Hadroh
Hadroh adalah salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah maupun lembaga pendidikan Islam yang berfokus pada seni musik Islami menggunakan alat perkusi tradisional, terutama rebana. Ekstrakurikuler ini bertujuan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Islam, mengembangkan bakat seni siswa, serta melatih kebersamaan melalui lantunan shalawat dan nasyid.[1]
Sejarah dan Asal-usul
Hadroh berasal dari tradisi kesenian Islam di Timur Tengah yang masuk ke Nusantara bersamaan dengan dakwah Islam pada abad ke-13. Di Indonesia, hadroh berkembang menjadi media dakwah dan hiburan bernuansa religius yang sering ditampilkan pada acara keagamaan seperti maulid nabi, peringatan hari besar Islam, hingga hajatan masyarakat.[2]
Perkembangan hadroh kemudian masuk ke lingkungan sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler. Hal ini bertujuan agar siswa tidak hanya belajar akademik, tetapi juga mengasah spiritualitas dan seni budaya Islami.[3]
Tujuan Ekstrakurikuler Hadroh[4]
Kegiatan ekstrakurikuler hadroh memiliki beberapa tujuan, di antaranya:
- Meningkatkan religiusitas siswa melalui lantunan shalawat.
- Mengembangkan keterampilan seni musik Islami, khususnya memainkan rebana.
- Menanamkan nilai kerja sama dan kekompakan, karena permainan hadroh dilakukan secara berkelompok.
- Melestarikan budaya Islam tradisional yang sudah turun-temurun di Indonesia.
Kegiatan dan Latihan
Dalam ekstrakurikuler hadroh, siswa biasanya berlatih secara rutin memainkan rebana dengan irama tertentu sambil melantunkan shalawat atau qasidah.[5] Beberapa jenis rebana yang digunakan antara lain:
- Rebana besar (bass) untuk menghasilkan suara rendah.
- Rebana kecil untuk irama cepat.
- Tamborin untuk variasi nada.
Selain latihan musik, anggota hadroh juga mempelajari teknik vokal, harmoni suara, serta adab dalam menyampaikan shalawat.
Penampilan dan Prestasi
Ekstrakurikuler hadroh sering ditampilkan dalam kegiatan sekolah seperti peringatan Maulid Nabi, Isra Mi’raj, atau acara perpisahan siswa. Tidak jarang pula grup hadroh sekolah mengikuti lomba antar-kecamatan, kabupaten, hingga tingkat provinsi.
Prestasi yang diraih dari lomba hadroh menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah, sekaligus menjadi sarana memperkenalkan seni budaya Islam di kalangan generasi muda.
Manfaat Bagi Siswa
Mengikuti ekstrakurikuler hadroh memberi banyak manfaat, antara lain:
- Meningkatkan keimanan dan kecintaan pada Rasulullah melalui shalawat.
- Melatih keterampilan musik dan seni suara.
- Menumbuhkan rasa percaya diri ketika tampil di depan umum.
- Mempererat ukhuwah Islamiyah antar siswa.
Lihat Pula
Referensi
- ^ "Artikel Sekolah". smpn1-bandarlampung.sch.id. Diakses tanggal 2025-09-21.
- ^ r.search.yahoo.com https://r.search.yahoo.com/_ylt=Awr1RVCxqIRpIAIAGVLLQwx.;_ylu=Y29sbwNzZzMEcG9zAzIEdnRpZAMEc2VjA3Ny/RV=2/RE=1771511218/RO=10/RU=https://ypais.org/sejarah-hadroh-seni-islami-yang-penuh-makna//RK=2/RS=Ly6t91vNCo40SUc4V_16Yp9EBNg-. Diakses tanggal 2026-02-05.
- ^ "Sejarah Seni Hadrah Di Indonesia". Pesantren Nuris Jember (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-09-21.
- ^ "Hadroh". SMK Negeri 5 BATAM. Diakses tanggal 2025-09-21.
- ^ r.search.yahoo.com https://r.search.yahoo.com/_ylt=Awr1RVCxqIRpIAIAGFLLQwx.;_ylu=Y29sbwNzZzMEcG9zAzEEdnRpZAMEc2VjA3Ny/RV=2/RE=1771511218/RO=10/RU=https://hiqmauinjakarta.com/sejarah-hadrah-dan-perkembangannya//RK=2/RS=Rxk3G08.BzelQhvQZbq5zj.0iWE-. Diakses tanggal 2026-02-05.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


