Gangguan Penghindaran atau Pembatasan Asupan Makanan
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Juni 2025) |
| Gangguan penghindaran/pembatasan asupan makanan | |
|---|---|
| Nama lain | Gangguan makan selektif (SED)[1] |
| Seorang anak kecil menolak makanan | |
| Spesialisasi | Psikiatri, pediatri |
| Gejala | penurunan berat badan, malnutrisi, tidak bisa makan dengan orang lain[2] |
| Awitan umum | awal masa kanak=kanak[2] |
| Faktor risiko | Autisme, kecemasan, OCD, ADHD[2] |
| Metode diagnostik | Berdasarkan kriteria tertentu[3] |
| Diagnosis banding | Kehamilan, kemoterapi, gangguan keterikatan reaktif, gangguan buatan yang diarahkan kepada orang lain, pemakan pilih-pilih[2] |
| Pengobatan | asupan makanan enteral, suplemen nutrisi, terapi perilaku kognitif[2][4] |
| Prognosis | tidak jelas[5] |
| Frekuensi | 0.3% dari usia 15 year olds[2] |
Gangguan penghindaran atau pembatasan asupan makanan (ARFID) adalah gangguan makan di mana seseorang mengonsumsi sedikit atau sebatas makanan tertentu.[2][6] Ini sering mengakibatkan penurunan berat badan, malnutrisi, atau masalah psikososial .[2] Sebagian orang tidak bisa makan bersama orang lain.[2] Meskipun sering dikaitkan dengan berat badan rendah, tetapi ini dapat terjadi pada semua berat badan.[5]
Faktor risiko meliputi autisme, kecemasan, gangguan obsesif-kompulsif (OCD), dan ADHD .[2] Pemicunya bisa berupa karakteristik sensorik makanan, seperti bau atau tekstur makanan; ketakutan akan tersedak atau muntah; atau rendahnya minat untuk makan .[2] Diagnosis berdasarkan adanya kriteria tertentu.[3] Tidak seperti anoreksia dan bulimia, tidak ada masalah citra tubuh atau keinginan untuk menurunkan berat badan .[1][5] Ini tidak ad dengan kurangnya makanan atau praktik keagamaan.[2]
Orang dengan gangguan ini mungkin memerlukan asupan makanan enteral atau suplemen nutrisi .[2] Penanganan pada umumnya adalah dengan terapi perilaku kognitif .[4] Terapi keluarga dan dukungan ahli gizi juga dapat membantu.[5] Sejak tahun 2024 tidak ada pengobatan yang didukung bukti berkualitas tinggi.[1][5] Hasil jangka panjang tidak jelas.[5]
Menurut satu perkiraan, ARFID muncul pada 3 dari 1000 orang berusia 15 tahun.[2] Biasanya berawal pada masa kanak-kanak dan semakin jarang pada usia dewasa.[2] Gangguan muncul pada kedua jenis kelamin dengan kekerapan serupa.[2] ARFID pertama kali dimasukkan dalam eManual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental edisi kelima (DSM-5) yang diterbitkan pada tahun 2013, memperluas dan menggantikan diagnosis gangguan makan pada masa bayi atau anak usia dini dalam edisi sebelumnya.[2][7] kemudian dimasukkan dalam revisi kesebelas Klasifikasi Penyakit Internasional (ICD-11) pada tahun 2022.[6]
Referensi
- ^ a b c Fonseca, NKO; Curtarelli, VD; Bertoletti, J; Azevedo, K; Cardinal, TM; Moreira, JD; Antunes, LC (7 June 2024). "Avoidant restrictive food intake disorder: recent advances in neurobiology and treatment". Journal of eating disorders. 12 (1): 74. doi:10.1186/s40337-024-01021-z. PMID 38849953. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
- ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q American Psychiatric Association, ed. (2022). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition, Text Revision. Washington, DC: American Psychiatric Association. hlm. 376–381. ISBN 978-0-89042-575-6.
- ^ a b Ellison, C; Philpot, U; Fuller, S; Banner, A; Falcoski, P; Watts, M; Greenham, A (August 2024). "What is avoidant restrictive food intake disorder?". The British journal of general practice : the journal of the Royal College of General Practitioners. 74 (745): 362–363. doi:10.3399/bjgp24X738957. PMID 39054097.
- ^ a b "Avoidant/Restrictive Food Intake Disorder (ARFID) - Psychiatric Disorders". MSD Manual Professional Edition (dalam bahasa Inggris). Merck Manuel. Diakses tanggal 28 February 2025.
- ^ a b c d e f Ramirez, Z; Gunturu, S (January 2025). "Avoidant Restrictive Food Intake Disorder". StatPearls. PMID 38753906.
- ^ a b "6B83 Avoidant-restrictive food intake disorder". ICD-11 for Mortality and Morbidity Statistics. World Health Organization. 2023. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-08-01. Diakses tanggal 2025-01-31.
- ^ Fisher MM, Rosen DS, Ornstein RM, Mammel KA, Katzman DK, Rome ES, Callahan ST, Malizio J, Kearney S, Walsh BT (July 2014). "Characteristics of avoidant/restrictive food intake disorder in children and adolescents: a "new disorder" in DSM-5". The Journal of Adolescent Health. 55 (1): 49–52. doi:10.1016/j.jadohealth.2013.11.013. PMID 24506978.
- ^ Harshman SG, Jo J, Kuhnle M, Hauser K, Murray HB, Becker KR, Misra M, Eddy KT, Micali N, Lawson EA, Thomas JJ (September 2021). "A Moving Target: How We Define Avoidant/Restrictive Food Intake Disorder Can Double Its Prevalence". The Journal of Clinical Psychiatry. 82 (5). doi:10.4088/JCP.20m13831. PMC 8493963. PMID 34496463.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


