Gangguan perilaku
| Gangguan Perilaku | |
|---|---|
| Nama lain | Gangguan Tingkah Laku |
| Video explanation | |
| Spesialisasi | Psikiatri, pediatri |
| Gejala | Agresi atau penyerangan, perusakan properti, pencurian[1] |
| Awitan umum | Masa kanak-kanak[1] |
| Durasi | Berkepanjangan[1] |
| Faktor risiko | kecerdasan rendah, penolakan orangtua, kekerasan pada anak, kelompok sebaya dengan masalah serupa, riwayat keluarga[1] |
| Metode diagnostik | Deskripsi perilaku orang yang bersangkutan[2] |
| Diagnosis banding | Gangguan kepribadian antisosial, gangguan pembangkangan oposisional, gangguan bipolar, gangguan penyesuaian[1] |
| Pengobatan | pelatihan orangtua, pelatihan pengelolaan kemarahan, konseling perorangan, dukungan sekolah[2] |
| Prognosis | Variable[2] |
| Frekuensi | 2 hingga 10%[2] |
Gangguan perilaku (Conduct Disorder) adalah suatu gangguan mental di mana terdapat masalah pelanggaran norma sosial dan hak dasar orang lain yang berulang kali dan berkepanjangan.[1] Misalnya, agresi terhadap orang lain, perusakan properti, dan pencurian.[1] Masalah-masalah ini terjadi hingga menyebabkan kerusakan yang signifikan.[1] Komplikasinya bisa saja mencakup ADHD, penyalahgunaan zat dan bunuh diri.[1]
Faktor risikonya antara lain kecerdasan di bawah rata-rata, penolakan oleh orang tua, kekerasan terhadap anak, kelompok sebaya dengan masalah serupa, dan riwayat keluarga dengan kondisi tersebut.[1] Diagnosis didasarkan pada deskripsi perilaku orang tersebut.[2] Ini dibagi menjadi beberapa jenis, berdasarkan apakah perilaku itu dimulai sebelum atau setelah usia sepuluh tahun.[2] Sering kali hal ini merupakan pertanda awal dari gangguan kepribadian antisosial, yang karena definisinya tidak terdiagnosis hingga usia 18 tahun.[3][2]
Pengelolaan dapat mencakup pelatihan orangtua, pelatihan pengelolaan kemarahan, konseling individu, dan dukungan sekolah.[2] Kondisi kesehatan mental yang berkaitan dengannya mungkin mendapat manfaat dari pengobatan gangguan ini.[2] Hasilnya bervariasi, dan mungkin sulit membuat orang mau menerima pengobatan.[2]
Sekitar 2 hingga 10% dari populasi terkena gangguan perilaku.[2] Pada tahun 2013, diperkirakan gangguan ini terdapat pada 51,1 juta orang di seluruh dunia.[4] Laki-laki lebih sering terkena dibandingkan perempuan.[2] Meskipun biasanya gejala awal timbul pada masa kanak-kanak, tetapi kondisi ini dapat berlanjut hingga dewasa.[1] Kondisi ini diperkenalkan dalam DSM-II pada tahun 1968.[5]
Referensi
- ^ a b c d e f g h i j k Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (Edisi Fifth). American Psychiatric Association. 2013. hlm. 469-476. doi:10.1176/appi.books.9780890425596.156852. ISBN 978-0-89042-555-8.
- ^ a b c d e f g h i j k l Mohan, L; Yilanli, M; Ray, S (January 2020). "Conduct Disorder". StatPearls. PMID 29261891.
- ^ American Psychiatric Association (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (Edisi 5th). Arlington, VA: American Psychiatric Publishing. hlm. 659. ISBN 978-0-89042-555-8.
- ^ Global Burden of Disease Study 2013, Collaborators (5 June 2015). "Global, regional, and national incidence, prevalence, and years lived with disability for 301 acute and chronic diseases and injuries in 188 countries, 1990-2013: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2013". Lancet. 386 (9995): 743–800. doi:10.1016/S0140-6736(15)60692-4. PMC 4561509. PMID 26063472. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ^ Prinstein, Mitchell J.; Youngstrom, Eric A.; Mash, Eric J.; Barkley, Russell A. (2019). Treatment of Disorders in Childhood and Adolescence, Fourth Edition (dalam bahasa Inggris). Guilford Publications. hlm. 103. ISBN 978-1-4625-3898-0. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-08-28. Diakses tanggal 2021-01-11.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


