Guma

Guma merupakan senjata tradisional Indonesia asal Sulawesi Tengah yang bentuknya menyerupai parang panjang. Alat ini digunakan oleh masyarakat pedalaman untuk berburu dan bertani, sekaligus sebagai senjata pertahanan. Guma dibuat dari besi tempa dengan gagang kayu yang kadang dihias ukiran simbolik. Senjata ini menjadi bagian penting dari identitas laki-laki dalam budaya lokal.[1][2]

Selain fungsi praktis, guma juga mengandung makna simbolik tentang keberanian dan tanggung jawab. Dalam beberapa upacara adat, guma dipakai sebagai atribut dalam tari atau prosesi. Kini, senjata ini mulai dikoleksi sebagai benda budaya yang bernilai tinggi. Guma tidak hanya mewakili kekuatan fisik, tapi juga jiwa tradisi yang hidup.[1]

Bagian Guma

Secara umum, senjata guma dibagi ke dalam tiga bagian utama, yaitu wilayah atau mata, gagang dan sarung atau rangka. Adapun penamaan bagian-bagian guma menurut orang Pamona Ondae sebagai prosesi memiliki beberapa istilah yang berbeda dengan penamaan orang Kaili Lembah Palu dan orang Kulawi sebagai konsumen. Sistem penamaan bagi orang-orang Pamona sangat berorientasi pada fungsi senjata ini sebagai alat perang. Sehingga tipe maupun bentuk-bentuk hias dan tanda-tanda lainnya, kesemuanya mempunyai makna yang berkaitan dengan kedudukan pemakainya dalam suatu pasukan perang. Orang Kaili dan Kulawi sebagai penerima atau pemakai senjata ini mempunyai orientasi penamaan kepada fungsi guma tersebut sebagai alat perang dan alat upacara yang bersifat sakral dan gaib. Sehingga model bentuk-bentuk guma mempunyai kekhususan dipakai pada upacara tertentu.[3]

Oleh karena sistem produksi guma tidak terkordinir dalam satu kesatuan kerja, menimbulkan tidak adanya suatu ketentuan yang jelas mengenai kesesuaian bagian-bagian guma yang tetap antara satu bagian dengan bagian lainnya. Bagi orang Pamona simbol utama yang dijadikan patokan dalam menentukan kriteria atau golongan pemakai guma adalah terletak pada bentuk ujung sarungnya yang biasa disebut Sopa.[4]

Digunakan oleh Suku Kaili

Senjata tradisional masyarakat Sulawesi Tengah ini sebagian besar dimiliki warga suku Kaili. Hampir semua warga suku Kaili pada zaman dulu memiliki guma sebagai senjata untuk berperang. Saat ini diperkirakan masih terdapat ribuan bilah Guma yang dimiliki masyarakat suku Kaili. Selain sebagai senjata khas untuk berperang, Guma bagi masyarakat Suku Kaili juga kerap digunakan sebagai mahar saat seorang pria melamar perempuan keturunan raja atau bangsawan Kaili. Hingga kini kebiasaan adat itu masih dipraktikkan di beberapa daerah di Sulawesi Tengah.[5]

Ancama kelestarian

Sebagai produk budaya asli Suku Kaili, kelestarian Guma terancam karena tidak ada lagi penempa khusus untuk membuat Guma di Sulawesi Tengah. Hal itu berbeda dengan kondisi di beberapa tempat lain di nusantara, seperti pembuat keris di Jawa atau Badik di Sulawesi Selatan.[5]

Sekretaris Komunitas Pusaka Tadulako, Rifai Yarujampu mengatakan di Sulawesi Tengah tidak ada yang bisa menempah besi atau bilah guma secara tradisional seperti zaman dulu. Hal ini diakui berdasarkan penelusuran selama tiga tahun. Yang ada saat ini, hanya perajin gagang Guma yang banyak ditemukan di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala. Tentunya dengan bahan yang sama yaitu tanduk kerbau. Berdasarkan catatan sejarah memang ada penempa besi khusus pembuat Guma pada tahun 1920-an di wilayah Kulawi dan Pamona.[5]

Di Pamona, pusaka ini harus dibuat orang khusus karena ada beberapa ritual yang harus dijalankan. Rituanya dimulai dari pencarian besi dalam tanah dengan memotong seekor ayam. Usus ayam akan dibacakan mantra dan dari ritual ini akan diketahui berapa dalam tanah yang akan digali untuk mengambil biji besinya.[5]

Referensi

  1. ^ a b "Guma: Senjata Tradisional Khas Sulawesi Tengah". www.indonesia.travel. Diakses tanggal 2025-11-02.
  2. ^ Indonesia, CNN. "Mengenal Guma dan Senjata Tradisional Khas Sulawesi Tengah". hiburan. Diakses tanggal 2025-11-02.
  3. ^ Media, Kompas Cyber (2022-09-18). "Guma, Senjata Tradisional Khas Sulawesi Tengah". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-11-02.
  4. ^ Media, Kompas Cyber (2022-09-18). "Guma, Senjata Tradisional Khas Sulawesi Tengah". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-11-02.
  5. ^ a b c d Natalia, Kristina (2021-09-10). "Guma, Senjata Tradisional Sulteng di Pernikahan Suku Kaili". IDN Times Sulsel. Diakses tanggal 2025-11-02.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement