Gereja Lutheran Indonesia

Gereja Lutheran Indonesia adalah sebuah gereja Protestan dengan denominasi Lutheran. Gereja ini didirikan pada tahun 2003, yang dirintis oleh Wisconsin Evangelical Lutheran Synod. [1]


Gereja Lutheran Indonesia
SingkatanGLI
PenggolonganProtestan
OrientasiLutheran
Kitab suciAlkitab
WilayahIndonesia
Didirikan2003
Jemaat29 (2022)
Umat1,650 (2022)
Rohaniwan30 (2022)

Sejarah

1979: Dua pendeta WELS tiba di Indonesia.

Awal 1980: Seorang pendeta WELS lainnya menyusul. Kebaktian mulai diadakan.[2]

Pertengahan 1980-an Sebuah seminari dibentuk untuk mendidik penginjil dan calon pendeta. Beberapa pendeta WELS melayani sebagai pengajar teologi dan penasihat hingga tahun 1994.

1994: Program seminari dihentikan sementara dan para pendeta WELS ditarik karena adanya tekanan dari luar gereja. Menjelang akhir tahun, satu pendeta WELS kembali sebagai penasihat teologi.

1995: Enam pelayan lokal ditahbiskan menjadi pendeta dan empat lainnya ditugaskan sebagai vikar. Saat itu terdapat enam jemaat dan empat pos penginjilan.

1998: Seminari dibuka kembali. Keluarga penasihat teologi sempat dievakuasi lalu kembali lagi. Lima mahasiswa baru masuk seminari. Kelas satelit dibuka di Jawa Tengah. Pendeta-pendeta lokal mulai ikut mengajar di seminari.

2001: Lima lulusan baru segera ditempatkan di jemaat yang terus bertambah. Setelah peristiwa 11 September, keluarga penasihat teologi dipanggil pulang secara permanen ke Amerika satu setengah tahun lebih cepat dari rencana.

2002: GLI memiliki 11 jemaat dan sembilan pos penginjilan dengan pertumbuhan anggota sekitar 60 persen dalam dua tahun. Tercatat 21 pelayan lokal melayani.

2003: GLI resmi diterima dalam persekutuan gerejawi dengan WELS sebagai badan gereja yang mandiri.

2004: Kemungkinan pelayanan di Papua, NTT, dan Jawa Timur mulai dijajaki. Tahap akhir rencana transisi disetujui oleh Badan Misi Dunia WELS.

2005: GLI mengutus seorang pendeta dan seorang penginjil untuk memulai pelayanan di Papua. Pada tahun yang sama GLI bergabung dengan CELC.

2010: GLI memiliki lima jemaat dan 25 pos pelayanan di Jawa, NTT, dan Papua. Sembilan di antaranya berada di NTT.

2011: Seorang profesor seminari yang dipanggil WELS tiba di Yogyakarta untuk melayani di STTL. Ia dan istrinya menjadi staf WELS pertama yang tinggal di lokasi sejak 2001. Tugas awalnya mengajar dogmatika. Istrinya mengajar Bahasa Inggris percakapan secara sukarela bagi mahasiswa STTL.

2012: Setelah 19 tahun melayani, Koordinator Lapangan WELS menerima panggilan baru di Amerika. Tugas profesor STTL diperluas mencakup peran tersebut. Mata kuliah Eksegesis Perjanjian Baru ditambahkan. Lima pelayan lokal mengikuti seminar penerjemah di Hong Kong yang disponsori WELS. Pelayanan awal di Kalimantan dimulai oleh seorang lulusan STTL.

2013: Sepasang suami istri dari GLI belajar selama satu tahun di Wisconsin Lutheran Seminary. Direncanakan sang suami menjadi penghubung resmi GLI dengan WELS. Istrinya dipersiapkan menjadi koordinator publikasi GLI untuk MLP.

2014: Koordinator publikasi kembali ke Indonesia dan mulai melayani. Mata kuliah Eksegesis Perjanjian Lama ditambahkan di STTL. Empat mahasiswa lulus dan ditempatkan sebagai vikar. Kingdom Workers membantu GLI melalui bantuan kemanusiaan seperti seminar kesehatan, air bersih, pembagian kacamata, dan dukungan sekolah jemaat.

2015: Revisi AD dan ART GLI disahkan dalam konvensi sinode. Dibentuk badan dan komite khusus untuk misi, pendidikan, publikasi, dan penatalayanan. Sepuluh penginjil ditahbiskan menjadi pendeta. Perwakilan GLI hadir di konvensi regional CELC. GLI juga bekerja sama dengan WELS CA dan R membantu korban banjir dan masyarakat yang membutuhkan. Tiga lulusan STTL ditempatkan sebagai vikar.

2016: Seorang profesor WLS mengadakan seminar dogmatika bagi para pelayan GLI dan mahasiswa STTL. STTL mulai mempertimbangkan relokasi kampus demi akreditasi nasional. Vikar baru membuka pelayanan di wilayah baru di Jawa Timur.

2017: Pimpinan GLI menyusun rencana jangka panjang dan membagikannya kepada perwakilan WELS agar kerja sama semakin terarah. GLI bersyukur atas kemitraan Injil dengan WELS, Kingdom Workers, MLP, dan CA dan R.

2018: Konvensi sinode GLI menandai pergantian kepemimpinan dengan banyak pemimpin dari generasi kedua dan ketiga. Dua pendeta dan satu vikar menghadiri konferensi regional Asia Oseania. Sebuah sekolah dasar Lutheran dan cikal bakal SMA dengan 15 siswa dibuka di Timor Barat.

Referensi

  1. ^ "Gereja Lutheran Indonesia". celc.info. Diakses tanggal 2026-01-30.
  2. ^ Confessional Evangelical Lutheran Conference. "Gereja Lutheran Indonesia". Confessional Evangelical Lutheran Conference. Diakses tanggal 2026-01-31.

[1]

  1. ^ The Confessional Evangelical Lutheran Conference. "The Confessional Evangelical Lutheran Conference Ninth Triennial Convention" (PDF). The Confessional Evangelical Lutheran Conference. Diakses tanggal 2026-01-30.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement