Gagananga Yukala, Pangeran Bijitprijakara
| Gagananga Yukala คัคณางคยุคล | |
|---|---|
| Pangeran Siam Pangeran Bijitprijakara | |
| Kelahiran | 29 Oktober 1855 Bangkok, Siam |
| Kematian | 11 Maret 1909 (umur 53) Bangkok, Siam |
| Pasangan |
|
| Keturunan |
|
| Wangsa | Gagananga |
| Dinasti | Chakri |
| Ayah | Raja Mongkut (Rama IV) |
| Ibu | Phueng Indravimala |
| Agama | Buddha Theravada |
| Gubernur Jenderal Kerajaan Chiang Mai di bawah kekuasaan Siam | |
| Masa jabatan 1884–1885 | |
| Penguasa monarki | Chulalongkorn (sebagai Maharaja) Inthawichayanon (sebagai Raja) |
Pendahulu Phraya Ratcha Sampharakorn (Luean Suranan) Pengganti Phraya Montri Suriyawong (Chuen Bunnag) | |
| Direktur Jenderal Pertama Mahkamah Agung Siam | |
| Masa jabatan 1885 – ? | |
| Penguasa monarki | Chulalongkorn (Rama V) |
| Gubernur Jenderal Kerajaan Champasak di bawah kekuasaan Siam | |
| Masa jabatan 1891–1893 | |
| Penguasa monarki | Chulalongkorn (sebagai Maharaja) Kham Souk (sebagai Raja) |
| Menteri Kehakiman kedua Siam | |
| Masa jabatan 1894–1896 | |
| Penguasa monarki | Chulalongkorn (RamaV) |
Gagananga Yukala, Pangeran Bijitprijakara (bahasa Thai: คัคณางค์ยุคล; RTGS: Khakkhanang Yukhon, 29 Oktober 1855 - 11 Maret 1909) adalah seorang pangeran dari Siam (yang kemudian menjadi Thailand). Dia adalah anggota keluarga kerajaan Siam dan merupakan putra Raja Mongkut (Rama IV) dan Cik Puan Mulia Phueng. Ia adalah pendiri wangsa Gagananga (Thai: คัคณางค์; RTGS: Khakkhanang)[1] dan kakek dari pihak ibu Ratu Rambhai Barni.
Biografi
Pangeran Gagananga lahir pada hari Senin, 29 Oktober 1855. Pangeran Gagananga Yukala memiliki minat dalam hukum dan litigasi sejak kecil, didorong oleh kakak laki-lakinya, Raja Chulalongkorn (Rama V). Pada tahun 1874, Pangeran Gagananga pernah menjadi anggota dewan rahasia Raja Chulalongkorn.
Pada tahun 1884, Raja Chulalongkorn mengutus Pangeran Gagananga untuk menjadi Gubernur Jenderal Kerajaan Chiang Mai. Ia mengatur istana asing dan menata ulang administrasi wilayah utara. Kemudian, ia kembali ke Bangkok pada tahun 1885.
Ketika Raja Chulalongkorn mendirikan Mahkamah Agung pada tahun 1885, ia menunjuk Pangeran Gagananga sebagai Direktur Jenderal Pertama.
Pada tahun 1891, Pangeran Gagananga diangkat menjadi Gubernur Jenderal Lao Kao, yang berpusat di Champasak. Ia meningkatkan administrasi di wilayah Timur Laut, memeriksa berbagai daerah, memberinya pemahaman yang baik tentang perbatasan Laos dan Kamboja. Kemudian, ia kembali ke Bangkok pada tahun 1893.
Kemudian pada tahun 1894, ia diangkat sebagai Menteri Kehakiman kedua, menggantikan Svasti Sobhana, Pangeran Svastivatana Visishta. Dia memegang jabatan ini hingga tahun 1896.
Pangeran Gangananga Yukala meninggal pada 13 Maret 1909 pada usia 53 tahun.[2]
Pernikahan dan Keluarga
Pangeran Gagananga mengambil Cik Puan Sun sebagai selir pada tahun 1873 dan memiliki enam orang anak bersamanya:
- Yang Amat Mulia Putri Abha Barni (28 Maret 1874 - 6 Agustus 1938) menikah dengan Svasti Sobhana, Pangeran Svastivatana Visishta, memiliki 9 anak:
- Yang Mulia Putri Svastikamol Svastivatana
- Yang Mulia Pangeran Sobhon Bharadaya Svastivatana
- Kebawah Duli Yang Maha Mulia Ratu Rambhai Barni
- Yang Mulia Pangeran Mai
- Yang Mulia Pangeran Duaeng
- Yang Mulia Pangeran Nandiyavat Svastivatana
- Yang Mulia Pangeran Orachun Jitsanu Svastivatana
- Yang Mulia Pangeran Rodramabhat Svastivatana
- Yang Mulia Pangeran Yuditya Sathira Svastivatana
- Yang Mulia Putri Klang (1875 - 1881)
- Yang Mulia Putri Chavi Vilaya Svastivatana (nama gadis Gagananga) (29 Maret 1881 - 14 Nopember 1930) menikah dengan Svasti Sobhana, Pangeran Svastivatana Visishta, memiliki 11 anak:
- Yang Mulia Pangeran Birayot Yugala Svastivatana
- Yang Mulia Putri Rassadit Kridakorn (nama gadis Svastivatana)
- Yang Mulia Putri Bussadi Vilas Svastivatana
- Yang Mulia Putri Phongphas Mani Chakrabandhu (nama gadis Svastivatana)
- Yang Mulia Pangeran Kokasatriya Svastivatana
- Yang Mulia Putri Phongsri Vilaya Svastivatana
- Yang Mulia Pangeran Lolitai Svastivatana
- Yang Mulia Putri Sida Damruang Chumbol (nama gadis Svastivatana)
- (sebelumnya Yang Mulia) Putri Madri Sobhana Dulyachinda (nama gadis Svastivatana)
- Yang Mulia Pangeran Nangakul Svasdi Svastivatana
- (sebelumnya Yang Mulia) Putri Visakha Nujchavi Utagawa (nama gadis Svastivatana)
- Yang Mulia Pangeran Noi (1884 - 15 Februari 1885)
- Yang Mulia Pangeran Klang ( ? - 1888)
- Yang Mulia Pangeran Pridiyakon Gagananga (1889 - 17 Mei 1910) menikah dengan Cik Puan Was, memiliki 2 anak:
- Mom Rajawongse Rosalin Gagananga
- Mom Rajawongse Rosmalee Kasemsan (nama gadis Gagananga)
Setelah tinggal bersama Cik Puan Sun Gagananga Na Ayudhya, Pangeran Gagananga bertunangan dengan Yang Mulia Putri Chaweewat Pramoj, cucu Raja Rama II, namun kemudian Putri Chaweewat mengetahui bahwa sang pangeran telah memiliki selir, Cik Puan Sun. Ia ingin Pangeran Gagananga memutuskan hubungan dengan Cik Puan Sun, tetapi sang pangeran menolak. Setelah itu, Putri Chaweewat melemparkan hadiah-hadiah pertunangan ke mana-mana, sehingga sang pangeran harus mengirim para pelayan untuk mengambilnya, yang menyebabkan pasangan itu memutuskan pertunangan mereka.
Kemudian pada tahun 1884, saat Pangeran Gagananga menjadi Gubernur Jenderal Kerajaan Chiang Mai di bawah kekuasaan Siam, ia menikahi seorang putri dari Dinasti Chet Ton, Putri Sumittra Na Chiengmai untuk mendapatkan kesetiaan dari keluarga kerajaan Lanna.[3] Akan tetapi, keduanya tidak memiliki anak bersama.
Gelar, gaya, gelar kehormatan dan penghargaan
| Gelar bangsawan untuk Gagananga Yukala, Pangeran Bijitprijakara | |
|---|---|
| Gaya referensi | Yang Amat Mulia |
| Gaya penyebutan | Paduka Baginda |
| Gaya alternatif | Phra Ong Chao |
| Gagananga Yukala, Pangeran Bijitprijakara | |
|---|---|
| Pengabdian | |
| Dinas/cabang | Angkatan Darat Kerajaan Siam |
| Pangkat | |
Gelar dan gaya
- 29 Oktober 1855 – 1876 : Yang Amat Mulia Pangeran Gagananga Yukala
- 26 Maret 1886 – 11 Maret 1910 : Yang Amat Mulia Sang Pangeran Bijitprijakara[5]
Kehormatan
| Baris ke-1 | Penghargaan Yang Termashyur Orde Wangsa Kerajaan Chakri (1886) | Penghargaan Yang Termashyur Ordo Sembilan Permata Kuno dan Beruntung (1894)[6] | Kesatria Salib Besar (Kelas Pertama) Yang Termulia Ordo Chula Chom Klao | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Baris ke-2 | Kesatria Salib Besar (Kelas Pertama) Yang Termulia Orde Gajah Putih (1893)[7] | Kesatria Salib Besar (Kelas Pertama) Yang Termulia Ordo Paling Bangsawan Mahkota Thailand (1885) | Medali Dushdi Mala | ||||||
| Baris ke-3 | Medali Chakra Mala (1903)[8] | Medali Chakrabrati Mala (1904)[9] | Medali Kerajaan Raja Rama IV (Kelas Kedua) (1904)[10] | ||||||
Referensi
- ^ "พระบรมราชโองการ ประกาศ พระราชทานนามสกุลสืบเชื้อพระวงศ์พระบรมราชวงศ์ชั้น ๒-๓-๔ กับพระเจ้าราชวรวงศ์เธอ และพระราชวรวงศ์เธอ" (PDF). ราชกิจจานุเบกษา (dalam bahasa ไทย). 46 (0 ก): 85. 7 กรกฎาคม 2472. Diakses tanggal 25 ธันวาคม 2561. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ^ "ข่าวสิ้นพระชนม์" (PDF). ราชกิจจานุเบกษา (dalam bahasa ไทย). 26 (0 ง): 2725–6. 20 มีนาคม ร.ศ. 128. Diakses tanggal 25 ธันวาคม พ.ศ. 2561. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ^ เนื้ออ่อน ขรัวทองเขียว, ผศ. ดร. เปิดแผนยึดล้านนา. กรุงเทพฯ : มติชน, 2559, หน้า 95
- ^ พระราชทานสัญญาบัตรทหาร
- ^ "ประกาสเลื่อนกรม" (PDF). ราชกิจจานุเบกษา (dalam bahasa Thai). 3 (1): 2–3. 1 Mei 1885. Diakses tanggal 25 Desember 2018.
- ^ ราชกิจจานุเบกษา, พระราชทานเครื่องราชอิสริยาภรณ์, เล่ม 11, ตอน 3, 15 เมษายน พ.ศ. 2437, หน้า 22
- ^ http://www.ratchakitcha.soc.go.th/DATA/PDF/2436/038/414_1.PDF
- ^ ราชกิจจานุเบกษา, พระราชทานเหรียญจักรมาลา, เล่ม ๒๐ ตอนที่ ๓๕ เล่ม ๖๑๗, ๒๙ พฤศจิกายน ๒๔๔๖
- ^ ราชกิจจานุเบกษา, พระราชทานเหรียญจักรพรรดิมาลา Diarsipkan 2016-03-04 di Wayback Machine., เล่ม 21, ตอน 27, 2 ตุลาคม พ.ศ. 2447, หน้า 464
- ^ ราชกิจจานุเบกษา, พระราชทานเหรียญรัตนาภรณ์ รัชกาลที่ 4 Diarsipkan 2016-03-04 di Wayback Machine., เล่ม 21, ตอน 32, 6 พฤศจิกายน พ.ศ. 2447, หน้า 564
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



