GKI Karangsaru

Gereja Kristen Indonesia Karangsaru merupakan salah satu anggota dari Gereja Kristen Indonesia dengan teologi ekumenikal dengan denominasi Calvinis. Gereja ini juga merupakan anggota dari Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Dewan Gereja-Gereja Asia (CCA), Persekutuan Gereja-Gereja Reformasi Se-dunia/World Communion of Reformed Churches (WCRC) dan Dewan Gereja-Gereja se-Dunia/World Communion of Churches (WCC). [1]

Gereja ini mulanya diawali oleh badan misi Perkabaran Injil dari Jerman ke pesisir Jawa bagian utara pada akhir abad 19. Badan misi itu bernama “Neukirchener Mission Hause” atau lebih dikenal dengan nama Salatiga Zending. Di Kota Semarang badan misi ini kemudian mendirikan sebuah gereja, Zendingkerk, yang terletak di jalan Mlatentiangwi 27. Gereja ini kemudian didewasakan oleh Salatiga Zending pada 7 April 1935.[2]

Sejarah

Gereja Kristen Indonesia (GKI) Karangsaru, yang awalnya bernama Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee (THKTKH) Semarang, resmi didirikan pada 7 April 1935. Pada hari yang sama, Ds. Liem Siok Hie diteguhkan sebagai pendeta pertama gereja ini.

Penggunaan tempat ibadah di Jalan Plampitan 31, Semarang diresmikan pada 16 Maret 1936, dan digunakan sebagai tempat Persekutuan Doa Rumah Tangga setiap Kamis malam serta kebaktian Minggu sore. Selanjutnya, kegiatan Sekolah Minggu pertama dimulai pada 1 April 1936.

Organisasi pelayanan pun mulai terbentuk:

  • 10 Juni 1938: Berdirinya Perkumpulan Wanita THKTKH Semarang (kelak menjadi Komisi Wanita "Debora" GKI Karangsaru)
  • 10 Maret 1941: Berdirinya Perkumpulan Pemuda THKTKH Semarang, dengan nama Chung Hua Chi Tuh Chiao Tsing Nien Pu (kemudian menjadi Komisi Pemuda GKI Karangsaru)

Pada 31 Mei 1945, Ds. Then Djien Soey ditahbiskan sebagai pendeta kedua. Pembangunan gedung gereja di Jalan Karangsaru 2 dimulai dengan peletakan batu pertama pada 20 Agustus 1950, dan diresmikan pada 3 September 1952. Pada saat yang sama, Ds. Tan Kim Liong (kemudian dikenal sebagai Ds. Sulaiman Budipranoto) ditahbiskan sebagai pendeta.

Beberapa gereja cabang juga mengalami pendewasaan:

Pada 1 Mei 1957, dalam Sidang Sinode GKI Jawa Tengah ke-6 di Purwokerto, nama gereja resmi diubah menjadi GKI Semarang Karangsaru. Penahbisan beberapa pendeta dilakukan dalam periode ini:

GKI memperluas pelayanannya melalui pembangunan gedung gereja baru:

  • 31 Oktober 1966: Peresmian GKI Rayon III Peterongan (Jalan Peterongan 310, kini Kompol Maksum 310)
  • 1 Juli 1969: Dimulainya desentralisasi menjadi 3 rayon: Karangsaru, Beringin, Peterongan
  • 24 Desember 1969: Peresmian GKI Rayon II Beringin (Jalan Beringin 15, kini Pierre Tendean 15)

Layanan sosial dan kegiatan baru diluncurkan:

  • 26 Maret 1974: Peresmian Seksi Kematian "Arimatea" (kini Yayasan Arimatea)
  • 17 Juli 1978: Pembukaan poliklinik Siloam di kompleks gereja
  • 15 Desember 1981: Peresmian kembali Balai Immanuel pasca renovasi
  • 12 November 1982: Awal persekutuan khusus lansia, yang berkembang menjadi Komisi Warga Senior

Penambahan pendeta terus dilakukan:

Beberapa rayon dan pos PI mengalami pendewasaan:

  • 6 Februari 1987: Rayon II Beringin menjadi GKI Beringin, dan Rayon III Peterongan menjadi GKI Peterongan
  • 1 September 1989: Pendewasaan GKI Weleri dan GKI Plelen
  • 6 Juni 1995: Pendewasaan pos PI menjadi GKI Genuk Indah
  • 8 Agustus 2001: Pendewasaan pos PI hasil kerja sama dengan GKI Peterongan menjadi GKI Taman Majapahit

Peristiwa penting lainnya:

Referensi

  1. ^ "Profil Sinode - GKI Sinode Wilayah Jateng". www.gkiswjateng.org. Diakses tanggal 2025-04-28.
  2. ^ "Kilas Perjalanan – GKI KARANGSARU" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-04-26.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement