Garrulus lidthi
| Garrulus lidthi | |
|---|---|
| Status konservasi | |
| Risiko rendah | |
| IUCN | 22705771 |
| Taksonomi | |
| Kelas | Aves |
| Ordo | Passeriformes |
| Famili | Corvidae |
| Genus | Garrulus |
| Spesies | Garrulus lidthi Bonaparte, 1850 |
Celung lidth (Garrulus lidthi) atau yang juga dikenal sebagai celung amami merupakan spesies burung pengicau dalam famili Corvidae.[1] Burung ini merupakan satwa endemik Kepulauan Amami dan Tokunoshima di Jepang selatan.[2] Nama spesies ini diambil dari nama ahli zoologi Belanda, Theodoor Gerard van Lidth de Jeude. Pada tahun 1965, burung ini dipilih sebagai burung simbolis Prefektur Kagoshima.[3]
Deskripsi
Burung ini bisa tumbuh hingga mencapai ukuran 38 cm, menjadikannya sedikit lebih besar daripada kerabat dekatnya, celung eurasia. Mereka memiliki paruh yang lebih gemuk dan ekor yang lebih panjang. Celung lidth tidak memiliki jambul yang jelas, bulu kepalanya berwarna hitam beludru, bahu dan punggungnya berwarna biru keunguan tua, dan seluruh bagian lainnya berwarna ungu kastanye tua.[3] Suara celung ini memekik berisik seperti burung Corvidae lainnya atau hampir mirip dengan celung eurasia. Mereka juga bermigrasi dalam kawanan kecil.[2]
Sebaran dan habitat
Celung ini penyebarannya sangat terbatas, hanya ditemukan di pulau Amami Oshima dan Tokunoshima di bagian selatan Jepang. Mereka berada di hutan pinus, hutan subtropis, dan daerah pertanian, terutama di sekitar desa. Mereka cenderung menyukai hutan runjung dewasa dan hutan cemara berdaun lebar, tetapi juga dapat muncul di kebun.[2][3]
Perilaku
Makanannya sebagian besar terdiri dari biji ek Quercus cuspidata, tetapi juga mencakup reptil kecil dan berbagai jenis invertebrata. Burung ini bersarang di lubang-lubang besar di pohon, tetapi sarangnya sama dengan dua spesies Garrulus lainnya, dengan jumlah telur sebanyak tiga sampai empat.[3]
Status konservasi dan ancaman
Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) menetapkan burung ini sebagai spesies risiko rendah pada penilaian terakhir mereka yang tertanggal 5 Agustus 2024. Spesies ini mengalami setidaknya dua penurunan populasi yang signifikan selama abad ke-20, pertama akibat perdagangan bulu dan kemudian akibat spesies invasif. Dulu, bulunya banyak diburu untuk penghias topi perempuan. Setelah itu, spesies ini terancam oleh luwak kecil india yang didatangkan ke wilayahnya untuk mengendalikan ular berbisa okinawa. Namun, spesies ini kini dilindungi sebagai Monumen Nasional Jepang, dan pemberantasan besar-besaran luwak kecil india (Urva auropunctata) yang baru-baru ini diperkenalkan telah mendorong pemulihan populasi spesies ini secara bertahap.[3][4]
Selain itu, spesies ini diperkirakan akan terlindungi berkat kebijakan pemulihan hutan Amami secara bertahap. Penebangan hutan saat ini hanya layak secara ekonomi dengan bantuan subsidi pemerintah. Pemerintah Jepang juga secara resmi menetapkan sebagian besar hutan Amami sebagai bagian dari Kawasan Warisan Dunia.[4]
Daftar rujukan
- ^ Oiseaux.net. "Geai de Lidth - Garrulus lidthi - Lidth's Jay". www.oiseaux.net (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-06.
- ^ a b c "Lidth's Jay - eBird". ebird.org (dalam bahasa in). Diakses tanggal 2025-11-06. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ^ a b c d e "Lidth's jay - Facts, Diet, Habitat & Pictures on Animalia.bio". animalia.bio. Diakses tanggal 2025-11-06.
- ^ a b "Amami Jay Garrulus Lidthi Species Factsheet". BirdLife DataZone (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-06.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


