Halim Kalla
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2025) |
| Halim Kalla | |
|---|---|
| Lahir | 01 Oktober 1957 Ujung Pandang, Sulawesi Selatan, Indonesia |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Pekerjaan | Pengusaha, CEO Haka Group |
| Dikenal atas | Presiden Direktur PT Bumi Rama Nusantara (BRN), tersangka kasus korupsi PLTU Kalbar |
| Kerabat | Jusuf Kalla (kakak) |
Halim Kalla (lahir 1 Oktober 1957) adalah pengusaha Indonesia yang dikenal sebagai pendiri dan CEO Haka Group, konglomerasi bisnis yang bergerak di sektor energi, otomotif, konstruksi, dan perhotelan.[1] Ia juga menjabat sebagai Presiden Direktur PT Bumi Rama Nusantara (BRN). Halim Kalla merupakan adik kandung dari mantan Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla.[2]
Pendidikan dan karier awal
Halim Kalla menempuh pendidikan tinggi di State University of New York at Buffalo di Amerika Serikat.[3] Ia memulai karier bisnisnya dengan mendirikan PT Bumi Rama Nusantara (BRN) pada tahun 1983.[4]
Inovasi dan bisnis
Pada tahun 2006, Halim memperkenalkan Digital Cinema System (DCS) di Indonesia, yang merevolusi sistem proyeksi film di bioskop.[5] Selain itu, melalui Haka Auto, Halim Kalla meluncurkan kendaraan listrik prototipe buatan Indonesia, yaitu Smuth, Erolis, dan Trolis.[6]
Halim Kalla juga tercatat sebagai pendiri dan CEO Haka Group, konglomerasi yang menaungi BRN serta bergerak di berbagai sektor seperti energi, konstruksi, otomotif, dan perhotelan.[7]
Kasus korupsi PLTU Kalbar
Pada 3 Oktober 2025, Kortas Tipidkor Polri menetapkan Halim Kalla sebagai tersangka dugaan korupsi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 1 Kalimantan Barat bersama mantan Direktur Utama PLN, Fahmi Mochtar.[8]
Proyek PLTU ini mangkrak sejak tahun 2008 hingga 2018 akibat pengaturan kontrak yang tidak sesuai prosedur, sehingga negara diperkirakan merugi sekitar Rp 1,3 triliun.[9]
Halim Kalla dijerat Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP. Saat ini, ia belum ditahan tetapi telah dicekal ke luar negeri.[10]
Referensi
- ^ Liputan6 (6 Oktober 2025). "Profil Lengkap Halim Kalla dan Sederet Bisnis yang Dikelola, Kini Terseret Korupsi PLTU Kalbar". Liputan6.com. Diakses tanggal 16 September 2025. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ^ Dirgantara, Adhyasta (7 Oktober 2025). "Siapa Halim Kalla? Tersangka Kasus PLTU Kalbar-1". Kompas.com. Diakses tanggal 16 September 2025.
- ^ "Profil Halim Kalla, Tersangka Kasus PLTU Kalbar". Viva.co.id. Diakses tanggal 16 September 2025.
- ^ "Profil Halim Kalla yang Tersandung Kasus Korupsi PLTU Kalbar". Detik Finance. Diakses tanggal 16 September 2025.
- ^ Dirgantara, Adhyasta (7 Oktober 2025). "Siapa Halim Kalla? Tersangka Kasus PLTU Kalbar-1". Kompas.com. Diakses tanggal 16 September 2025.
- ^ Liputan6 (6 Oktober 2025). "Profil Lengkap Halim Kalla dan Sederet Bisnis yang Dikelola, Kini Terseret Korupsi PLTU Kalbar". Liputan6.com. Diakses tanggal 16 September 2025. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ^ Liputan6 (6 Oktober 2025). "Profil Lengkap Halim Kalla dan Sederet Bisnis yang Dikelola, Kini Terseret Korupsi PLTU Kalbar". Liputan6.com. Diakses tanggal 16 September 2025. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ^ "Profil Halim Kalla yang Tersandung Kasus Korupsi PLTU Kalbar". Detik Finance. Diakses tanggal 16 September 2025.
- ^ Dirgantara, Adhyasta (7 Oktober 2025). "Siapa Halim Kalla? Tersangka Kasus PLTU Kalbar-1". Kompas.com. Diakses tanggal 16 September 2025.
- ^ Liputan6 (6 Oktober 2025). "Profil Lengkap Halim Kalla dan Sederet Bisnis yang Dikelola, Kini Terseret Korupsi PLTU Kalbar". Liputan6.com. Diakses tanggal 16 September 2025. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


