Hard-Boiled Wonderland and the End of the World
![]() Sampul edisi pertama (Jepang) | |
| Pengarang | Haruki Murakami |
|---|---|
| Judul asli | Sekai no owari to hādo-boirudo wandārando (世界の終りとハードボイルド・ワンダーランド) |
| Penerjemah | Alfred Birnbaum |
| Negara | |
| Bahasa | Jepang |
| Genre | Fiksi spekulatif, fiksi ilmiah, surealisme |
| Penerbit | Kodansha International (US) Shinchosha (JP) |
Tanggal terbit | Juni 1985 |
Tgl. terbit (bhs. Inggris) | September 1991 |
| Jenis media | Print (sampul keras) |
| Halaman | 400 (US) 618 (JP) |
| ISBN | ISBN 4-7700-1544-5 (US) ISBN 4-10-600644-8 (JP) |
| OCLC | 24009283 |
| 895.6/35 20 | |
| LCC | PL856.U673 S4513 1991 |
Hard-Boiled Wonderland and the End of the World (世界の終りとハードボイルド・ワンダーランド, Sekai no owari to hādo-boirudo wandārando) adalah sebuah novel karya Haruki Murakami yang terbit pada tahun 1985. Diterjemahkan oleh Alfred Birnbaum dan dirilis pada tahun 1991. Kisahnya terbagi dua narasi, Hard-Boiled Wonderland berelemen fiksi ilmiah yang dipadukan dengan siberpunk, sedangkan The End of the World mengadopsi dunia virtual dengan sentuhan surealis.[1][2]
Alur cerita
Ceritanya terbagi ke dalam dua alur yang berjalan paralel. Bab-bab bernomor ganjil berlatar di dunia yang disebut Hard-Boiled Wonderland—meski nama tersebut sebenarnya tidak pernah disebut sepanjang cerita, hanya muncul di bagian awal halaman. Tokohnya tidak memiliki nama tetapi dikenal sebagai Calcutec atau semacam manusia pemroses data sekaligus sistem enkripsi berjalan yang menggunakan alam bawah sadarnya sebagai kunci enkripsi. Para Calcutec bekerja untuk organisasi semi-pemerintah bernama Sistem yang bermusuhan dengan para Semiotec—mereka ini merupakan penjahat pencuri data yang bekerja untuk kelompok misterius bernama Pabrik yang isinya adalah para Calcutec yang menyimpang atau membelot.
Hubungan antara dua kelompok tersebut cukup sederhana: Sistem melindungi data, sementara Semiotec mencurinya. Tokoh utama kemudian diminta menyelesaikan misi dari seorang ilmuwan aneh yang sedang meneliti tentang "menghapus suara". Laboratoriumnya tersembunyi di bawah sistem saluran air kota Tokyo yang terasa seperti sisa dari masa lalu. Tokoh utama kemudian menyadari bahwa ia hanya memiliki waktu sekitar satu setengah hari sebelum kesadarannya benar-benar meninggalkan dunia nyata, dan masuk selamanya ke dunia yang tercipta dari alam bawah sadarnya. Menurut ilmuwan, perubahan ini akan terasa sekejap di dunia luar, tapi di benak Calcutec waktu di dalam dunia barunya itu akan terasa nyaris abadi.
Sementara itu, bab-bab bernomor genap bercerita tentang tokoh lain tanpa nama juga yang baru saja datang ke tempat misterius bernama The End of the World, sebuah kota yang dikelilingi tembok yang tidak dapat ditembus dan benar-benar terisolasi. Tokoh utamanya sedang menjalani proses penerimaan sebagai warga baru. Ia dan bayangannya telah "dipisahkan" dan bayangannya sekarang hidup di Kuburan Bayangan, sebuah tempat keras di mana para bayangan diperkirakan tidak akan dapat bertahan hingga musim dingin berakhir. Di kota tembok, para penduduk tidak diperbolehkan memiliki bayangan. Lebih jauh lagi, ternyata para penduduk juga tidak memiliki ingatan.
Tokoh utamanya kemudian diberi tempat tinggal dan tugas baru sebagai seorang pembaca mimpi—pekerjaan yang bertujuan untuk menghapus sisa-sisa pikiran dari kota tembok. Setiap malam, ia pergi ke Perpustakaan dan ditemani sang Pustakawati ia belajar membaca mimpi dari tengkorak unicorn. Para unicorn hanya diam pasrah menjalani rutinitas mereka seperti digiring keluar dari kota setiap malam ke kandang mereka, di mana banyak yang mati karena kedinginan akibat musim salju. Lama-kelamaan, tokoh utama menyadari bahwa kota yang dikelilingi tembok ini merupakan dunia yang ada di dalam alam bawah sadar tokoh utama dari Hard-Boiled Wonderland.
Tokoh dari kota tembok kemudian mulai jatuh hati pada pustakawati yan perlahan-lahan mengungkap rahasia. Awalnya ia berniat kabur dari kota tembok bersama bayangannya. Tapi pada akhirnya, ia berubah pikiran—dan membiarkan bayangannya pergi sendirian.
Tokoh
Dalam kedua alur cerita, tidak ada satu pun tokoh yang memiliki nama. Mereka semua disebut berdasarkan pekerjaan atau ciri khas fisik mereka—seperti "Si Pustakawati" atau "Si Badan Besar."
Hard-Boiled Wonderland
- Si Narator
- Seorang Calcutec berusia 35 tahun yang, selain pekerjaannya yang sangat aneh, hidup seperti yuppie khas Tokyo—sibuk, hidup sendiri, tapi kelihatan tenang-tenang saja. Meski ia sangat jeli dalam mengamati sekitar, ia tidak terlalu memikirkan hal-hal aneh yang terjadi di sekelilingnya.
- Si Kakek / Si Ilmuwan
- Ilmuwan jenius tetapi pelupa adalah orang yang mempekerjakan si Narator untuk mengolah informasi. Penelitiannya berfokus ke hal yang disebut "penghilangan suara." Ia telah menemukan cara untuk membaca alam bawah sadar dan merekamnya menjadi gambar-gambar yang dapat dimengerti, walaupun acak dan tidak dapat dipahami. Dari situ, ia punya ide untuk menyunting gambar-gambar tersebut agar dapat menyisipkan cerita fiksi langsung ke alam bawah sadar subjeknya—termasuk si Narator. Ia kerja sama dengan Sistem karena fasilitasnya yang mutakhir, walaupun sebenarnya ia tidak suka berkerja di bawah naungan siapa pun. Menurut cucunya, ia akhirnya kabur ke Finlandia.
- Si Cewek Gendut
- Cucu dari si ilmuan, usianya 17 tahun tapi penampilannya seperti 30-an. Ia digambarkan sangat gemuk tapi entah kenapa tetap menarik. Ia ikut membantu si Narator menjelajahi lorong-lorong bawah tanah dan akhirnya memutuskan untuk pindah ke apartemen si Narator begitu dua dunia yang ada di dalam diri narator mulai menyatu.
- Si Pustakawati
- Gadis manis yang selalu lapar dan membantu Narator dalam riset tentang unicorn. Mereka akhirnya menjadi "kekasih selama 48 jam"—hubungan yang singkat tapi intens.
- Junior dan Si Badan Besar
- Dua preman yang entah atas perintah siapa, datang melukai Narator. Mereka mengacak-acak apartemennya dan meninggalkan luka sayatan serius di perut bawah narator.
- INKlings
- Singkatan dari Infra-Nocturnal Kappa. makhluk penghuni saluran bawah tanah yang bentuknya mirip "Kappa" dalam mitologi Jepang. Mereka telah berkembang dan memiliki budaya tersendiri. Saking berbahayanya, ilmuwan memilih tetap tinggal di wilayah mereka dan dilindungi alat pengusir demi menghindar dari orang-orang yang ingin mencuri penelitiannya. Katanya para INKlings menyembah seekor ikan tilapia yang memiliki kecenderungan brutal (ditambah lagi tubuhnya penuh lintah). Mereka juga tidak memakan daging segar. Jika berhasil menangkap manusia, mereka akan menyelupkan korbannya ke dalam air selama beberapa hari hingga mayatnya busuk lalu menyantapnya.
The End of the World
- Si Narator
- Pendatang baru di tempat yang disebut The End of the World. Sebagai bagian dari penyambutan, bayangannya harus dipisahkan dari tubuhnya, dan matanya ditusuk agar ia dapat "membaca mimpi"—tugas yang diberikan padanya. Ia tidak dapat mengingat masa lalunya, dan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi ia yakin jawabannya tersembunyi di pikirannya—dan pikirannya itu masih disimpan oleh bayangannya.
- Bayangan Si Narator
- Wujudnya mirip manusia. Ia masih memiliki semua ingatan si Narator seperti kehidupan mereka sebelum masuk ke kota, tapi karena terpisah mereka terpisah, bayangan menjadi rentan penyakit hingga pelan-pelan sekarat. Ia dijaga oleh Penjaga Gerbang, yang memperlakukannya dengan keras tapi tidak kejam. Jika ia mati maka narator akan sepenuhnya kehilangan ingatan. Diakhir buku bayangan berusaha untuk kabur dari kota dan kembali ke dunia tempat ia dan narator seharusnya berada.
- Si Penjaga Gerbang
- Penjaga dan pengurus segala urusan di The End of the World. Ia yang mengajarkan narator tentang tugas-tugasnya, dan juga menjaga bayangan narator dan memberikannya pekerjaan, seperti membuang lalu membakar bangkai binatang-binatang yang mati kedinginan saat musim dingin.
- Si Pustakawati
- Ia bertugas menyimpan tengkorak-tengkorak binatang tempat para "mimpi-mimpi" berada. Ia membantu narator dalam pekerjaannya. Katanya ia tidak memiliki "ingatan", tetapi dulu ibunya punya ingatan dan narator semakin lama aemakin yakin bahwa sebenarnya pikiran pustakawati tidak sepenuhnya hilang—hanya saja tersembunyi. Hubungan antara pustakawati ini dengan yang ada di Hard-Boiled Wonderland tidak pernah dijelaskan dengan gamblang, tapi narator sering mengatakan kalau ia terlihat familiar.
- Si Kolonel
- Orang tua yang menjadi tetangga kamar narator. Ia sering memberikan nasihat dan menjadi tempat curhat bahkan merawat narator saat sedang jatuh sakit.
- Si Penjaga Pembangkit
- Lelaki muda yang bertugas mengurus Pembangkit Listrik di tengah hutan kota yang berbahaya. Ia merupakan orang luar yang memberikan narator sebuah akordeon mini—yang mungkin dapat menjadi kunci untuk mengembalikan pikirannya dan membuka memori lamanya. Karena masih memiliki sisa-sisa pikiran, ia diasingkan ke hutan dan dilarang tinggal di dalam kota.
Pengaruh
Murakami sering mengungkit kecintaannya terhadap sastra Barat, ia mempunyai kekaguman khusus pada Raymond Chandler tokoh pelopor genre hard-boiled—detektif yang dingin dan tajam ala Amerika.[3] Bagian cerita Hard-Boiled Wonderland memang banyak mengambil contoh dari novel-novel detektif khas Amerika, ditambah juga pengaruh dari fiksi ilmiah dan gaya siberpunk.
Sementara itu, cerita di The End of the World punya nuansa yang sangat mirip dengan Kastil karya Franz Kafka.[4] Dua-duanya bercerita tentang orang asing yang tiba di desa aneh—yang membuat mereka tertarik tetapi juga ngeri sendiri melihat kelakuan para penduduknya. Gambaran tentang kehilangan bayangan saat mendekati “akhir dunia” ternyata juga muncul di novel Victoria karya Knut Hamsun dari tahun 1898. Tapi ide serupa telah muncul jauh sebelumnya, misalnya di kisah "Peter Schlemihl's Remarkable Story" karangan Adelbert von Chamisso atau dongeng The Shadow yang ditulis Hans Christian Andersen pada 1847. Lalu cerita tentang otak manusia yang dapat menyimpan data terenkripsi, muncul di cerpen milik William Gibson, walau Murakami sendiri mengatakan di berbagai wawancara kalau cerita Gibson tidak memengaruhinya. Terakhir tentang "mimpi yang bisa diubah"—tema tersebut juga muncul di novella karangan Roger Zelazny yang terbit tahun 1966.[5]
Pengaruh pada karya lain
Cerita The End of the World menjadi salah satu inspirasi untuk Yoshitoshi Abe saat menulis Haibane Renmei, yang awalnya dibuat sebagai manga dōjinshi lalu diangkat jadi serial anime. Menariknya, kedua cerita ini memiliki kemiripan yang kentara: sama-sama berlatar di sebuah kota misterius yang tidak dapat ditinggalkan, dikelilingi tembok tinggi, terdapat sungai yang mengalir, perpustakaan sunyi, dan menara jam.[6]
Referensi
- ^ Rubin, Jay. Haruki Murakami and the Music of Words. ISBN 0-09-945544-7
- ^ "Hard-Boiled Wonderland and the End of the World | The Japan Times". The Japan Times (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 2022-09-15. Diakses tanggal 2016-12-21.
- ^ Murakami, Haruki, "Books", World press (interview).
- ^ O'Reilly, Shane. "Five Novels That Influenced Haruki Murakami's Writing". Bookwitty. Diarsipkan dari asli tanggal June 26, 2018. Diakses tanggal November 8, 2021.
- ^ "Themes : Dream Hacking : SFE : Science Fiction Encyclopedia".
- ^ Hairston, Marc (2007). Lunning, Frenchy (ed.). "Fly Away Old Home: Memory and Salvation in Haibane-Renmei". Mechademia. 2. Minneapolis, Minnesota: University of Minnesota Press: 238. doi:10.1353/mec.0.0014. ISBN 978-0-8166-5266-2. ISSN 1934-2489. OCLC 72523390. S2CID 120340635.
Bacaan lanjutan
- Rubin, Jay (2005), Haruki Murakami and The Music of Words.
Rubin interviewed Murakami several times between 1993 and 2001 and has translated several of his novels.
- Haney, William S (2006), "Hard Boiled Wonderland", Cyberculture, Cyborgs and Science Fiction: Consciousness and the Posthuman, hlm. 131.
- Napier, Susan Jolliffe (1996), The Fantastic in Modern Japanese Literature: The Subversion of Modernity, hlm. 127.
Pranala luar
- "End of the World", Exorcising Ghosts, UK, diarsipkan dari asli (links to reviews and articles) tanggal 2016-03-03, diakses tanggal 2020-05-15 .
- Critics, 2005-10-24, diarsipkan dari asli (review) tanggal 2007-03-21.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



