Gangguan Penghindaran atau Pembatasan Asupan Makanan


Gangguan penghindaran/pembatasan asupan makanan
Nama lainGangguan makan selektif (SED)[1]
Seorang anak kecil menolak makanan
SpesialisasiPsikiatri, pediatri
Gejalapenurunan berat badan, malnutrisi, tidak bisa makan dengan orang lain[2]
Awitan umumawal masa kanak=kanak[2]
Faktor risikoAutisme, kecemasan, OCD, ADHD[2]
Metode diagnostikBerdasarkan kriteria tertentu[3]
Diagnosis bandingKehamilan, kemoterapi, gangguan keterikatan reaktif, gangguan buatan yang diarahkan kepada orang lain, pemakan pilih-pilih[2]
Pengobatanasupan makanan enteral, suplemen nutrisi, terapi perilaku kognitif[2][4]
Prognosistidak jelas[5]
Frekuensi0.3% dari usia 15 year olds[2]

Gangguan penghindaran atau pembatasan asupan makanan (ARFID) adalah gangguan makan di mana seseorang mengonsumsi sedikit atau sebatas makanan tertentu.[2][6] Ini sering mengakibatkan penurunan berat badan, malnutrisi, atau masalah psikososial .[2] Sebagian orang tidak bisa makan bersama orang lain.[2] Meskipun sering dikaitkan dengan berat badan rendah, tetapi ini dapat terjadi pada semua berat badan.[5]

Faktor risiko meliputi autisme, kecemasan, gangguan obsesif-kompulsif (OCD), dan ADHD .[2] Pemicunya bisa berupa karakteristik sensorik makanan, seperti bau atau tekstur makanan; ketakutan akan tersedak atau muntah; atau rendahnya minat untuk makan .[2] Diagnosis berdasarkan adanya kriteria tertentu.[3] Tidak seperti anoreksia dan bulimia, tidak ada masalah citra tubuh atau keinginan untuk menurunkan berat badan .[1][5] Ini tidak ad dengan kurangnya makanan atau praktik keagamaan.[2]

Orang dengan gangguan ini mungkin memerlukan asupan makanan enteral atau suplemen nutrisi .[2] Penanganan pada umumnya adalah dengan terapi perilaku kognitif .[4] Terapi keluarga dan dukungan ahli gizi juga dapat membantu.[5] Sejak tahun 2024 tidak ada pengobatan yang didukung bukti berkualitas tinggi.[1][5] Hasil jangka panjang tidak jelas.[5]

Menurut satu perkiraan, ARFID muncul pada 3 dari 1000 orang berusia 15 tahun.[2] Biasanya berawal pada masa kanak-kanak dan semakin jarang pada usia dewasa.[2] Gangguan muncul pada kedua jenis kelamin dengan kekerapan serupa.[2] ARFID pertama kali dimasukkan dalam eManual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental edisi kelima (DSM-5) yang diterbitkan pada tahun 2013, memperluas dan menggantikan diagnosis gangguan makan pada masa bayi atau anak usia dini dalam edisi sebelumnya.[2][7] kemudian dimasukkan dalam revisi kesebelas Klasifikasi Penyakit Internasional (ICD-11) pada tahun 2022.[6]

Referensi

[8]

  1. ^ a b c Fonseca, NKO; Curtarelli, VD; Bertoletti, J; Azevedo, K; Cardinal, TM; Moreira, JD; Antunes, LC (7 June 2024). "Avoidant restrictive food intake disorder: recent advances in neurobiology and treatment". Journal of eating disorders. 12 (1): 74. doi:10.1186/s40337-024-01021-z. PMID 38849953. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  2. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q American Psychiatric Association, ed. (2022). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition, Text Revision. Washington, DC: American Psychiatric Association. hlm. 376–381. ISBN 978-0-89042-575-6.
  3. ^ a b Ellison, C; Philpot, U; Fuller, S; Banner, A; Falcoski, P; Watts, M; Greenham, A (August 2024). "What is avoidant restrictive food intake disorder?". The British journal of general practice : the journal of the Royal College of General Practitioners. 74 (745): 362–363. doi:10.3399/bjgp24X738957. PMID 39054097.
  4. ^ a b "Avoidant/Restrictive Food Intake Disorder (ARFID) - Psychiatric Disorders". MSD Manual Professional Edition (dalam bahasa Inggris). Merck Manuel. Diakses tanggal 28 February 2025.
  5. ^ a b c d e f Ramirez, Z; Gunturu, S (January 2025). "Avoidant Restrictive Food Intake Disorder". StatPearls. PMID 38753906.
  6. ^ a b "6B83 Avoidant-restrictive food intake disorder". ICD-11 for Mortality and Morbidity Statistics. World Health Organization. 2023. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-08-01. Diakses tanggal 2025-01-31.
  7. ^ Fisher MM, Rosen DS, Ornstein RM, Mammel KA, Katzman DK, Rome ES, Callahan ST, Malizio J, Kearney S, Walsh BT (July 2014). "Characteristics of avoidant/restrictive food intake disorder in children and adolescents: a "new disorder" in DSM-5". The Journal of Adolescent Health. 55 (1): 49–52. doi:10.1016/j.jadohealth.2013.11.013. PMID 24506978.
  8. ^ Harshman SG, Jo J, Kuhnle M, Hauser K, Murray HB, Becker KR, Misra M, Eddy KT, Micali N, Lawson EA, Thomas JJ (September 2021). "A Moving Target: How We Define Avoidant/Restrictive Food Intake Disorder Can Double Its Prevalence". The Journal of Clinical Psychiatry. 82 (5). doi:10.4088/JCP.20m13831. PMC 8493963. PMID 34496463.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement