Fetis Asia

Fetis Asia adalah perasaan seksual atau cinta yang kuat terhadap orang-orang keturunan atau berdarah Asia. Istilah tersebut biasanya merujuk kepada wanita yang secara khusus berdarah Asia Timur atau Tenggara[1][2][3][4][5] meskipun dapat juga meliputi orang-orang dari keturunan Asia Selatan.[5][6]

Cikal bakal fetisisasi seksual terhadap orang Asia tak jelas. Para kolonis Belanda laki-laki mengalami fetis terhadap wanita Asia Tenggara di Hindia Belanda, atas dasar kulit dan warna rambut yang lebih gelap dari wanita pribumi.[7] Catatan serupa dikabarkan di wilayah koloni lainnya seperti India Britania, dimana pria Inggris umumnya memiliki gundik India.[5]

Referensi

  1. ^ "Fetishization of East and Southeast Asian Women". North Carolina Asian Americans Together. 23 March 2021. Diakses tanggal 20 March 2022.
  2. ^ Alolika (21 February 2014). "Playboy Petrarch: Racial Fetishism and K-pop". SeoulBeats. Diakses tanggal 24 March 2014.
  3. ^ King, Ritchie (20 November 2013). "The uncomfortable racial preferences revealed by online dating". Quartz. Diakses tanggal 30 March 2014.
  4. ^ Ren, Yuan (July 2014). "'Yellow fever' fetish: Why do so many white men want to date a Chinese woman?".
  5. ^ a b c S. Chou, Rosalind (5 January 2015). Asian American Sexual Politics: The Construction of Race, Gender, and Sexuality. Rowman & Littlefield. hlm. 65. ISBN 978-1-4422-0925-1.
  6. ^ Ashoka Bandarage (1998). "Women and capitalist development in Sri Lanka, 1977-87". Bulletin of Concerned Asian Scholars. 20 (2): 73–74. doi:10.1080/14672715.1988.10404449.
  7. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama colonial

Kutipan

Bacaan tambahan

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement