Gunung Sanggabuana

Gunung Sanggabuana
Peta topografi Gunung Sanggabuana, bagian biru sebelah kanan peta adalah Waduk Jatiluhur
Titik tertinggi
Ketinggian1.291 m (4.236 ft)
Koordinat6°35′27″S 107°13′15″E / 6.59083°S 107.22077°E / -6.59083; 107.22077
Geografi
LetakKarawang dan Jonggol, Jawa Barat, Indonesia Indonesia
Geologi
Jenis gununggunung tidak aktif

Gunung Sanggabuana (Aksara Sunda Baku: ᮌᮥᮔᮥᮀ ᮞᮀᮌᮘᮥᮃᮔ) adalah gunung yang terdapat dalam wilayah Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bogor. Secara administratif, gunung ini berada di Kecamatan Tegalwaru, Karawang dan Tanjungsari, Jonggol.

Saat ini, kawasan pegunungan Sanggabuana sedang dalam proses menjadi kawasan konservasi berupa taman nasional.[1][2]

Lokasi

Gunung Sanggabuana terletak di perbatasan empat kabupaten, yaitu di sebelah utara ada Kabupaten Karawang, sebelah timur ada Kabupaten Purwakarta, sebelah selatan ada Kabupaten Cianjur dan sebelah barat ada Kabupaten Bogor.

Gunung Sanggabuana dipisahkan oleh Sungai Ci Beet dengan Rangkaian Pegunungan Jonggol yang membentang dari Citeureup, Cisarua, Sukamakmur, hingga Tanjungsari. Sementara, Gunung Sanggabuana berada dalam Formasi Jatiluhur.

Vegetasi

Hutan gunung Sanggabuana masih cukup terawat. Di hutan gunung ini kita masih dapat menikmati pepohonan yang tumbuh liar hingga mencapai ketinggian puluhan meter berjejer disana. Bahkan pepohonan sebesar truk yang bila kita berdiri di pangkal pohonnya akan terlihat sangat kecil dibandingkan pohonnya, masih bisa ditemui disini. Pohon kemenyan tumbuh liar di hutan gunung ini.

Satwa

Gunung Sanggabuana memiliki satwa endemik berupa elang jawa dan macan tutul jawa.[3][4]

Jalur pendakian

Jalur pendakian gunung lewat Karawang terbilang cukup terjal, tetapi cepat dan jelas rutenya. Membutuhkan waktu sekitar 6-7 jam untuk sampai ke puncaknya. Di awal jalur pendakian kita akan menemukan areal pesawahan warga dengan latar barisan bukit yang sangat indah. Selang beberapa saat setelah areal pesawahan, kita akan melewati Kampung Situ, yaitu sebuah desa terakhir yang kita jumpai yang hanya terdiri dari beberapa keluarga saja. Di desa kecil ini kita akan menemukan beberapa kuburan yang tepat berada di tengah jalan.

Setelah perkampungan kecil tersebut kita akan menemukan areal perkebunan kopi yang cukup luas. Setelah itu kita akan memasuki hutan yang tidak begitu rapat. Di tengah perjalanan kita akan menjumpai sebuah shower, dan masyarakat sekitar Gunung Sangga Buana menyebut shower ini dengan nama Pancuran Kejayan. Di sekitaran shower ini juga terdapat bangunan kecil yang biasanya dijadikan tempat berjualan ketika banyak pengunjung atau peziarah.

Peta

Kawah Candradimuka Prajurit

Gunung Sanggabuana adalah salah satu di antara 3 tempat latihan TNI Kostrad, yaitu di Sanggabuana, Cibenda, dan Jatiluhur. Daerah latihan Kostrad di Sanggabuana terbentang seluas 500 hektar. Pembangunan dimulai sejak tahun 1999 dan selesai pada 2001, mulai dari bangunan di bagian bawah hingga bangunan di lereng bukit tempat latihan.[5]

Tempat latihan Prajurit Kostrad ini dari sebelumnya bernama Dataseman Pemeliharan Daerah Latihan (Denharrahlat) Kostrad, sekarang berubah menjadi Resimen Latihan Tempur (Menlatpur) Kostrad.

Referensi

  1. ^ Farhan, Farida (2023-09-21). "Kawasan Pegunungan Sanggabuana Akan Jadi Taman Nasional". Kompas.com. Diakses tanggal 2023-09-21.
  2. ^ "Gunung Sanggabuana di Karawang disepakati jadi taman nasional". ANTARA News Jawa Barat. 23 September 2021. Diakses tanggal 2026-03-13.
  3. ^ "Kemenhut Bakal Tetapkan 7 Kawasan Konservasi untuk Selamatkan Elang Jawa". kumparan. Diakses tanggal 2026-03-13.
  4. ^ R, Rahmadi (2025-09-24). "19 Individu Macan Tutul Terpantau di Sanggabuana, Habitat Mendukung?". Mongabay.co.id. Diakses tanggal 2026-03-13.
  5. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2018-07-25. Diakses tanggal 2016-04-11.

Pranala

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement