Halte Rawagempol

Halte Rawagempol (RWG) adalah halte trem nonaktif yang terletak di Tirtasari, Tirtamulya, Karawang. Halte yang termasuk dalam Wilayah Penjagaan Aset I Jakarta ini dulunya dibangun oleh Staatsspoorwegen dan diresmikan pada tanggal 15 Juli 1912.[1]: 117 


Stasiun Rawagempol
Rawagempol
Lokasi
Koordinat{{WikidataCoord}} – missing coordinate data
Operator
Letak
km 8+445 lintas KarawangWadasCikampek[2]
LayananTidak ada layanan.
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
Sejarah
Dibuka15 Juli 1912
Ditutup1 Januari 1984[4]
Lokasi pada peta
Lua error in Modul:Mapframe at line 382: Unable to get latitude from input '<span style="font-size:100%" class="error"><span style="font-size:100%" class="error"><span style="font-size:100%" class="error">{{WikidataCoord}} – missing coordinate data</span> – missing coordinate data</span> – missing coordinate data</span>'..
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Trem yang dijalankan di lintas ini terdiri dari sebuah lokomotif uap yang menarik dua wagon (dapat berupa kereta atau gerbong). Wagon (baik berupa kereta atau gerbong), memiliki dimensi yang lebih kecil dibandingkan dengan kereta api untuk lintas utama/1.067 mm. Kapasitas penumpangnya juga tidak terlalu banyak dan mampu mengangkut penumpang maupun hasil panen. Rel yang digunakan menggunakan bantalan kayu, dan hanya dapat berjalan hingga maksimum 20 kilometer per jam (12 mph) bahkan ada masyarakat sekitar jalur yang mengatakan bahwa trem Karawang hanya secepat laju sepeda. Sistem tiket yang masih berpusat pada kondektur menyebabkan banyak Penumpang gelap berkeliaran sepanjang perjalanan.[5]

Jalur trem Cikampek–Wadas ditutup tanggal 1 Januari 1984 yang disebabkan oleh banyaknya Penumpang yang tidak membayar tiket. Akibatnya, PJKA mengalami kerugian dan bocor pendapatan, yang membuat PJKA tak mampu menghidupi Jalur cabang dan Jalur sekunder, sehingga perbaikan yang seharusnya dialokasikan untuk sarana-prasana lintas cabang dialihkan untuk perbaikan sarana-prasana di jalur utama. Selain itu, kecepatan kereta api yang melambat tak kunjung diperbaikinya prasarana yang ada membuat kereta api menjadi kalah bersaing dengan kendaraan pribadi maupun angkutan jalan raya.[6]

Kini, Halte Rawagempol menjadi salah satu peninggalan sejarah kolonial Belanda di Karawang yang masih terawat berkat renovasi. Meski sudah tak lagi dilewati kereta, bangunan ini tetap menjadi penanda penting perjalanan sejarah Transportasi di Karawang.[7]

Referensi

  1. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama korte
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
  3. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  4. ^ Dokumen Lintas Cabang yang masih Aktif dan Tidak Aktif (PPK.8-2011/OR/ORP-KP.BD). Bandung: Kereta Api Indonesia.
  5. ^ Nurzahra & Kanumoyoso 2023, hlm. 3317.
  6. ^ Nurzahra & Kanumoyoso 2023, hlm. 3318-3319.
  7. ^ "stasiun rawagempol jadi saksi sejarah transportasi". karawang.inews.id. Diakses tanggal 7 September 2025.
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Randegan (Karawang)
menuju Karawang
Trem Karawang
Karawang–Cikampek
Sepur 600 mm
Karangsinom
menuju Cikampek

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement