Gregorius Budi Subanar
Artikel ini pernah diusulkan untuk dihapus, tetapi keputusannya adalah dipertahankan, dengan catatan perlu dirapikan per diskusinya. |
R.P. Gregorius Budi Subanar | |
|---|---|
| Gereja | Gereja Katolik Roma |
Keuskupan agung | Semarang |
Provinsi gerejawi | Semarang |
| Metropolis | Semarang |
Masa jabatan | 2010–sekarang |
| Jabatan lain | Dosen Fakultas Teologi, Universitas Sanata Dharma (2001–2007) |
| Imamat | |
Tahbisan imam | 29 Juli 1994 oleh Julius Darmaatmadja, S.J. |
| Informasi pribadi | |
| Nama lahir | Budi Subanar |
| Lahir | 2 Maret 1963 Yogyakarta, Indonesia |
| Denominasi | Katolik Roma |
| Kediaman | Kolese Bellarminus Mrican, Yogyakarta |
| Pekerjaan | Imam, akademisi, penulis |
| Profesi | Dosen |
| Almamater |
|
Gregorius Budi Subanar (lahir 2 Maret 1963) adalah seorang imam Yesuit, akademisi, dan penulis asal Indonesia. Ia dikenal atas penelitiannya dalam misiologi, sejarah Gereja Katolik di Indonesia, dan kajian budaya lokal. Romo Banar menjabat sebagai Kepala Program Pascasarjana Ilmu Religi dan Budaya di Universitas Sanata Dharma sejak 2010.
Kehidupan awal
Subanar lahir di Yogyakarta pada 2 Maret 1963. Pada 1982, ia bergabung dengan Serikat Yesus.Ia bergabung dengan serikat ini di Girisonta, Ungaran, Jawa Tengah.[1] Ia ditahbiskan sebagai imam pada tahun 1994. Lalu, pada tahun 1996 ia studi di Universitas Kepausan Gregoriana.[2] Pada 2000, ia menulis disertasi berjudul The Local Church in the Light of Magisterial Teaching on Mission: A Case in Point: The Archdiocese of Semarang (1940–1981)[3] yang membuatnya meraih gelar doktoral pada tahun 2002.[2]
Karier
Ia pernah mengajar di Universitas Gadjah Mada, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, dan Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara.[1]
Kontribusi dalam Sejarah Kekristenan
Subanar telah memberikan sumbangan penting dalam historiografi kekristenan di Indonesia, terutama melalui penelitiannya tentang dinamika Gereja Katolik dalam konteks budaya dan sosial-politik Indonesia. Disertasinya, The Local Church in the Light of Magisterial Teaching on Mission: A Case in Point: The Archdiocese of Semarang (1940-1981)[3], menjadi landasan penting untuk memahami proses "Indonesianisasi" Gereja Katolik di Indonesia. Ia juga menyoroti peran tokoh kunci seperti Mgr. Albertus Soegijapranata, S.J., melalui karya seperti Soegija, Si Anak Betlehem van Java (2003)[4] dan versi bahasa Inggrisnya, A Child of Bethlehem Van Java (2020),[5] yang memperluas jangkauan pembaca internasional. Selain itu, ia berkontribusi pada karya komprehensif seperti A History of Christianity in Indonesia (2008)[6] dan Christianity in South and East Asia: History and Modernity (2016). Subanar juga meneliti dinamika Gereja Katolik dalam konteks sosial-politik melalui artikel seperti "Il Futuro Dell'Indonesia" (1999, La Civiltà Cattolica), "The Dynamics of the Catholic Church in Indonesia" (2008, Gemma Teologi), dan prosiding "The Catholic Church in Java during the Japanese Occupation (1942-1945)" (2017).
Kontribusi Budaya dan Sosial
Romo Banar aktif dalam kegiatan budaya, seperti Jogjakarta Asian Film Festival dan Yayasan Masyarakat Karawitan Jawa.[1] Ia terlibat dalam proyek seperti penyusunan Ensiklopedi Gamelan Jawa dan pengembangan gamelan listrik, yang menunjukkan dedikasinya terhadap pelestarian dan inovasi seni tradisional.[7] Ia juga menjadi pembicara dalam seminar tentang budaya, sejarah, dan isu sosial, termasuk Pancasila, RUU Kebudayaan, dan identitas regional Yogyakarta.[2] Keterlibatannya dalam transliterasi catatan harian Mgr. Soegijapranata memperkaya dokumentasi sejarah Gereja Katolik Indonesia.[7]
Subanar banyak menulis tentang Yogyakarta sebagai "Kota Pendidikan" dan "komunitas learning society", serta membahas isu "Keistimewaan" Yogyakarta dalam berbagai kesempatan. Perhatiannya terhadap seni dan budaya tercermin dalam Seni Pertunjukan Indonesia Pasca Orde Baru (2014) dan berbagai artikel serta presentasi tentang seni pertunjukan tradisional seperti ketoprak dan wayang. Ia juga aktif dalam diskusi publik mengenai isu-isu sosial dan politik, termasuk pendidikan pasca-bencana, RUU Keistimewaan Yogyakarta, dan dialog antaragama. Hal ini ditunjukkan dalam artikel-artikelnya di media massa seperti Kompas, seperti "Dialog Agama dan Ilmu Pengetahuan Memberi Kesempatan",[8] "Nasib Pendidikan Pasca Bencana" (2008), dan "RUU Keistimewaan Yogyakarta: Kepentingan Siapa?".[9] Selain itu, ia terlibat dalam proyek penelitian inovatif, seperti studi tentang pengembangan profesionalisme dosen muda melalui penerjemahan diktat dan penyusunan ensiklopedia gamelan Jawa, serta pengembangan gamelan listrik sebagai sarana pembelajaran.
Dalam pidato Dies Natalis ke-52 Universitas Sanata Dharma pada 22 Desember 2007, Romo Banar mengusulkan konsep learning society sebagai model pendidikan yang melibatkan seluruh komunitas masyarakat Yogyakarta. Ia menjelaskan:
Yogyakarta ditempatkan sebagai sebuah komunitas kesatuan hidup yang berupaya memaknai diri dalam dinamika learning society, komunitas masyarakat pembelajar. Kalau pada learning community wilayah cakupannya ada di dalam lingkup lembaga pendidikan, dengan menempatkan diri sebagai komunitas learning society lingkungannya diperluas melibatkan semua warga di seluruh wilayah (kota) dalam berbagai ranah kehidupan dengan berbagai dinamika dan pembaruannya. Dengan demikian pihak yang terlibat pun diperluas, mencakup berbagai komponen masyarakat yang ada di seluruh wilayah (kota). Tempat-tempat yang dipakai tidak terbatas di dalam ruang kelas, atau tempat kuliah, melainkan juga ruang-ruang sosial (kota). Sarana yang digunakan meliputi berbagai ekspresi. Yang mau dicapai dengan pendidikan ini adalah membangun hidup bersama sebagai masyarakat yang saling terhubungkan dalam menanggapi situasi yang terus berubah, dan menggerakkannya untuk turut terlibat bersama pada berbagai ranah kehidupan. Dalam gerak komunitas learning society terkandung sebuah usaha pendidikan seumur hidup.
— Gregorius Budi Subanar, Pidato Dies Natalis ke-52 Universitas Sanata Dharma, 22 Desember 2007
Romo Banar juga menekankan bahwa learning society merupakan proses partisipatif yang melibatkan warga masyarakat secara luas, bukan hanya bergantung pada tokoh karismatik atau lembaga formal. Ia mengkritik pendekatan pendidikan yang terlalu berorientasi pada kebutuhan pasar akibat neoliberalisme, dan mendorong keterlibatan akademisi dan mahasiswa dalam penelitian sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pendidikan harus berfokus pada "belajar untuk mengetahui, melakukan, dan menjadi" (to know, to do, to be), sebagai alternatif terhadap budaya konsumtif yang menekankan "membeli dan memiliki". Ia juga mengusulkan bahwa pemerintah perlu mengakomodasi inisiatif masyarakat dalam jaringan yang sinergis untuk memperkuat posisi tawar masyarakat dalam dinamika global.[10]
Publikasi
- The Local Church in the Light of Magisterial Teaching on Mission: A Case in Point: The Archdiocese of Semarang-Indonesia (1940–1981) (2000, Gregorian University Press). ISBN 8776523962.[3]
- Soegija, Si Anak Betlehem van Java: Biografi Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ (2003, Penerbit Kanisius). ISBN 9789792107127.[4]
- Menuju Gereja Mandiri: Sejarah Keuskupan Agung Semarang di Bawah Dua Uskup (2005, Penerbit Universitas Sanata Dharma). ISBN 9798927907.[11]
- Pendidikan ala Warung Pojok: Catatan-catatan Prof. Dr. N. Driyarkara, SJ tentang Masalah Sosial, Politik dan Budaya (2006, Penerbit Universitas Sanata Dharma). ISBN 9789798927973.[12]
- Bayang-bayang Sejarah Kota Pendidikan: Yogyakarta, Komunitas Learning Society (2007, Penerbit Universitas Sanata Dharma). ISBN 9789781088213.[10][13]
- Menari di Terra Incognita (2009, Penerbit Kanisius). ISBN 9789792122398.[14]
- Kilasan Kisah Soegijapranata, SJ (2012, Penerbit USD - KPG). ISBN 9788029178267.[15]
- SOEGIJA: Catatan Harian Seorang Pejuang Kemanusiaan (2012, Penerbit Galangpress). ISBN 9786028174817.[16]
- Hilangnya Halaman Rumahku (2012, Penerbit Universitas Sanata Dharma). ISBN 9788029187366.[17]
- Kumpulan Surat Romo Driyarkara (2013, Penerbit Universitas Sanata Dharma). ISBN 9788029187526.[18]
- "Dari Muntilan Merajut Indonesia" (2013, Universitas Sanata Dharma).[19]
- Oase Driyarkara: Tafsir Generasi Masa Kini (2013, Penerbit Universitas Sanata Dharma). ISBN 9788029187670.[20]
- Seni Pertunjukan Indonesia Pasca Orde Baru (2014, Penerbit Universitas Sanata Dharma). ISBN 9788029187663.
- Christianity in South and East Asia: History and Modernity (2016, Klusch S). ISBN 9785990675711.
- Membaca Ulang Serat Centhini: Melacak Waringin Sungsang (2018, Sanata Dharma University Press & Penerbit Abhiseka Dipantara). ISBN 9786025607554.
- Mata Air, Air Mata Kota (2019, Penerbit Abhiseka Dipantara & Log Pustaka). ISBN 9786022543322.
- Sraddha: Jalan Mulia Dunia Sunyi Jawa Kuna (2019, editor, Sanata Dharma University Press). ISBN 9786024810870.[21]
- Serat Saking Rome: Dari Natal ke Natal (2019, Sanata Dharma University Press). ISBN 9786232737933.[22]
- Zoetmulder: Bahasa, Sastra dan Keabadian (2019, Penerbit Abhiseka Dipantara & Log Pustaka). ISBN 9786022534339.
- A Child of Bethlehem Van Java (2020, Sanata Dharma University Press). ISBN 9786020833056.[5]
- Kisah-kisah Santa Theresia Kanak-kanak Yesus (2023, Penerbit Abhiseka Dipantara). ISBN 9782399624096.
Referensi
- ^ a b c "Gregorius Budi Subanar, SJ". Borobudur Writers & Cultural Festival. Diakses tanggal 2025-07-14.
- ^ a b c "Romo Gregorius Budi Subanar, SJ: Setia Menggeluti Makna Indonesianisasi". HIDUPKATOLIK.com. 2023-10-18. Diakses tanggal 2025-07-14.
- ^ a b c Subanar, Gregorius Budi (2001). The Local Church in the Light of Magisterium Theaching [i.e Teaching] Mission: A Case in Point : the Archdiocese of Semarang, Indonesia, 1940-1981 (dalam bahasa Inggris). Editrice Pontificia universit'a gregoriana. ISBN 978-88-7652-896-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b Subanar, G. Budi (2020-08-17). Soegija a Child of Bethlehem van Java: Biography of Mgr. Albertus Soegijapranata The First Indonesian Bishop (dalam bahasa Inggris). Sanata Dharma University Press. ISBN 978-602-0830-05-6.
- ^ a b Subanar, G. Budi (2020-08-17). Soegija a Child of Bethlehem van Java: Biography of Mgr. Albertus Soegijapranata The First Indonesian Bishop (dalam bahasa Inggris). Sanata Dharma University Press. ISBN 978-602-0830-05-6.
- ^ Aritonang, Jan Sihar; Steenbrink, Karel Adriaan (2008). A History of Christianity in Indonesia (dalam bahasa Inggris). BRILL. ISBN 978-90-04-17026-1.
- ^ a b "Dr. Gregorius Budi Subanar, S.J." Universitas Sanata Dharma. Diakses tanggal 2025-07-14.
- ^ Budi Subanar, Gregorius (2003-02-07). "Dialog Agama dan Ilmu Pengetahuan memberi sumbangan apa?" (PDF). Kompas. Diakses tanggal 2025-07-16.
- ^ Budi Subanar, G. (2008). "RUU Keistimewaan Yogyakarta Kepentingan siapa?". GATRA (dalam bahasa Inggris): 107.
- ^ a b G. Budi Subanar (2007-12-22). Bayang-bayang Sejarah Kota Pendidikan (Speech). Dies Natalis ke-52 Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta.
- ^ Subanar, G. Budi (2020-09-24). Menuju Gereja Mandiri: Sejarah Keuskupan Agung Semarang Di Bawah Dua Uskup (1940 -1981). Sanata Dharma University Press. ISBN 978-979-8927-90-4.
- ^ Driyarkara, Nicolaus (2006). Pendidikan ala warung pojok: catatan-catatan Prof. Dr. N. Driyarkara, S.J. tentang masalah sosial, politik, dan budaya. Penerbit Universitas Sanata Dharma. ISBN 978-979-8927-97-3.
- ^ Subanar, G. Budi (2020-07-20). Bayang-bayang Sejarah Kota Pendidikan Yogyakarta: Komunitas Learning Society. Sanata Dharma University Press. ISBN 978-979-1088-21-3.
- ^ S.J, Gregorius Budi Subanar. Menari di Terra Incognita. PT Kanisius. ISBN 978-979-21-4404-8.
- ^ Subanar, Gregorius Budi (2012). Kilasan kisah Soegijapranata. Kepustakaan Populer Gramedia bekerjasama dengan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. ISBN 978-602-9187-26-7.
- ^ Sugijopranoto, A. (2012). Soegija: catatan harian seorang pejuang kemanusiaan (Edisi Cet. 1.). Baciro, Yogyakarta: Galang Press. ISBN 978-602-8174-81-7.
- ^ SJ, G. Budi Subanar (2022-06-03). Hilangnya Halaman Rumahku. Sanata Dharma University Press. ISBN 978-602-9187-36-6.
- ^ Driyarkara, Nicolaus (2013). Kumpulan surat Romo Drijarkara. Penerbit Universitas Sanata Dharma. ISBN 978-602-9187-52-6.
- ^ Subanar, Gregorius Budi (2013). Dari Muntilan merajut Indonesia: 150 tahun Rama Van Lith, SJ. Penerbit Universitas Sanata Dharma. ISBN 978-602-9187-53-3.
- ^ Subanar, Gregorius Budi (2013). Oase Drijarkara: tafsir generasi masa kini. Penerbit Universitas Sanata Dharma. ISBN 978-602-9187-67-0.
- ^ Subanar, Budi (2019-01-28). Sraddha. Kepustakaan Populer Gramedia. ISBN 978-602-481-087-0.
- ^ S.J, N. Drijarkara (2020-07-15). N. Drijarkara, S.J. Serat Saking Rome: Dari Natal Ke Natal. Sanata Dharma University Press. ISBN 978-623-7379-33-1.
Pranala luar
- "Profil Dosen: Gregorius Budi Subanar". Universitas Sanata Dharma.
- "Gregorius Budi Subanar". Google Scholar.
- "Gregorius Budi Subanar". SINTA – Science and Technology Index.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


