HNLMS Abraham Crijnssen (1936)
HMAS/HNLMS Abraham Crijnssen
| |
| Sejarah | |
|---|---|
| Nama | Hr.Ms. Abraham Crijnssen |
| Asal nama | Abraham Crijnssen |
| Pembangun | Werf Gusto |
| Pasang lunas | 21 Maret 1936 |
| Diluncurkan | 22 September 1936 |
| Mulai berlayar | 27 Mei 1937 |
| Dipensiunkan | 26 Agustus 1942 |
| Nasib | Ditransfer ke Angkatan Laut Australia |
| Sejarah | |
| Nama | HMAS Abraham Crijnssen |
| Mulai berlayar | 26 Agustus 1942 |
| Dipensiunkan | 5 Mei 1943 |
| Nasib | Dikembalikan ke Angkatan Laut Belanda |
| Sejarah | |
| Berlayar kembali | 5 Mei 1943 |
| Dipensiunkan | 29 Mei 1961 |
| Reklasifikasi | Kapal penebar jaring |
| Nasib | Dilestarikan sebagai kapal museum |
| Ciri-ciri umum | |
| Kelas dan jenis | Kapal penyapu ranjau kelas Jan van Amstel |
| Berat benaman | 525 ton panjang (533 t) |
| Panjang | 56 m (183 ft 9 in) |
| Lebar | 7,6 m (24 ft 11 in) |
| Daya muat | 2,1 m (6 ft 11 in) |
| Pendorong |
|
| Kecepatan | 15 knot (28 km/h) |
| Awak kapal | 45 |
| Senjata |
|
HNLMS Abraham Crijnssen adalah kapal penyapu ranjau kelas Jan van Amstel milik Angkatan Laut Kerajaan Belanda (KM).
Dibangun pada tahun 1930-an, kapal ini ditempatkan di Hindia Belanda saat Jepang menyerang pada akhir 1941. Ketika diperintahkan mundur ke Australia, kapal ini menyamar sebagai pulau tropis agar tidak terdeteksi musuh dan menjadi kapal Belanda terakhir yang berhasil melarikan diri dari kawasan tersebut. Setelah tiba di Australia pada tahun 1942, kapal ini dioperasikan oleh Angkatan Laut Australia (RAN) dengan nama HMAS Abraham Crijnssen sebagai kapal pengawal anti-kapal selam. Kapal dikembalikan ke Belanda pada tahun 1943, tetapi tetap beroperasi di perairan Australia hingga akhir Perang Dunia II. Setelah perang, Abraham Crijnssen menjalankan patroli anti-revolusi di Hindia Belanda sebelum kembali ke Belanda dan diubah menjadi kapal pertahanan pelabuhan pada 1956.
Kapal ini dipensiunkan pada 1960 dan disumbangkan ke Korps Kadet Laut Belanda sebagai kapal latihan. Pada 1995, Abraham Crijnssen diambil alih oleh Museum Angkatan Laut Belanda untuk dilestarikan sebagai kapal museum.
Desain dan konstruksi
Abraham Crijnssen adalah kapal ketiga[1][2] dari delapan kapal penyapu ranjau kelas Jan van Amstel yang dibangun untuk Angkatan Laut Kerajaan Belanda pada akhir 1930-an.[3][4] Kapal ini dibuat oleh galangan Werf Gusto di Schiedam, Holland Selatan, diluncurkan pada 22 September 1936, dan resmi bertugas pada 26 Mei 1937.[4] Namanya diambil dari komandan laut abad ke-17, Abraham Crijnssen.
Kapal ini memiliki panjang 56 meter, lebar 7,6 meter, sarat air 2,1 meter, dan bobot 525 ton.[3] Ditenagai oleh dua boiler Yarrow 3-drum dan dua mesin uap ekspansi tiga tingkat Stork, kapal menghasilkan tenaga 1.690 ihp (1.260 kW) yang menggerakkan dua baling-baling, dengan kecepatan maksimum 15 knot (28 km/jam).[4] Persenjataannya terdiri dari satu meriam 3 inci, dua meriam Oerlikon 20 mm, dan muatan bom laut.[3][4] Kapal ini diawaki oleh 45 orang.[4]
Sejarah operasional
Masa awal dinas


Kapal ini bermarkas di Surabaya, Hindia Belanda, ketika Jepang menyerang pada 1941.[5][6] Setelah kekalahan Sekutu dalam Pertempuran Laut Jawa dan Selat Sunda pada akhir Februari 1942, seluruh kapal Sekutu diperintahkan mundur ke Australia.[4] Abraham Crijnssen seharusnya berlayar bersama tiga kapal perang lain, tetapi akhirnya berlayar sendirian.[7]
Untuk menghindari deteksi pesawat Jepang—karena kapal penyapu ranjau ini tidak memiliki persenjataan yang cukup untuk bertahan—kapal disamarkan dengan dedaunan hutan, sehingga tampak seperti pulau kecil.[6][7] Para awak menebang pohon dan cabang pohon dari pulau terdekat, lalu menatanya di atas kapal untuk membentuk kanopi hutan yang menutupi sebagian besar permukaan kapal.[7] Bagian lambung yang masih terlihat dicat menyerupai batu dan tebing.[7] Untuk memperkuat penyamaran, kapal berlabuh diam di dekat pantai pada siang hari dan hanya berlayar di malam hari.[4][6][7] Kapal akhirnya tiba di Fremantle, Australia Barat, pada 20 Maret 1942. Abraham Crijnssen menjadi kapal terakhir yang berhasil melarikan diri dari Jawa dan satu-satunya kapal di kelasnya yang selamat di kawasan tersebut.[4][5]
Masa dinas di Angkatan Laut Australia
Setelah tiba di perairan Australia, kapal menjalani perbaikan dan dipasangi peralatan sonar ASDIC baru.[4] Pada 28 September 1942, kapal resmi bergabung dengan Angkatan Laut Australia dengan nama HMAS Abraham Crijnssen.[5] Ia diklasifikasikan ulang sebagai kapal pengawal konvoi anti-kapal selam dan juga digunakan sebagai kapal pendukung kapal selam Belanda yang bermarkas di Australia setelah invasi Jepang.[5] Awak Belanda diperkuat dengan penyintas kapal perusak Inggris HMS Jupiter dan awak Australia, di bawah komando seorang letnan Australia.[4] Tradisi di ruang perwira yang mengharuskan memajang potret kepala negara sempat menimbulkan perdebatan, sebelum akhirnya diputuskan untuk tetap memajang potret Ratu Wilhelmina dari Belanda di dinding, sementara potret Raja George VI dari Inggris ditempatkan di kabin sang letnan.[4]
Pada 26 Januari 1943, saat mengawal konvoi menuju Sydney melalui Selat Bass, Abraham Crijnssen mendeteksi keberadaan kapal selam dengan sonar ASDIC.[4] Konvoi diperintahkan berpencar, sementara Abraham Crijnssen dan HMAS Bundaberg menjatuhkan bom laut ke arah kontak tersebut.[4] Tidak ada bangkai kapal selam yang ditemukan.[4] Dua bom laut yang dijatuhkan terlalu cepat menyebabkan kerusakan pada kapal sendiri, merusak beberapa pipa dan sambungan, sehingga seluruh paku keling di bagian tengah kapal harus diganti selama perbaikan di dok kering selama seminggu.[4]
Kembali ke Angkatan Laut Belanda
Kapal dikembalikan ke kendali Angkatan Laut Belanda pada 5 Mei 1943, tetapi tetap beroperasi di perairan Australia sepanjang sebagian besar Perang Dunia II.[5] Pada 7 Juni 1945, kapal berangkat dari Sydney menuju Darwin sambil menarik kapal tanker minyak K9 (yang sebelumnya adalah kapal selam).[5] Namun, pada 8 Juni, tali penarik putus dan K9 terdampar di Seal Rocks, New South Wales.[5][8]
Abraham Crijnssen kemudian melakukan penyapuan ranjau di Pelabuhan Kupang sebelum kedatangan pasukan Australia yang bertugas menerima penyerahan Jepang di Timor.[5]
Setelah perang
Usai Perang Dunia II, kapal ini digunakan untuk patroli anti-revolusi di wilayah Hindia Belanda.[5] Ia berlayar kembali ke Belanda pada Agustus 1951, dan diubah menjadi kapal pertahanan pelabuhan pada Maret 1956.[4]
Penonaktifan dan pelestarian

Kapal ini secara resmi dihapus dari daftar armada angkatan laut pada tahun 1960.[5] Setelah dinonaktifkan, Abraham Crijnssen disumbangkan kepada Korps Kadet Laut Belanda untuk digunakan sebagai kapal latih.[4] Kapal ini berlabuh di Den Haag dari tahun 1962 hingga 1972, kemudian dipindahkan ke Rotterdam.[4] Pada masa itu, kapal juga berfungsi sebagai kapal penyimpanan barang.[5]
Pada tahun 1995, Abraham Crijnssen ditetapkan untuk dilestarikan oleh Museum Angkatan Laut Belanda di Den Helder.[4] Kapal tersebut kemudian direstorasi dan dikembalikan ke konfigurasi masa Perang Dunia II agar tampil seperti kondisi aslinya saat beroperasi di medan perang.[4]
Referensi
- ^ "Jan van Amstel-class". Netherlandsnavy.nl. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 January 2017. Diakses tanggal 5 February 2017.
- ^ Budanovic, Nikola (2016-07-24). "True: A Stranded Dutch Warship in WWII Disguising Itself As An Island To Evade Japanese Bombers!". Warhistoryonline.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 October 2017. Diakses tanggal 19 October 2017.
- ^ a b c Bastock, Australia's Ships of War, p. 221
- ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t HMAS Abraham Crijnssen, Royal Australian Navy
- ^ a b c d e f g h i j k Bastock, Australia's Ships of War, p. 211.
- ^ a b c The Abraham Crijnssen, Australian War Memorial
- ^ a b c d e Liem, That time a Dutch warship pretended to be an island to evade the enemy
- ^ Carruthers, Japanese Submarine Raiders 1942, p. 151
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


