Festival tahun baru Qiang


Festival tahun baru Qiang adalah perayaan tahun baru masyarakat Qiang di provinsi Sichuan, Tiongkok yang berlangsung pada hari pertama bulan lunar kesepuluh. Tradisi ini diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur dan hormat kepada alam.[1] Festival ini biasanya dirayakan selama tiga hingga lima hari dengan melakukan persembahan berupa hewan ternak seperti sapi, domba dan ayam kepada dewa langit, dewa gunung hingga dewa desa.[2]

Akibat gempa bumi 8,0 SR di Wenchuan pada tahun 2008 yang menyebabkan banyak desa Qiang hancur dan minimnya partisipasi masyarakat suku Qiang, khususnya generasi muda dalam melestarikan tradisi membuat festival tahun baru Qiang hampir punah. Oleh karena itu, budaya ini dimasukkan ke dalam daftar warisan budaya takbenda yang membutuhkan perlindungan pada 2009. Namun sejak pemerintah Tiongkok melakukan sejumlah langkah perlindungan kebudayaan, festival ini kemudian mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya takbenda kemanusiaan milik Tiongkok pada 5 Desember 2024.[3]

Sebagai upaya mendorong masyarakat Qiang dalam melestarikan budaya, festival tahun baru Qiang akhirnya ditetapkan sebagai hari libur umum di Prefektur Otonomi Tibet dan Qiang Ngawa serta kota Mianyang.[4]

Sejarah

Cerita rakyat kuno Tiongkok tentang kisah cinta antara dewi dan manusia menjadi latar belakang dari lahirnya festival tahun baru Qiang. Dalam cerita tersebut dikisahkan bahwa suatu hari putri dewi langit jatuh cinta dengan seorang pemuda Qiang. Putri dewi lalu membawa biji-bijian dan benih pohon serta membawa sejumlah hewan ternak ke daerah masyarakat Qiang untuk bisa menikahi si pemuda. Ketika musim gugur tiba, benih-benih yang ditanamnya di ladang tumbuh menjadi hutan yang subur dan hewan-hewan peliharaan berlimpah. Sebagai tanda syukur, putri dewi langit kemudian mempersembahkan kurban kepada ayahnya di surga pada 1 Oktober kalender lunar. Sejak itu, tanggal tersebut diperingati sebagai festival tahun baru Qiang.[2]

Pelaksanaan festival diadakan oleh Shi Bi alias 'utusan surga'. Shi Bi diyakini sebagai penerus "A Ba Mu La" yang merupakan salah satu dewa yang mampu meramal, menyembuhkanpenyakit hingga mengusir roh jahat. Berkat kekuatan yang dimiliki, dewa tersebut diutus oleh dewa langit untuk mencegah mara bahaya di dunia sehingga "A Ba Mu La" dianggap sebagai 'utusan surga' yang pertama.[2]

Referensi

  1. ^ "Cradle of civilization: Qiang New Year Festival - People's Daily Online". en.people.cn. Diakses tanggal 2025-11-02.
  2. ^ a b c "The Qiang's New Year". en.chinaculture.org. Diakses tanggal 2025-11-02.
  3. ^ "Qiang New Year festival". UNESCO. Diakses tanggal 2 November 2025.
  4. ^ "Decoding Decades of Efforts to Preserve Qiang New Year Festival - All China Women's Federation". www.womenofchina.cn. Diakses tanggal 2025-11-02.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement