Fusu
| Fusu | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Putra Mahkota Dinasti Qin | |||||
| Kematian | 210 SM | ||||
| Keturunan | Ziying | ||||
| |||||
| Ayah | Qin Shi Huang | ||||
Fusu (wafat 210 SM) adalah putra sulung dan ahli waris Qín Shǐ Huáng yang dibuang oleh ayahandanya untuk menjaga perbatasan di mana Meng Tian ditugaskan, dikarenakan ia mencegah ayahandanya mengubur hidup-hidup para sarjana. Fusu menyatakan bahwa, dengan negara yang baru disatukan, dan musuh masih belum tenang, tindakan keras seperti itu yang dikenakan pada mereka yang menghormati Konfusius akan menimbulkan ketidakstabilan.[1] Namun akhirnya ia juga dibunuh melalui surat perintah palsu kaisar Qín Shǐ Huáng yang dipalsukan oleh Zhao Gao dan Li Si.
Warisan
Menurut Catatan Sejarawan Agung karya Sima Qian, Fusu memiliki seorang anak bernama Ziying yang kemudian menjadi kaisar Dinasti Qin ketiga setelah dinobatkan oleh Zhao Gao setelah Zhao Gao memaksa Huhai untuk membunuh diri pada 207 SM. Saat itu, Li Si sudah dimusnahkan oleh Zhao Gao. Ziying tidak lama kemudian membunuh Zhao Gao.
Tidak ada konsensus mengenai hubungan Ziying terhadap Fusu ataupun anggota keluarga kekaisaran lainnya. Beberapa cedekiawan (seperti Wang Liqun) berkata bahwa anak-anak Fusu masih terlalu muda untuk merencanakan kejatuhan Zhao Gao karena Ziying sendiri juga memiliki dua anak yang cukup dewasa untuk ikut merencanakannya. Qin Shi Huang hidup sampai usia 49 tahun, Fusu mungkin pada saat itu masih di usia 30an tahun.
Masyarakat Tiongkok kadang memuja Fusu sebagai Dewa Pintu, biasanya ia dipasangkan dengan Jenderal Meng Tian.
Referensi
Kutipan
- ^ (於是使御史悉案问诸生,诸生传相告引,乃自除犯禁者四百六十馀人,皆阬之咸阳,使天下知之,以惩後。益发谪徙边。始皇长子扶苏谏曰:「天下初定,远方黔首未集,诸生皆诵法孔子,今上皆重法绳之,臣恐天下不安。唯上察之。」) Shiji vol. 6.
Daftar pustaka
- Sima, Qian. Catatan Sejarawan Agung (Shiji).
Fusu Meninggal: 210 SM
| ||
| Gelar kehormatan | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Tidak ada |
Taizi | Lowong Selanjutnya dijabat oleh Liu Ying
|
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


