Hans Panjaitan

Hans Panjaitan
LahirPortahan Bonetua Marangin Sotarduga Pandjaitan
(1945-01-24)24 Januari 1945
Garut, Jawa Barat, Masa Pendudukan Jepang
Meninggal12 Maret 1995(1995-03-12) (umur 50)
Jakarta, Indonesia
Karier musik
Pekerjaan
  • Musisi
  • gitaris
  • pencipta lagu
  • penyanyi
Instrumen
  • Vokal
  • gitar
  • keyboard
  • bass
  • drum
  • harmonika
  • suling
  • flute
  • saksofon
Tahun aktif1957–1992
Mantan anggotaPanbers

Hans Panjaitan (24 Januari 1945 – 12 Maret 1995) adalah musisi Indonesia dan merupakan gitaris dan pengisi vokal sekaligus pendiri dari grup musik Panbers yang didirikan sejak 1957.

Karier

Hans Panjaitan yang mempunyai nama lengkap Portahan Bonetua Marangin Sotarduga, dikenal sebagai anggota Panjaitan Bersaudara (Panbers), satu nama kelompok pemusik yang merupakan singkatan dari Pandjaitan Bersaudara. Kelompok musik ini didirikan pada 1963 di Surabaya, terdiri dari empat orang kakak beradik kandung putra-putra dari Drs. J.M.M. Pandjaitan S.H. (lahir tahun 1905) dengan Bosani S.O. Sitompul Pandjaitan (lahir tahun 1912). Mereka adalah Hans Panjaitan sendiri bertindak sebagai gitaris lead & rhythm, Doan Panjaitan pada bassist dan kibordis, serta Asido Panjaitan pada drummer. Sedangkan Benny Panjaitan pada gitaris lead & rhythm dan vokalis.

Selain sebagai gitaris dan vokalis pendukung, Hans Panjaitan juga adalah pendiri dari kelompok musik Panbers. Hampir semua lagu yang pernah dipopulerkan Panbers adalah ciptaannya. Peran gitaris dan fungsinya sama vitalnya dengan gitaris Hank Marvin di The Shadows, George Harrison di The Beatles, Jimmy Page di Led Zeppelin, Ritchie Blackmore di Deep Purple, Peter Green di Fleetwood Mac, Joe Perry di Aerosmith, Carl Wilson di The Beach Boys, Brian May di Queen dan Keith Richards di Rolling Stones serta gitaris lainnya Jimi Hendrix, Buddy Holly, Chuck Berry, Scotty Moore, Carl Perkins, James Burton dan Chet Atkins. Untuk ukuran Indonesia, setara dengan Ian Antono di God Bless, dan Deddy Dores di Freedom Of Rhapsodia dan Superkid serta gitaris jazz lainnya Jack Lesmana dan Ireng Maulana. Ia lahir di pengungsian pada zaman perang. Sang ibu sedang hamil tua anak pertama (Hans) ketika harus mengungsi dari Bandung. Melintasi Medan ke Siantar dan berakhir di Garut di mana Hans dilahirkan. Saat tinggal di Palembang, Hans (hingga usia 11 tahun) pernah berlatih bermain kontrabas selama 10 tahun dengan berguru pada seorang Jerman. Ia terobsesi ayahnya yang dulu senang main kontrabas dan biola. Disamping gitar ia juga menguasai alat musik bass betot dan gitar. Hans kecil berjiwa keras, banyak kemauan dan keinginannya harus dituruti. Meski begitu ia banyak memberikan pengarahan kepada adik-adiknya. Adik-adiknya juga pernah ikut les musik, tapi akhirnya semua lebih otodidak dalam menguasai alat musik.

Sewaktu tawaran rekaman pertama datang, ia sudah kuliah di Sekolah Tinggi Teknik Nasional, sekarang (menjadi) ISTN Jakarta. Pikirannya sempat terombang-ambing karena ayahnya selalu mengatakan harus menyelesaikan sekolah. Tak mau menyianyiakan kesempatan, ia pun meminta izin ayahnya. Sang ayah memberikan restu dengan memberikan pilihan untuk berkarya, tapi syaratnya harus hidup dari karyanya tersebut, tetapi jangan sampai tidak lulus sekolah. Mereka menyanggupi dengan penuh tanggung jawab. Akhirnya dengan pembagian waktu yang berat, mereka berhasil meluncurkan Album I mereka yang meraih sukses di pasaran. Mereka langsung menjadi pesaing baru bagi grup Koes Plus yang telah mengeluarkan album volume 3.

Meninggal dunia

Hans Panjaitan meninggal dunia pada 12 Maret 1995 di rumahnya di kawasan Menteng Pulo, Kota Jakarta dalam usia 50 tahun akibat penyakit jantung yang sudah lama menggerogoti tubuhnya yang dideritanya sejak tahun 1992.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement