Gereja Gembala Baik, Seng Hie
| Gereja Gembala Baik | |
|---|---|
| Gereja Gembala Baik, Paroki Seng Hie | |
| Informasi umum | |
| Lokasi | Jl. Pangsuma No 2 / Jl. Sultan Muhammad No 222 Benua Melayu Laut, Pontianak Selatan, Pontianak, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243[1] |
| Negara | Indonesia |
| Denominasi | Gereja Katolik Roma |
| Situs web | gembalabaikptk |
| Sejarah | |
| Dedikasi | Gembala Baik |
| Tanggal konsekrasi | 28 Juni 1981 (pasca renovasi) |
| Arsitektur | |
| Status | Gereja |
| Status fungsional | Aktif |
| Tipe arsitektur | Gereja |
| Administrasi | |
| Paroki | Seng Hie |
| Keuskupan Agung | Pontianak |
Gereja Gembala Baik, Seng Hie adalah sebuah gereja Katolik yang berlokasi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia. Gereja ini berada di bawah pengelolaan Keuskupan Agung Pontianak. Secara parokial, Gereja Gembala Baik Seng Hie merupakan pusat dari Paroki Seng Hie. Gereja ini didedikasikan kepada Yesus Kristus sebagai Gembala Baik, sebuah gelar Kristologis yang melambangkan peran Kristus sebagai pemimpin dan pelindung umat beriman. Gereja ini dikelola oleh para imam dari ordo Kapusin (O.F.M. Cap.).
Sejarah
Awal mula bangunan Gereja Paroki Gembala Baik berasal dari rumah kediaman Than Seng Hie, seorang pedagang Tionghoa yang tinggal di tepi Sungai Kapuas, Pontianak. Bangunan tersebut pada mulanya menghadap ke arah utara, yakni ke arah Sungai Kapuas, sebagaimana lazimnya orientasi bangunan pada kawasan tepian sungai pada masa itu. Sekitar tahun 1930-an, tanah dan bangunan milik Than Seng Hie dijual kepada pihak Vikariat Apostolik Borneo Belanda yang saat itu dipimpin Jan Pacificus Bos, O.F.M. Cap.[2]
Setelah dialihkan kepemilikannya, bangunan tersebut digunakan sebagai R.C. Vicarage and Chinese Chapel. Bangunan gereja di Seng Hie berdiri sejak tahun 1932 dan menjadi gereja tertua kedua di Pontianak. Bangunan tersebut menjadi cikal bakal Gereja Gembala Baik dan menyebabkan sebutan "Gereja Seng Hie" tetap dikenal hingga kini. Berdasarkan Platte Grond van de Hoofdplaats Pontianak (Peta Denah Kota Pontianak) tertanggal 1 Maret 1934, lokasi bangunan gereja ini berada tidak jauh dari Voorstraat–Sulthan Weg (kini Jalan Tanjungpura) dan Theng Seng Hie Weg (kini Jalan Pangsuma), serta berdekatan dengan kawasan pertokoan dan Capitol Cinema.[3]
Gereja pertama yang berdiri di lokasi ini dibangun dari kayu belian,[4] dan tetap menghadap ke Sungai Kapuas sebagai hasil penyesuaian dengan bentuk bangunan awal rumah kediaman Than Seng Hie.[2] Seiring dengan pertambahan jumlah umat, bangunan gereja mengalami renovasi dan pemugaran besar-besaran pada tahun 1980–1981, termasuk perluasan bangunan dengan penggunaan lantai marmer dan kaca.[4] Dalam proses pemugaran tersebut, orientasi bangunan diubah sehingga pintu utama gereja menghadap ke arah barat, yakni ke arah Jalan Pangsuma.[2] Meskipun demikian, salah satu elemen bangunan lama tetap dipertahankan, yaitu pintu rumah yang semula menghadap ke Sungai Kapuas.[2] Pada bangunan gereja yang telah dipugar, pintu lama tersebut kini berada di sebelah kiri gereja dari arah pintu masuk dan menjadi bagian dari dinding yang memisahkan ruang utama dengan ruang di sisi kiri, serta difungsikan sebagai pintu kapel.[2] Dalam rangka Yubileum 2025, pintu tersebut ditetapkan menjadi Porta Sancta (Pintu Suci).[4]
Bangunan Gereja dan Pastoran Katolik Gembala Baik seperti yang tampak sekarang ini selesai dibangun pada Juni 1981.[2] Upacara pemberkatan sekaligus peresmian gereja dilaksanakan pada 28 Juni 1981 dan dipimpin oleh Uskup Agung Pontianak Hieronymus Herculanus Bumbun, O.F.M. Cap.[2]
Saat ini Gereja Gembala Baik beralamat di Jalan Sultan Muhammad Nomor 222, tepat di depan Pelabuhan Seng Hie, tidak jauh dari kawasan Pasar Kapuas Besar, dan secara administratif termasuk wilayah Kelurahan Benua Melayu Laut, Pontianak Selatan.[3]
Kompleks gereja

Di dalam kompleks Gereja Gembala Baik, terdapat juga Persekolahan Gembala Baik yang menyelenggarakan TK Gembala Baik dan SD Gembala Baik I.
Peribadatan
Perayaan Ekaristi di Gereja Gembala Baik diselenggarakan secara rutin sepanjang pekan. Misa harian dilaksanakan pada hari Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu pada pukul 05.15 WIB, sedangkan pada hari Rabu dan Jumat dirayakan pada pukul 17.30 WIB; khusus pada Jumat Pertama, perayaan Ekaristi dilanjutkan dengan Adorasi Sakramen Mahakudus. Pada hari Minggu, Misa dirayakan tiga kali, yakni pada pukul 06.30 WIB dalam bahasa Mandarin, serta pada pukul 08.30 WIB dan 17.30 WIB dalam bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa Mandarin dalam perayaan liturgi mencerminkan kekhasan Gereja Gembala Baik yang kental dengan tradisi dan budaya Tionghoa.
Galeri
- Eksterior
-
Tampak depan -
Tampak depan -
Tampak perspektif -
Tampak samping -
Tampak samping
- Interior
-
Tampak dalam -
Tampak dalam -
Panti imam -
Altar gereja -
Panti paduan suara -
Patung Hati Kudus Yesus di sekitar panti imam -
Patung Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel di sekitar panti imam -
Patung Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel di sekitar panti imam
- Patung di sekitar pintu utama
-
Patung Bunda Maria -
Patung Hati Kudus Yesus -
Patung Santo Antonius Padua -
Patung Yesus Gembala Baik
- Fasilitas penunjang
-
Gua Maria di pelataran gereja -
Patung Yesus Gembala Baik -
Porta Sancta (Pintu Suci) dalam rangka Yubileum 2025 -
Ruang adorasi
Referensi
- ^ "Gereja Katolik Gembala Yang Baik, Pontianak". Panoramio. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-02-07. Diakses tanggal 2015-02-07.
- ^ a b c d e f g Melano, Ridhoino Kristo Sebastianus (15 Agustus 2022). "Mengenal Gereja Katolik Paroki Gembala Baik Pontianak Keuskupan Agung Pontianak". Tribun Pontianak. Diakses tanggal 25 Januari 2026.
- ^ a b "Sejarah Awal Gedung Gereja Gembala Baik Pontianak". Paroki Gembala Baik Pontianak. gembalabaikptk.wordpress.com. 27 Januari 2013. Diakses tanggal 25 Januari 2026.
- ^ a b c Publikasi sejarah Gereja Gembala Baik Pontianak oleh pihak gereja; lihat berkas.
Lihat pula
Pranala luar
- Gereja Gembala Baik, Seng Hie di Instagram
- Metro TV (19 Desember 2025). "Keunikan Gereja Paroki Gembala Baik Bernuansa Tionghua di Pontianak" – via Youtube.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.




