Hachikō Monogatari

Orientasi Film

Hachikō Monogatari
SutradaraSeijirō Kōyama
ProduserToshio Nabeshima
SkenarioKaneto Shindo
Penata musikTetsuji Hayashi
SinematograferShinsaku Himeda
PenyuntingMitsuo Kondō
DistributorShochiku-Fuji Company (1987) (Jepang - di bioskop), Shōchiku Eiga (1988) (Amerika Serikat - teks Bahasa Inggris)
Tanggal rilis
1 Agustus 1987
Durasi1 jam 47 menit
BahasaJepang

Hachikō Monogatari (ハチ公物語, Hikayat Hachikō) adalah film Jepang tentang anjing jenis Akita Inu bernama Hachikō yang setia menunggu majikannya di Stasiun Shibuya, meski majikannya sudah meninggal dunia.

Film ini sesuai dengan judulnya yang diadaptasi dari kisah nyata seekor anjing di Jepang bernama Hachikō.

Alur

Film ini menceritakan kisah nyata kehidupan Hachikō dari tanggal 10 November 1923 hingga kematiannya pada tanggal 8 Maret 1935.

Kisah kesetiaan seekor anjing bernama Hachikō telah diangkat ke dalam beberapa film. Hachikō, seekor anjing dari ras Akita Inu, lahir pada tanggal 10 November 1923 di sebuah peternakan di dekat Odate, Prefektur Akita, Jepang. Pada tahun 1924, seorang Dosen Profesor dari Universitas Kekaisaran Tokyo bernama Hidesaburo Ueno yang membawanya ke Shibuya, Tokyo untuk dijadikan hewan peliharaan.

Setiap hari, Hachiko selalu menunggu kepulangan Ueno di Stasiun Shibuya, Jepang sepulang kerja. Kebiasaan ini terus berlanjut hingga 21 Mei 1925, saat Ueno meninggal dunia akibat pendarahan otak ketika sedang bekerja. Meski pemiliknya telah tiada, Hachiko tetap kembali ke stasiun setiap hari selama kurang lebih sembilan tahun, setia menunggu kepulangan tuannya yang tidak akan pernah kembali.

Selama sembilan tahun, Hachikō setia menanti pemiliknya yang sudah meninggal dunia hingga akhir hayatnya.

[1]

Pengerjaan

Film Hachikō Monogatari disutradarai oleh Seijirō Kōyama dan berhasil menjadi film terlaris di Jepang ketika diedarkan pada tahun 1987. Selain itu, film ini juga dibintangi oleh Aktris Masumi Harukawa.

Pemeran

Aktor Peran
Tatsuya Nakadai Shujiro Ueno
Kaoru Yachigusa Shizuko Ueno
Mako Ishino Chizuko Ueno
Masumi Harukawa Okichi
Taiji Tonoyama Hashimoto
Yoshi Katō Kondo
Hisashi Igawa Maekawa
Shigeru Izumiya Yasui
Kei Yamamoto Serizawa
Kumeko Urabe Pemilik toko rokok
Chōei Takahashi Mase
Saburō Ishikura Machida
Shirō Kishibe Pembeli
Hairi Katagiri Oyoshi, pembantu
Takuji Aoki Taku Aoki

Staf

Nama Jabatan
Kazuyoshi Okuyama Produser eksekutif
Jun'ichi Shindō Produser
Mitsui Company Ltd., Shōchiku Eiga, Tokyu Group Produksi
Kazuhiko Fujiwara, Yoshinobu Nishioka Pengarah seni
Kenichi Benitani Rekaman suara
Tadaomi Miya Pelatih anjing

Penerimaan

Hachikō Monogatari adalah film nomor satu di Jepang pada tahun 1987, menghasilkan pendapatan dua miliar yen dari peredarannya.[2]

Penghargaan

Film yang dirilis pada tahun 1987 ini sukses menjadi box office di Jepang saat itu.

Dalam budaya populer

Patung Hachikō merupakan salah satu marka tanah di Shibuya, Tokyo. Patung ini dibuat setelah seekor anjing Hachikō meninggal dunia.

Epilog

Film ini benar-benar menyorot hubungan keseharian antara Hachikō dan pemiliknya sehingga alur terkesan berjalan lambat dan datar. Bagian yang paling menyentuh adalah saat Hachikō tetap setia menunggu tuannya yang sudah meninggal dunia di Stasiun Shibuya setiap harinya. Sembilan tahun kemudian, Hachikō meninggal dunia di tengah guyuran hujan salju depan stasiun kereta api.

Pembuatan ulang

Versi Hollywood dari film ini dirilis pada tahun 2009 dengan judul Hachi: A Dog's Tale. Pemerannya Richard Gere, Joan Allen, dan Sarah Roemer. Berbeda dengan cerita aslinya yang berlatar pada zaman Showa, versi Hollywood beratar pada zaman Heisei.

Referensi

  1. ^ "Kisah Kesetiaan Anjing Hachiko Diabadikan dalam 2 Versi Film". Tempo. 8 Maret 2025 | 17.01 WIB. Diakses tanggal 2026-02-15.
  2. ^ "過去興行収入上位作品1987年 (Kako haikyū shūnyū jōi sakuhin 1987-nen)" (dalam bahasa Japanese). Motion Picture Producers Association of Japan. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-07-26. Diakses tanggal 4 February 2011. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement