Glaucidium radiatum
| Glaucidium radiatum | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Aves |
| Ordo: | Strigiformes |
| Famili: | Strigidae |
| Genus: | Glaucidium |
| Spesies: | G. radiatum
|
| Nama binomial | |
| Glaucidium radiatum | |
Burung hantu hutan (Glaucidium radiatum) atau burung hantu hutan bergaris merupakan spesies yang berasal dari anak benua India. Spesies ini kerap ditemukan sendirian, berpasangan, atau dalam kelompok kecil, dan biasanya terdeteksi melalui suaranya pada fajar dan senja. Terdapat dua subspesies, dan subspesies yang ditemukan di Ghat Barat kadang dianggap sebagai spesies penuh. IUCN mengklasifikasikannya sebagai spesies berisiko rendah.[2]
Deskripsi
Burung hantu kecil ini memiliki kepala bulat dan seluruh tubuhnya bergaris halus. Tidak terdapat cakram wajah yang jelas, sayapnya berwarna coklat keabu-abuan, dan ekornya memiliki garis-garis putih yang sempit. Terdapat dua subspesies; bentuk nominatif ditemukan di dataran India dan Sri Lanka, sedangkan G. r. malabaricum dari Western Ghats memiliki ekor lebih pendek dan menunjukkan lebih banyak warna coklat pada kepala. Dikatakan bahwa subspesies terakhir ini mungkin layak dianggap sebagai spesies penuh.[3]
Bulu pada bagian atas tubuh berwarna coklat kehitaman dengan garis putih. Penutup sayap memiliki bercak putih dan merah-kayuan. Bulu primer dan sekunder berwarna coklat gelap dengan garis berwarna kastanye pucat. Bagian bawah tubuh berwarna putih atau merah-kayuan pucat dengan garis hitam. Terdapat bercak keputihan pada dagu, bagian atas dada, dan bagian tengah perut. Iris berwarna kuning, sedangkan paruh dan tarsus berwarna kehijauan dengan cakar hitam.[4]
Di Sri Lanka, burung hantu punggung-kastanye (Glaucidium castanonotum) sebelumnya pernah dimasukkan sebagai subspesies, tetapi kini telah dinaikkan menjadi spesies penuh. Spesies tersebut ditemukan di zona basah, sedangkan G. radiatum ditemukan di hutan yang lebih kering.[3]
Habitat
Mereka ditemukan di habitat yang berkisar dari hutan belukar hingga hutan gugur dan hutan gugur lembap. Spesies ini ditemukan di sebelah selatan Himalaya dan di beberapa bagian Himalaya hingga ketinggian 2.000 m, mulai dari Dalhousie di barat hingga Bhutan di timur.[5]
Perilaku
Burung hantu kecil ini terutama aktif pada fajar dan senja, tetapi juga diketahui mengeluarkan suara dan terbang pada siang hari. Suaranya khas dan terdiri atas rangkaian cepat prao..prao.prao-prao-prao yang semakin keras kemudian melemah sebelum berhenti tiba-tiba. Di tempat bertengger pada siang hari, mereka dapat diserang beramai-ramai oleh burung drongo, treepie, dan burung madu.[3] Pada siang hari, anak burung di sarang mengeluarkan suara ketikan yang mirip dengan suara burung pelatuk bunga paruh pucat.[6]
Referensi
- ^ IUCN Detail 22689283
- ^ BirdLife International (2016). "Glaucidium radiatum" e.T22689283A93225315. ;
- ^ a b c Rasmussen, PC & JC Anderton (2005). Birds of South Asia: The Ripley Guide. Volume 2. Smithsonian Institution & Lynx Edicions. hlm. 245.
- ^ Whistler, Hugh (1949). Popular Handbook Of Indian Birds (Edisi 4th). Gurney and Jackson, London. hlm. 348–350.
- ^ Handbook of the birds of India and Pakistan. Vol. 3 (Edisi 2nd). New Delhi: Oxford University Press. 1981. hlm. 286–288.
- ^ Neelakantan, KK (1971). "Calls of the Malabar Jungle Owlet (Glaucidium radiatum malabaricum)". Journal of the Bombay Natural History Society. 68 (3): 830–832.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


