Galuh Candrakirana

Galuh Candrakirana atau Dewi Galuh Candrakirana adalah salah satu tokoh utama dalam cerita Panji, yang merupakan hasil sastra tradisional dari kerajaan Kadiri (Daha) dan menjadi sumber cerita dalam pertunjukan wayang kulit dan wayang wong dan berkembang secara luas di Jawa, Bali, hingga Asia Tenggara, Kamboja dan Thailand. Candrakirana digambarkan sebagai putri kerajaan Kadiri yang terkenal karena kecantikannya, kecerdasannya, dan budi pekertinya yang halus. Dalam banyak versi cerita, Galuh Candrakirana adalah tunangan atau pasangan dari Raden Panji Inukertapati (Asmarabangun), pangeran dari kerajaan Janggala (Kahuripan). Kisah percintaan mereka dipenuhi dengan banyak rintangan, penyamaran, pencarian panjang, serta ujian kesetiaan.[1][2]
Dalam lakon-lakon Panji, Galuh Candrakirana kerap tampil sebagai sosok yang tabah dan berani. Meskipun seorang putri, ia harus melakukan perjalanan karena diusir dari kerajaan ayahnya di Kadiri, dan menyamar sebagai rakyat jelata dengan nama Dewi Sekartaji atau Panji Semirang, yang berjuang demi mempertahankan kehormatan dan cintanya kepada Raden Panji. Tokoh ini juga melambangkan kesempurnaan seorang wanita ideal dalam budaya Jawa: anggun, setia, cerdas, dan memiliki keteguhan hati.[3]
Cerita tentang Galuh Candrakirana tidak hanya hadir dalam sastra Jawa kuno, tetapi juga menjadi dasar berbagai seni pertunjukan lain seperti wayang gedog, tari-tarian Panji, dan tembang tradisional. Sosoknya memainkan peran penting dalam membentuk identitas budaya Jawa, sekaligus menjadi simbol cinta sejati dan pengabdian yang melampaui batas waktu. [1][4]
Kisah Panji Semirang
Dalam salah satu versi kisah Panji, raja Kadiri mempunyai dua orang puteri: Galuh Candrakirana (puteri dari istri permaisuri yang telah meninggal dunia) dan Galuh Ajeng (puteri dari istri selir Raja). Pada saat istri permaisuri masih hidup, sang raja memutuskan untuk mengawinkan Galuh Cadrakirana dengan Raden Inukertapati (putera dari raja Janggala) setelah mereka dewasa nanti. Namun di kemudian hari, karena rasa cemburu, selir raja merencanakan untuk mengusir Cadrakirana dari kerajaan sehingga Pangeran/raden Inukertapati kawin dengan Galuh Ajeng, menggantikan Galuh Candrakirana sebagai menantu raja. Akhirnya sebuah fitnah diciptakan saat Candrakirana bertengkar dan menolak menukarkan bonekanya dengan boneka adik tirinya, Galuh Ajeng. Karena terpengaruh oleh istri selirnya, raja memutuskan untuk mengusir Candrakirana dari keraton.[5]
Dengan hati hancur, Galuh Cadrakirana meninggalkan Kadiri hanya ditemani oleh beberapa dayang setia. Di tengah pelarian, Candrakirana sadar bahwa ia harus menyembunyikan identitas demi keselamatannya. Ia kemudian menyamar sebagai ksatria lelaki bernama Panji Semirang, memotong rambutnya, mengenakan pakaian perajurit, dan membentuk kelompok banyak pengikut. Dalam penyamaran itu ia mendirikan kerajaan kecil di dekat hutan dan menjadi pemimpin terampil yang banyak membantu rakyat di sekitarnya.[6]
Pada sisi lain, Raden Panji Inu Kertapati dalam perjalananya ke Kerajaan Kadiri untuk menemui tunangannya, justru bertemu dengan Panji Semirang tanpa mengetahui bahwa itu adalah kekasihnya sendiri. Keduanya merasakan ikatan aneh yang tak dapat dijelaskan. Di akhir kisah, rahasia yang melibatkan fitnah terhadap Candrakirana inipun terbongkar. Panji Inu Kertapati dapat menemukan Candrakirana yang sebenarnya, dan dua keluarga kerajaan memulihkan kehormatannya. Setelah semua dendam dan kesalahpahaman terpecahkan, Galuh Candrakirana kembali ke Kadiri dan kemudian menikah dengan Panji Inu Kertapati dalam upacara megah yang menandai bersatunya kembali dua kerajaan besar (Kadiri dan Janggala).
Cerita Panji ini cukup terkenal sehingga relief-relief yang menggambarkan cerita dari abad ke 14 Masehi ini banyak dijumpai pada ukiran candi-candi di Jawa Timur seperti Candi Mirigambar, Candi Surawana, dan Candi Perwara pada Candi Tegowangi. Relief ini juga ditemukan pada candi-candi di Gunung Penanggungan antara lain Candi Wayang, Candi Gajah, Candi Kendalisada, dan Candi Selokelir.[7]
Referensi
- ^ a b "Cerita Keteguhan Cinta Panji Inu Kertapati dan Galuh Candrakirana". detik.com. Diakses tanggal 20 Nov 2025.
- ^ "Inu Kertapati dan Galuh Candrakirana". kemendikdasmen.go.id. Diakses tanggal 20 Nov 2025.
- ^ "Pentas Ketoprak "Labuhan Katresnan" Meriahkan Dies Natalis ke-69 FEB UGM". ugm.ac.id. Diakses tanggal 20 Nov 2025.
- ^ "Mengintip Cerita Panji yang Bisa Jadi Daya Tarik Wisata Kota Kediri". kedirikota.go.id. Diakses tanggal 20 Nov 2025.
- ^ "Panji Semirang dan Perjuangan Menuju Kebahagiaan". kompas.id. Diakses tanggal 20 Nov 2025.
- ^ "CITRA WANITA Dalam Hikayat Panji Semirang Melayu (halaman 12)" (PDF). repositori.kemendikdasmen.go.id. Diakses tanggal 20 Nov 2025.
- ^ "Panji Cerita Asli Indonesia". museumnasional.or.id. Diakses tanggal 20 Nov 2025.
Lihat pula
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


