidak diasosiasikan mewakili kepentingan kelompok tertentu saja.[20] Ia terpilih sebagai Anggota Dewan Bank Perserikatan Pegawai Politie Boemipoetera (PPPB) dalam Kongres PPPB yang diadakan pada tanggal 17 April 1937.[21] Dia mengundurkan diri sebagai anggota dewan eksekutif PPPB pada bulan Juni 1938.[22]

Kematian

Sukarno dan Mohammad Hatta tiba di ke Rangkasbitung pada 10 Desember 1945. Pada malam harinya, lima anggota yang berasal dari kelompok Dewan mendatangi Hardiwinangoen di rumahnya yang terletak di Rangkasbitung dan memintanya untuk ikut bersama dengan mereka dengan alasan dipanggil Sukarno-Hatta. Dia kemudian ikut bersama dengan mereka dengan menaiki mobil milik GEBEO.[23][7]

Dalam perjalanan, gerombolan dewan membawa Hardiwinangun ke arah Bayah. Setibanya di Jembatan Cisiih, para gerombolan menembak dia dan melemparkan jasadnya ke sungai. Warga lokal menemukan jasadnya dua hari kemudian di mulut Sungai Cisiih.[23][7]

Pertemuan Hardiwinangun dengan Charles Olke van der Plas di Hotel des Indes menjadi alasan bagi Dewan untuk membunuhnya karena dia menuding sang mantan Bupati Lebak sebagai boneka Belanda. Kematiannya membuat Ce Mamat kehilangan pendukung, terutama dari kaum ulama.[23]

Kehidupan pribadi

Hardiwinangun menikah dan memiliki anak.[24] Salah satu anaknya, Ida Hardiwinangoen bekerja sebagai guru sebelum menikah dengan seorang hakim Zainal Abidin.[25] Hardiwinangun memiliki keponakan yang pernah menjabat sebagai Bupati Serang (1988-1993) dan Wakil Gubernur Jawa Barat (1992-1998), Achmad Sampurna.[26]

Hardiwinangun juga dikenal memiliki jiwa seni. Ia menciptakan lagu dalam bahasa Jepang yang berjudul "Kireine Lebak" dan dalam bahasa Indonesia "Wahai Banten".[27][28]

Penghargaan

Hardiwinangan mendapatkan prestasi dari Pemerintah Hindia Belanda yaitu Bintang Perak Kecil untuk Loyalitas dan Prestasi [en] pada bulan Juli 1927 atas jasanya dalam memberantas Pemberontakan PKI.[29] Nama dia juga diabdikan sebagai nama jalan di Rangkasbitung.[30]

Referensi

  1. ^ a b c d e f g h Gunseikanbu (1943). Orang Indonesia jang terkemoeka di Djawa. Jakarta: Gunseikanbu. hlm. 40. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ a b "Een bezoek aan de verzetsstreken in West Bantam". Algemeen handelsblad voor Nederlandsch-Indië. 28 Januari 1927. hlm. 6. Diakses tanggal 2026-01-02.
  3. ^ Deenik, AC; Zandvoort, GHH; Sadikin, R. (1929). Gedenkboek M.O.S.V.I.A. 1879-1929. Bandung: N.V. Mij. Vorkink. hlm. 71.
  4. ^ Regerings-almanak voor Nederlandsch-Indië, 1930, Deel: 2, 1930. Batavia: Landsdrukkerij. 1930. hlm. 325.
  5. ^ "DE OUD-OSVIANEN BOND". De Preanger-bode. 17 Agustus 1921. hlm. 1. Diakses tanggal 2026-01-02.
  6. ^ "NIEUWSBLADEN OP JAVA.KAOEM - MOEDA Van 12 t/m 17 Juni 1922, Nos. 134 t/m 139". Overzicht van de Inlandsche en Maleisisch-Chineesche pers, 1922, no. 25, 18-06-1922. Batavia: Drukkerij Volkslectuur. 18 Juni 1922. hlm. 445.
  7. ^ a b c Berge, Tom van Den (Oktober 2016). "Indonesisch geweld tgeen de burgerbevolking in West-Java, 1945-1949: een verkenning". Leidschrift. 31 (3): 69.
  8. ^ "In Bantam". Algemeen handelsblad voor Nederlandsch-Indië. 29 November 1926. hlm. 6. Diakses tanggal 2026-01-02.
  9. ^ "De wedana van Menes". De Indische courant. 19 Juli 1929. hlm. 6. Diakses tanggal 2026-01-02.
  10. ^ Regerings-almanak voor Nederlandsch-Indië, 1933. Batavia: Landsdrukkerij. 1933. hlm. 324.
  11. ^ "De Gevangenis-bestonners van Batoedjaja". Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië. 15 Juli 1932. hlm. 6. Diakses tanggal 2026-01-02.
  12. ^ Regerings-almanak voor Nederlandsch-Indië, 1934, Deel: 2, 1934. Batavia: Landsdrukkerij. 1934. hlm. 693.
  13. ^ Regerings-almanak voor Nederlandsch-Indië, 1939.Tweede gedeelte Kalender en personalia. Batavia: Landsdrukkerij. 1939. hlm. 295.
  14. ^ "PROV. RAAD WEST-JAVA:Nog erikelen gekozen". De Indische Courant. 15 Juli 1932. hlm. 1. Diakses tanggal 2026-01-02.
  15. ^ Regerings-almanak voor Nederlandsch-Indië, 1942.Tweede gedeelte Kalender en personalia. Batavia: Landsdrukkerij. 1942. hlm. 297.
  16. ^ "INSTALLATIE REGENT VAN LEBAK". De Maasbode. 12 Agustus 1939. hlm. 3. Diakses tanggal 2026-01-02.
  17. ^ Mastur, Mastur. "Daftar Nama Bupati Lebak Beserta Tahun Menjabat". inforadar.disway.id. Info Radar. Diakses tanggal 2 Januari 2026.
  18. ^ "OEROESAN PEGAWAI NEGERI. PENGOEMOEMAN No. 3.Tentang ganti pangkat pegawai negeri tinggi menoeroet atoeran tambahan dari „Peratoeran tentang pengangkatan dan gadji pegawai negeri di Djawa", sebagai terseboet dibawah ini". Kan Po. Jakarta: Gunseikanbu. September 1943.
  19. ^ "NIEUWE VOLKSSCHOLEN IN LEBAK". Bataviaasch nieuwsblad. 17 Juli 1940. hlm. 3. Diakses tanggal 2026-01-02.
  20. ^ "VAK- EN VAKVEREENIGINGSBLADEN". Overzicht van de Inlandsche en Maleisisch-Chineesche pers, 1931, no. 33, 12-02-1931. Batavia: Drukkerij Volkslectuur. 18 Juni 1922. hlm. 291.
  21. ^ "Congres van Inheemschen B.B.-ambtenarenbond". De Locomotief. 19 April 1937. hlm. 10. Diakses tanggal 2026-01-02.
  22. ^ "Het Inlandsen B.B.-congres". Bataviaasch nieuwsblad. 9 Juni 1938. hlm. 2. Diakses tanggal 2026-01-02.
  23. ^ a b c Suardi, Suardi. "Mengungkap Peristiwa Pembunuhan Hardiwinangoen Mantan Bupati Lebak, Ini Fakta Sejarahnya!". referensiberita.com. Referensi Berita. Diakses tanggal 1 Januari 2026.
  24. ^ "De Heer en Mevrouw:RADEN HARDIWINANGOEN geven hierby gaarne bericht vai de geboorte aan hun zoon RADEN BOEDIMOELJO in Boedie Kemoeliaan te Batavia-C". Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië. 21 Juni 1939. hlm. 4. Diakses tanggal 2026-01-02.
  25. ^ "Eerste Indonesische diplomaat van de aanstaande unie". Algemeen Handelsblad. 3 Maret 1949. hlm. 1. Diakses tanggal 2026-01-02.
  26. ^ Ensering, Else (1995). "Banten in times of revolution". Archipel. 50: 160.
  27. ^ Biran, Misbach Yusa (2008). Kenang-kenangan orang bandel. Komunitas Bambu. hlm. 54.
  28. ^ Rusjan, Tubagus (1954). Sedjarah Banten. Arief. hlm. 57.
  29. ^ "Kleine Zilveren Ster voor Trouw en Verdienste". Bataviaasch nieuwsblad. 7 Juli 1927. hlm. 2. Diakses tanggal 2026-01-02.
  30. ^ Rizkoh, Fathul. "Perlintasan KA di Jl Hardiwinangun Rangkasbitung Ditutup gegara Bangun JPO". news.detik.com. Detik. Diakses tanggal 2 Januari 2026.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement