Gurita sebagai makanan

Gurita di pasar ikan Tsukiji
Nelayan berburu gurita

Orang-orang dari banyak budaya menyantap gurita. Lengan dan terkadang bagian tubuh lainnya disiapkan dalam berbagai caram seringkali beragam menurut spesies dan/atau geografi.

Gurita seringkali disantap atau disiapkan hidup-hidup, sebuah praktek yang bersifat kontroversial karena bukti ilmiah bahwa gurita menimbulkan luka.

Hidangan menurut geografi

Jepang

Takoyaki

Gurita adalah bahan umum dalam hidangan Jepang, yang meliputi sushi, sashimi, karaage, rebusan, salad asam, takoyaki dan akashiyaki.

Korea

muneo-sukhoe

Gurita raksasa, gurita lengan panjang, dan gurita kaki jaring adalah bahan pangan umum dalam hidangan Korea.

Di Korea, beberapa spesies kecil terkadang dimakan mentah sebagai makanan. Gurita mentah biasanya dipotong, dibumbui dengan cepat memakai garam dan biji wijen dan disantap saat masih bergerak.

Nakji bokkeum adalah hidangan populer lain di Korea. Hidangan tersebut adalah jenis makanan goreng rendam yang dibuat dengan gurita yang disate.

Maladewa

Miruhulee boava dijadikan hidangan Maladewa yang terbuat dari tentakel gurita yang disemur dalam dedaunan kari, cabai, bawang putih, cengkeh, bawang bombau, lada hitam, dan minyak kelapa.[1]

Referensi

  1. ^ Masters, T. (2006). Maldives. Lonely Planet. hlm. 84. ISBN 978-1-74059-977-1. maldivian cuisine.

Pranala luar


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement