Geraldine Brooks
Geraldine Brooks[1] AO (lahir 14 September 1955) adalah seorang jurnalis dan novelis Australia - Amerika yang novelnya tahun 2005 berjudul March memenangkan Penghargaan Pulitzer untuk Fiksi.
Masa Awal
Geraldine Brooks lahir di Sydney dan dibesarkan di pinggiran barat dalam kota tersebut, di Ashfield. ayahnya, Lawrie Brooks, adalah sesorang penyanyi big-band asal Amerika yang terdampar di Adelaide saat melakukan tur ke Australia setelah manajernya melarikan diri membawa bayaran band tersebut. Ia kemudian memutuskan untuk tetap tinggal di Australia dan bekerja sebagai sub-editor surat kabar. Ibunya, Gloria, berasal dari Boorowa dan bekerja sebagai petugas hubungan masyarakat di stasiun radio 2GB Sydney.[2]
Brooks bersekolah di Bethlehem College, sekolah menengah Katolik khusus perempuan, kemudian melanjutkan ke Universitas Sydney. Setelah lulus, ia menjadi reporter pemula di The Sydney Morning Herald. Setelah memenangkan Beasiswa Memorial Greg Shackleton, ia pindah ke Amerika Serikat dan meraih gelar magister di Columbia University Graduate School of Journalism, New York City, pada tahun 1983.
Setahun kemudian, di desa perajin Tourrettes-sur-Loup, Prancis Selatan, ia menikah dengan jurnalis Amerika Tony Horwitz dan berpindah keyakinan menjadi Yahudi.
Karier
Sebagai koresponden luar negeri untuk The Wall Street Journal, Brooks meliput berbagai krisis di Afrika, Balkan, dan Timur Tengah. Liputan mereka berdua dari Teluk Persia pada tahun 1990 membuat Brooks dan suaminya menerima Penghargaan Hal Boyle dari Overseas Press Club untuk kategori “Pelaporan Terbaik dari Luar Negeri oleh Surat Kabar atau Kantor Berita”.[3] Pada tahun 2006, ia menerima fellowship di Radcliffe Institute for Advanced Study, Universitas Harvard.
Buku pertamanya, Nine Parts of Desire (1994), berdasarkan pengalamanya di antara perempuan Muslim di Timur Tengah, menjadi bestseller internasional dan diterjemahkan ke dalam 17 bahasa. Buku keduanya, Foreign Correcpondence (1997), yang memenagkan Nita Kibble Literary Award untuk penulisan perempuan, adalah memoar dan kisah perjalanan tentang masa kecilnya yang diperkaya oleh sahabat pena dari berbagai negara serta pencariannya kembali terhadap mereka di masa dewasa.
Novel pertamanya, Year of Wonders (2001), juga menjadi bestseller internasional. Berlatar tahun 1666, novel ini menceritakan perjuangan seorang perempuan muda menyelamatkan desanya dan dirinya sendiri ketika wabah pes (bubonic plague) melanda desa Eyam di Derbyshire.
Novel berikutnya, March (2005), terinspirasi oleh kecintaannya pada Little Women karya Louisa May Alcott, yang diberikan ibunya. Untuk menghubungkan pengalaman membaca tersebut dengan status barunya sebagai warga negara Amerika (sejak 2002), Brooks meneliti latar sejarah Perang Saudara Amerika dan menulis kisah tentang “ayah yang absen” dari keluarga March. Beberapa bagian novel ini terinspirasi oleh kehidupan dan tulisan Amos Bronson Alcott, ayah Louisa May Alcott. Brooks menulis profilnya berjudul Orpheus at the Plough untuk The New Yorker (10 Januari 2005), sebulan sebelum March diterbitkan.
Novel ini menerima tanggapan beragam dari para kritikus, namun tetap terpilih oleh The Washington Post sebagai salah satu dari lima karya fiksi terbaik tahun 2005, dan pada April 2006, March memenangkan Pulitzer Prize for Fiction. Brooks menjadi orang Australia pertama yang memenangkan penghargaan tersebut.
Novel berikutnya, People of the Book (2008), mengisahkan sejarah fiksi dari Haggadah Sarajevo. Buku ini terinspirasi dari liputan Brooks untuk The New Yorker tentang kisah-kisah kemanusiaan setelah perpecahan Yugoslavia (1991–1995). Novel tersebut memenangkan Australian Book of the Year Award dan Australian Literary Fiction Award tahun 2008.
Novel Caleb’s Crossing (2011) terinspirasi oleh kehidupan Caleb Cheeshahteaumuck, seorang anggota suku Wampanoag yang menjadi lulusan Pribumi Amerika pertama dari Harvard College pada abad ke-17. Pada tahun yang sama, Brooks menyampaikan Boyer Lectures yang prestisius atas undangan Australian Broadcasting Corporation (ABC), yang kemudian diterbitkan dengan judul The Idea of Home.
Novel The Secret Chord (2015) adalah novel sejarah yang mengisahkan kehidupan Raja Daud dari Alkitab, berlatar Zaman Besi Kedua.
Pada tahun 2016, Brooks mengunjungi Israel dalam proyek organisasi Breaking the Silence untuk menulis artikel bagi buku yang menandai 50 tahun pendudukan Israel sejak Perang Enam Hari (1967). Buku tersebut disunting oleh Michael Chabon dan Ayelet Waldman, dan diterbitkan pada Juni 2017 dengan judul Kingdom of Olives and Ash: Writers Confront the Occupation.
Pada tahun 2022, Brooks menerbitkan novel Horse, kisah sejarah yang didasarkan pada kehidupan kuda balap legendaris Lexington. Buku ini dengan cepat menjadi bestseller The New York Times dan memenangkan Anisfield-Wolf Book Award untuk Fiksi (2023).
Pada tahun 2025, Brooks menerima Library of Congress Prize for American Fiction, dan pada tahun yang sama, ia bekerja sama dengan Wakil Presiden AS Kamala Harris dalam penulisan memoar politik berjudul 107 Days.
Referensi
- ^ "Geraldine Brooks". Jewish Women's Archive (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-04.
- ^ "The Age". Wikipedia (dalam bahasa Inggris). 2025-09-18.
- ^ "archive.ph". archive.ph. Diakses tanggal 2025-10-04.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


