Gereja Santo Mikael, Indramayu

Gereja Santo Mikael
Gereja Santo Mikael, Paroki Indramayu
Wajah dan Menara Lonceng Gereja Santo Mikael, Indramayu
PetaKoordinat: 6°19′59.78604″S 108°19′30.99875″E / 6.3332739000°S 108.3252774306°E / -6.3332739000; 108.3252774306
Informasi umum
LokasiKabupaten Indramayu, Jawa Barat
NegaraIndonesia
DenominasiGereja Katolik Roma
Arsitektur
StatusGereja paroki
Status fungsionalAktif
Tipe arsitekturGereja
Administrasi
ParokiIndramayu
DekenatPriangan
KeuskupanBandung
Klerus
UskupAntonius Subianto Bunjamin, O.S.C.

Gereja Santo Mikael yang bernama resmi Gereja Paroki Santo Mikael, Indramayu adalah sebuah gereja paroki Katolik yang terletak di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Indonesia. Gereja ini didedikasikan kepada Santo Mikael. Gereja ini berada di bawah naungan yurisdiksi Keuskupan Bandung.[1] Gereja ini berada dalam reksa pastoral para imam diosesan Keuskupan Bandung.

Sejarah

Awal karya Gereja Katolik di Indramayu berangkat dari kebutuhan pastoral bagi dua umat Katolik pertama di wilayah itu, yakni pasangan suami istri Petrus Hidayat Setiadi dan Marianawati serta Fransiskus Xaverius R. Wi. Sebelum ada pelayanan tetap, mereka harus ke Gereja Santo Yusuf, Cirebon untuk mengikuti Perayaan Ekaristi.

Memasuki tahun 1950, karya Gereja Katolik di Indramayu mulai terbentuk melalui perhatian para imam Ordo Salib Suci, yang saat itu memegang tanggung jawab misi di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Pastor Jan Bosman, O.S.C., menjadi perintis pelayanan terjadwal bagi umat di Indramayu.[2] Perayaan Ekaristi dilaksanakan di rumah keluarga Petrus Hidayat Setiadi. Jumlah umat yang terus bertumbuh membuat tempat tersebut tidak lagi memadai. Untuk menjawab kebutuhan itu, lokasi Misa berpidah ke sebuah gudang militer yang ada di dekat Kantor Pos Indramayu/

Upaya pendirian gereja permanen mendapat dukungan penting ketika Koe An Siang, saudara ipar Petrus Hidayat Setiadi, menghibahkan sebidang tanah di Jalan Ahmad Yani (kini Jalan Ahmad Yani Nomor 241/D). Di atas tanah ini dibangun gereja sekaligus kompleks pendidikan dan juga lokasi peribadatan. Gereja Santo Mikael diresmikan pada 1 Juli 1960 oleh Uskup Bandung Pierre Marin Arntz, O.S.C., beriringan dengan berdirinya TK–SD Santo Mikail pada 1 Agustus 1960, disusul SMP Santo Mikail pada 1 Agustus 1962. Seluruh lembaga pendidikan tersebut kemudian bernaung di bawah Yayasan Salib Suci.[2]

Pada awal tahun 1970, Pastor Leo van Beurden, OSC dan Pastor Kluskens, OSC, mulai menetap di Indramayu dan tinggal di pastoran yang berada dalam satu kompleks dengan sekolah. Dalam perkembangannya, dipandang perlu memisahkan lokasi sekolah dan gereja agar keduanya dapat berkembang lebih optimal. Karena itu, pada 1 Juli 1974, gedung gereja dipindahkan ke Jalan R. Akhmad Nomor 440E (kini Jalan Bima Basuki Nomor 14).[2]

Selanjutnya, pada tahun 1986, paroki menerima hibah tanah baru yang kemudian digunakan sebagai pastoran, sehingga memungkinkan para imam tinggal dan melayani umat Indramayu.

Pada 11 Desember 2011, Bupati Indramayu Anna Sophanah meresmikan Wajah dan Menara Lonceng Gereja Santo Mikael. Pada 9 Maret 2025, Uskup Bandung Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C., memberkati Gua Maria Bunda Para Peziarah Pengharapan.

Stasi

Peta
Peta lokasi stasi (biru) terhadap lokasi gereja paroki (hijau muda)

Saat ini Paroki Indramayu mencakup lima buah stasi, yakni:

  • Stasi Santa Ursula, Dagan
  • Stasi Kristus Raja, Tugu
  • Stasi Santo Petrus dan Paulus, Losarang
  • Stasi Keluarga Kudus, Totoran
  • Stasi Santo Yusuf, Jatibarang
Stasi Jatibarang.

Galeri

Eksterior
Interior
Fasilitas pendukung

Referensi

  1. ^ Paroki di Keuskupan Bandung
  2. ^ a b c "Sejarah Singkat". Sekolah Santo Mikail Indramayu. Diakses tanggal 3 Desember 2025.

Lihat pula

Pranala luar


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement